Legenda Persib kritik pemain muda
Kamis, 20 Maret 2014 - 13:39 WIB
Legenda Persib kritik pemain muda
A
A
A
Sindonews.com - Persib Bandung dikenal sebagai tim yang tidak memprioritaskan pemain mudanya di skuad utama. Keinginan meraih titel juara Indonesia Super League (ISL) membuat membuat regenerasi terabaikan.
Memiliki potensi luar biasa di level kompetisi junior tidak membuat para pemain muda daerah di lirik Maung Bandung. Adapun pemain yang 'naik kelas' hanya sebagai pemanis bangku cadangan. Alhasil di musim berikutnya mereka tidak bisa berbuat apa-apa ketika jasanya sudah tidak diperlukan tim.
Kondisi ini tak ayal membuat salah satu legenda Persib, Yusuf Bachtiar angkat bicara. Pemain yang ikut mengantarkan Persib menjadi juara Liga Indonesia edisi pertama ini menyayangkan peran minim potensi muda daerah di tim.
Menurut Yusuf bukan hanya kebijakan tim yang harus diperbaiki dengan menambahkan alokasi menit bermain, tapi juga kerja keras dari pemain mudanya sendiri. Saat masuk menjadi anggota tim, itulah saat dimana perjuangan baru dimulai. Menjadi pemain dari tim yang dibanggakan, kata Yusuf, bukan berarti segalanya.
''Semua pemain asli Jawa Barat pasti memiliki mimpi untuk berbaju Persib. Tapi setelah mimpinya tercapai, apa yang dia lakukan?," Kata Yusuf.
Pemain muda wajib bekerja lebih keras dari pemain lainnya. Karena sebelum memikirkan bagaimana cara menghadapi lawan di kompetisi, mereka harus bisa mendapat kepercayaan pelatih terlebih dahulu. Hal itu yang digadang-gadang tidak lebih mudah dari bertanding di lapangan.
Musim ini Persib memiliki empat pemain muda asli binaan sendiri yakni M Agung Pribadi, Sigit Hermawan, Rudiyana dan M Natshir. Sama seperti musim-musim lalu, peran pemain lokal ini tidak terlalu berpengaruh bagi tim.
Agung Pribadi dan Sigit Hermawan bukanlah wajah baru di tim namun di setiap musim tidak ada perkembangan berarti dari mereka. Bersabar di bangku cadangan masih menjadi tugas utama mereka.
Memiliki potensi luar biasa di level kompetisi junior tidak membuat para pemain muda daerah di lirik Maung Bandung. Adapun pemain yang 'naik kelas' hanya sebagai pemanis bangku cadangan. Alhasil di musim berikutnya mereka tidak bisa berbuat apa-apa ketika jasanya sudah tidak diperlukan tim.
Kondisi ini tak ayal membuat salah satu legenda Persib, Yusuf Bachtiar angkat bicara. Pemain yang ikut mengantarkan Persib menjadi juara Liga Indonesia edisi pertama ini menyayangkan peran minim potensi muda daerah di tim.
Menurut Yusuf bukan hanya kebijakan tim yang harus diperbaiki dengan menambahkan alokasi menit bermain, tapi juga kerja keras dari pemain mudanya sendiri. Saat masuk menjadi anggota tim, itulah saat dimana perjuangan baru dimulai. Menjadi pemain dari tim yang dibanggakan, kata Yusuf, bukan berarti segalanya.
''Semua pemain asli Jawa Barat pasti memiliki mimpi untuk berbaju Persib. Tapi setelah mimpinya tercapai, apa yang dia lakukan?," Kata Yusuf.
Pemain muda wajib bekerja lebih keras dari pemain lainnya. Karena sebelum memikirkan bagaimana cara menghadapi lawan di kompetisi, mereka harus bisa mendapat kepercayaan pelatih terlebih dahulu. Hal itu yang digadang-gadang tidak lebih mudah dari bertanding di lapangan.
Musim ini Persib memiliki empat pemain muda asli binaan sendiri yakni M Agung Pribadi, Sigit Hermawan, Rudiyana dan M Natshir. Sama seperti musim-musim lalu, peran pemain lokal ini tidak terlalu berpengaruh bagi tim.
Agung Pribadi dan Sigit Hermawan bukanlah wajah baru di tim namun di setiap musim tidak ada perkembangan berarti dari mereka. Bersabar di bangku cadangan masih menjadi tugas utama mereka.
(aww)