Kujang dan Surili dilindungi hukum
Selasa, 18 Maret 2014 - 12:43 WIB
Kujang dan Surili dilindungi hukum
A
A
A
Sindonews.com - Logo dan maskot Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 akan dilindungi secara hukum. Langkah itu untuk menjaga hasil karya anak bangsa dari kemungkinan penjiplakan.
Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) Jawa Barat, Yudha M Syaputra, mengatakan, hak cipta dari logo dan maskot PON tersebut akan diselesaikan oleh Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Barat. ''Tentunya hak cipta ini akan dibuat dan diurus oleh Biro Hukum Pemprov Jabar, karena ini sudah menjadi hak milik PB PON 2016,”tagasnya.
Yudha mengaku akan mengatur sanksi hukum bagi yang berani menjiplak maskot dan logo PON tersebut. Adapun logo PON XIX/2016 berupa senjata khas Jawa Barat, Kujang. Logo itu merupakan karya seorang mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogjakarta bernama Humrotin. Sedangkan maskotnya adalah hewan endemik Jawa Barat, Surili, karya seorang karyawan asal Kota Bandung bernama Toni Suhendar.
Yudha menambahkan, pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya bagi pihak sponsor yang ingin menggunakan logo dan maskot PON XIX tersebut untuk kepentingan komersil. Sedangkan untuk usaha kecil menengah (UKM) atau home industry di Jawa Barat yang tidak mungkin ''membeli’ hak penggunaan logo dan maskot, pihaknya akan mengatur ulang.
''Sesuai dengan Empat Sukses PON XIX yakni memberdayakan ekonomi masyarakat. Nanti kita atur mekanisme bagi UKM atau ekonomi masyarakat seperti apa dalam penggunaan logo dan maskot. Yang terpenting adalah logo dan maskot ini harus dilindungi dari penjiplakan,” tegasnya.
Secepatnya PB PON yang diketuai Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akan melakukan sosialisasi logo dan maskot PON XIX Jawa Barat 2016 itu secara nasional. ''Kita akan secepatnya lakukan itu. Sosialisasi logo dan maskot secara nasional. Langkah awal sudah kami lakukan yaitu melalui media-media massa,”katanya.
Dia berharap persiapan yang telah dilakukan Jawa Barat membuahkan hasil. Yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi kerakyatan, dan tentunya sukses administrasi.
''Kesuksesan itu juga harus didukung masayarakat Jawa Baart. Karena ini merupakan harga diri ‘Tanah Pasundan’ untuk bisa lebih baik dari persiapan dan penyelenggaraan PON sebelumnya,”pungkasnya.
Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) Jawa Barat, Yudha M Syaputra, mengatakan, hak cipta dari logo dan maskot PON tersebut akan diselesaikan oleh Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Barat. ''Tentunya hak cipta ini akan dibuat dan diurus oleh Biro Hukum Pemprov Jabar, karena ini sudah menjadi hak milik PB PON 2016,”tagasnya.
Yudha mengaku akan mengatur sanksi hukum bagi yang berani menjiplak maskot dan logo PON tersebut. Adapun logo PON XIX/2016 berupa senjata khas Jawa Barat, Kujang. Logo itu merupakan karya seorang mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogjakarta bernama Humrotin. Sedangkan maskotnya adalah hewan endemik Jawa Barat, Surili, karya seorang karyawan asal Kota Bandung bernama Toni Suhendar.
Yudha menambahkan, pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya bagi pihak sponsor yang ingin menggunakan logo dan maskot PON XIX tersebut untuk kepentingan komersil. Sedangkan untuk usaha kecil menengah (UKM) atau home industry di Jawa Barat yang tidak mungkin ''membeli’ hak penggunaan logo dan maskot, pihaknya akan mengatur ulang.
''Sesuai dengan Empat Sukses PON XIX yakni memberdayakan ekonomi masyarakat. Nanti kita atur mekanisme bagi UKM atau ekonomi masyarakat seperti apa dalam penggunaan logo dan maskot. Yang terpenting adalah logo dan maskot ini harus dilindungi dari penjiplakan,” tegasnya.
Secepatnya PB PON yang diketuai Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akan melakukan sosialisasi logo dan maskot PON XIX Jawa Barat 2016 itu secara nasional. ''Kita akan secepatnya lakukan itu. Sosialisasi logo dan maskot secara nasional. Langkah awal sudah kami lakukan yaitu melalui media-media massa,”katanya.
Dia berharap persiapan yang telah dilakukan Jawa Barat membuahkan hasil. Yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi kerakyatan, dan tentunya sukses administrasi.
''Kesuksesan itu juga harus didukung masayarakat Jawa Baart. Karena ini merupakan harga diri ‘Tanah Pasundan’ untuk bisa lebih baik dari persiapan dan penyelenggaraan PON sebelumnya,”pungkasnya.
(aww)