Gaji Februari belum cair, pemain Persegres ketar-ketir
Selasa, 18 Maret 2014 - 14:57 WIB
Gaji Februari belum cair, pemain Persegres ketar-ketir
A
A
A
Sindonews.com - Keterlambatan gaji pemain Persegres Gresik United diharapkan tidak berlarut-larut hingga memengaruhi motivasi pemain. Belum terbayarnya gaji pemain untuk Februari kini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pemain.
Mereka berharap bulan ini juga gaji sudah terbayar dan tidak ada keterlambatan di kemudian hari. CEO Persegres Asroin Widiana mengaku pihaknya sudah berupaya mengajukan gaji pemain ke owner PT Persegres, namun belum mendapat kepastian.
"Saya pribadi berharap secepatnya bisa cair agar tak memengaruhi motivasi tim. Saya sudah mengajukan ke owner beberapa minggu lalu. Soal kepastian, saya sendiri juga belum tahu pasti," tutur Asroin Widiana.
Usulan pembayaran gaji disampaikan ke owner PT. Persegres Syaiful Arif namun tak ada janji kapan bakal direalisasi. Hingga saat ini belum ada kepastian dari owner kapan pembayaran gaji Februari ditransfer ke pemain.
Walau kompetisi sedang libur para pemain menginginkan gaji mereka dibayar tepat waktu agar tidak menimbulkan kegelisahan dan menurunnya semangat tim. Salah seorang pemain menuturkan, "Libur kompetisi bukan berarti libur gaji kan? Memang permainan kami belum bagus sejauh ini. Tapi kalau ditambahi dengan persoalan gaji, jelas lebih sulit untuk memotivasi diri sendiri."
Pemain yang menolak disebutkan namanya itu meminta Maret ini tidak ada lagi problem gaji. Setelah muncul statement dari manajemen, Pelatih Persegres Agus Yuwono baru bersedia angkat suara. Apa pun persoalannya, dia menyatakan tetap fokus pada tim agar tidak kendor selama libur kompetisi. Dia meminta tim tidak keburu gelisah dengan kondisi itu.
"Saya harap tim tidak gelisah dulu, semoga persoalan gaji bisa secepatnya selesai. Siapa tahu dalam beberapa hari ke depan semua sudah beres. Semua elemen tim ikut merasakan, jadi berpikir positif saja," ungkapnya.
Dia enggan berandai-andai soal kemungkinan krisis finansial di Persegres. Keterlambatan gaji pemain, pelatih dan official Persegres terhitung sangat mengejutkan. Bagaimana tidak, musim lalu Laskar Joko Samudro adalah tim yang diapresiasi PT Liga Indonesia karena menjadi salah satu tim yang sehat keuangan.
Ketika banyak tim lain terbatuk-batuk membayar gaji pemain, Persegres tak mendapati masalah apa pun. Memang kala itu kondisi keuangan tim Kota Pudak segar bugar dengan modal sebesar Rp30 miliar semusim.
Musim ini situasinya berbeda. Persegres mengalami penurunan budget karena sponsorship tak sesegar musim sebelumnya. Tapi, belum diketahui dengan akurat apakah penurunan budget tersebut menjadi biang keterlambatan pembayaran gaji Februari.
Mereka berharap bulan ini juga gaji sudah terbayar dan tidak ada keterlambatan di kemudian hari. CEO Persegres Asroin Widiana mengaku pihaknya sudah berupaya mengajukan gaji pemain ke owner PT Persegres, namun belum mendapat kepastian.
"Saya pribadi berharap secepatnya bisa cair agar tak memengaruhi motivasi tim. Saya sudah mengajukan ke owner beberapa minggu lalu. Soal kepastian, saya sendiri juga belum tahu pasti," tutur Asroin Widiana.
Usulan pembayaran gaji disampaikan ke owner PT. Persegres Syaiful Arif namun tak ada janji kapan bakal direalisasi. Hingga saat ini belum ada kepastian dari owner kapan pembayaran gaji Februari ditransfer ke pemain.
Walau kompetisi sedang libur para pemain menginginkan gaji mereka dibayar tepat waktu agar tidak menimbulkan kegelisahan dan menurunnya semangat tim. Salah seorang pemain menuturkan, "Libur kompetisi bukan berarti libur gaji kan? Memang permainan kami belum bagus sejauh ini. Tapi kalau ditambahi dengan persoalan gaji, jelas lebih sulit untuk memotivasi diri sendiri."
Pemain yang menolak disebutkan namanya itu meminta Maret ini tidak ada lagi problem gaji. Setelah muncul statement dari manajemen, Pelatih Persegres Agus Yuwono baru bersedia angkat suara. Apa pun persoalannya, dia menyatakan tetap fokus pada tim agar tidak kendor selama libur kompetisi. Dia meminta tim tidak keburu gelisah dengan kondisi itu.
"Saya harap tim tidak gelisah dulu, semoga persoalan gaji bisa secepatnya selesai. Siapa tahu dalam beberapa hari ke depan semua sudah beres. Semua elemen tim ikut merasakan, jadi berpikir positif saja," ungkapnya.
Dia enggan berandai-andai soal kemungkinan krisis finansial di Persegres. Keterlambatan gaji pemain, pelatih dan official Persegres terhitung sangat mengejutkan. Bagaimana tidak, musim lalu Laskar Joko Samudro adalah tim yang diapresiasi PT Liga Indonesia karena menjadi salah satu tim yang sehat keuangan.
Ketika banyak tim lain terbatuk-batuk membayar gaji pemain, Persegres tak mendapati masalah apa pun. Memang kala itu kondisi keuangan tim Kota Pudak segar bugar dengan modal sebesar Rp30 miliar semusim.
Musim ini situasinya berbeda. Persegres mengalami penurunan budget karena sponsorship tak sesegar musim sebelumnya. Tapi, belum diketahui dengan akurat apakah penurunan budget tersebut menjadi biang keterlambatan pembayaran gaji Februari.
(aww)