Pelatih MU mundur, pemain sangat kehilangan
Selasa, 18 Maret 2014 - 14:47 WIB
Pelatih MU mundur, pemain sangat kehilangan
A
A
A
Sindonews.com - Persepam Madura United kini menyongsong harapan baru setelah menerima pengunduran diri pelatih Daniel Roekito. Kendati belum memberikan performa impresif di Indonesia Super League (ISL) 2014, sosok Daniel masih sangat dicintai para pemain Persepam.
Sejumlah pemain berharap keputusan itu bakal memberikan imbas positif bagi Daniel maupun Persepam. Bagi sebagian besar pemain, Daniel Roekito adalah pelatih yang sangat berjasa terhadap perjalanan karir mereka dalam semusim terakhir.
Salah satunya Zaenal Arif. Kapten dan pemain lokal paling senior di tim Sape Kerap yang karirnya bangkit di kompetisi level tertinggi. Namanya sempat tenggelam di blantika sepak bola tanah air, Zaenal Arif kembali akrab di telinga setelah berkostum Persepam. Tak heran jika dia sangat berhutang pada sosok Daniel Roekito.
''Bagi saya pribadi, Om Daniel seperti ayah sendiri. Dia sangat sabar dan percaya dengan kemampuan saya. Mungkin saya tak akan bisa bermain di ISL tanpa kontribusinya,'' tutur Zaenal Arif.
Dia berharap keputusan Daniel meletakkan jabatan bakal membawa efek positif bagi kesehatan pelatih asal Rembang, Jawa Tengah.''Semoga Om Daniel bisa beristirahat cukup dan lebih sehat. Begitu juga dengan Persepam, semoga juga menemukan pelatih baru yang cocok,''harap eks pemain Persita Tengerang ini.
Pemain lain yang mengorbit karena jasa sang pelatih adalah Rossy Noprihanis. Eks pemain PS Sumbawa Barat tersebut langsung menjadi pemain penting di Madura pada musim pertamanya di Persepam, yakni di ISL 2012-2013. Dia menjadi pemain muda paling potensial di Gelora Bangkalan.
Rossy pun melontarkan pujian serta ungkapan terima kasih kepada pelatih yang memercayai kemampuannya tersebut.''Saya tak akan pernah melupakan peran Coach Daniel. Saya menjadi seperti sekarang salah satunya karena kepercayaan beliau,''ungkap Rossy.
Sebelumnya bukan siapa-siapa, Rossy dipercaya masuk ke tim utama musim lalu dan menjadi gelandang serang paling produktif di Persepam. Padahal dia belum memiliki pengalaman memadai di kompetisi level tertinggi sekelas ISL dan publik kala itu belum begitu paham kemampuannya.
''Dia menjadi bagian yang tak dipisahkan dari perjalanan tim ini. Pemain dan suporter harus berterima kasih kepada dia karena berkat jasanya pula Persepam masih berada di ISL,''kata pemain enerjik ini.
Rossy berharap pergantian pelatih nantinya akan langsung memperbaiki kinerja tim. Fachrudin Wahyudi, centre back yang juga datang ke Persepam atas prakarsa Daniel Roekito, sempat terkejut dengan pengunduran diri pelatih berkumis tersebut. Dia tak mengira kebersamaan Daniel berakhir justru ketika ISL 2014 masih sangat pagi.
''Jelas kaget karena semuanya saya pikir berjalan normal. Dia pelatih bagus dan seperti keluarga sendiri. Mungkin kondisi kesehatannya yang menyebabkan beliau kurang konsentrasi musim ini. Saya sangat nyaman dilatih Coach Daniel dan berterima kasih atas perannya selama ini,''tutur Fachrudin.
Hampir semua pemain merasa berutang pada Daniel Roekito yang menyulap mereka menjadi pemain ISL. Seperti Issack Djober, Denny Rumba, Michael Orah, hingga pemain asing seperti Aboubakar Sillah yang sempat membatalkan transfer ke Persisam Samarinda karena masih betah di bawah arahan Daniel Roekito.
Sejumlah pemain berharap keputusan itu bakal memberikan imbas positif bagi Daniel maupun Persepam. Bagi sebagian besar pemain, Daniel Roekito adalah pelatih yang sangat berjasa terhadap perjalanan karir mereka dalam semusim terakhir.
Salah satunya Zaenal Arif. Kapten dan pemain lokal paling senior di tim Sape Kerap yang karirnya bangkit di kompetisi level tertinggi. Namanya sempat tenggelam di blantika sepak bola tanah air, Zaenal Arif kembali akrab di telinga setelah berkostum Persepam. Tak heran jika dia sangat berhutang pada sosok Daniel Roekito.
''Bagi saya pribadi, Om Daniel seperti ayah sendiri. Dia sangat sabar dan percaya dengan kemampuan saya. Mungkin saya tak akan bisa bermain di ISL tanpa kontribusinya,'' tutur Zaenal Arif.
Dia berharap keputusan Daniel meletakkan jabatan bakal membawa efek positif bagi kesehatan pelatih asal Rembang, Jawa Tengah.''Semoga Om Daniel bisa beristirahat cukup dan lebih sehat. Begitu juga dengan Persepam, semoga juga menemukan pelatih baru yang cocok,''harap eks pemain Persita Tengerang ini.
Pemain lain yang mengorbit karena jasa sang pelatih adalah Rossy Noprihanis. Eks pemain PS Sumbawa Barat tersebut langsung menjadi pemain penting di Madura pada musim pertamanya di Persepam, yakni di ISL 2012-2013. Dia menjadi pemain muda paling potensial di Gelora Bangkalan.
Rossy pun melontarkan pujian serta ungkapan terima kasih kepada pelatih yang memercayai kemampuannya tersebut.''Saya tak akan pernah melupakan peran Coach Daniel. Saya menjadi seperti sekarang salah satunya karena kepercayaan beliau,''ungkap Rossy.
Sebelumnya bukan siapa-siapa, Rossy dipercaya masuk ke tim utama musim lalu dan menjadi gelandang serang paling produktif di Persepam. Padahal dia belum memiliki pengalaman memadai di kompetisi level tertinggi sekelas ISL dan publik kala itu belum begitu paham kemampuannya.
''Dia menjadi bagian yang tak dipisahkan dari perjalanan tim ini. Pemain dan suporter harus berterima kasih kepada dia karena berkat jasanya pula Persepam masih berada di ISL,''kata pemain enerjik ini.
Rossy berharap pergantian pelatih nantinya akan langsung memperbaiki kinerja tim. Fachrudin Wahyudi, centre back yang juga datang ke Persepam atas prakarsa Daniel Roekito, sempat terkejut dengan pengunduran diri pelatih berkumis tersebut. Dia tak mengira kebersamaan Daniel berakhir justru ketika ISL 2014 masih sangat pagi.
''Jelas kaget karena semuanya saya pikir berjalan normal. Dia pelatih bagus dan seperti keluarga sendiri. Mungkin kondisi kesehatannya yang menyebabkan beliau kurang konsentrasi musim ini. Saya sangat nyaman dilatih Coach Daniel dan berterima kasih atas perannya selama ini,''tutur Fachrudin.
Hampir semua pemain merasa berutang pada Daniel Roekito yang menyulap mereka menjadi pemain ISL. Seperti Issack Djober, Denny Rumba, Michael Orah, hingga pemain asing seperti Aboubakar Sillah yang sempat membatalkan transfer ke Persisam Samarinda karena masih betah di bawah arahan Daniel Roekito.
(aww)