Cedera belum pulih, kontrak Maman diputus
Senin, 24 Maret 2014 - 12:18 WIB
Cedera belum pulih, kontrak Maman diputus
A
A
A
Sindonews.com - Asa Maman Abdulrahman untuk menebus dosa di Sriwijaya FC kandas di tengah jalan. Harapan itu buyar menyusul keputusan manajemen klub yang memastikan jika kebersamaan mantan bek timnas Indonesia dengan SFC berakhir lantaran cedera panjang yang dideritanya tak kunjung pulih.
Padahal, pemain kelahiran Jakarta 12 Mei 1982 itu telah menyatakan, dia kembali bergabung dengan Laskar Wong Kito dan meninggalkan Persib Bandung, untuk menebus dosa. Karena sebelumnya telah meninggalkan klub yang pernah membesarkan namanya itu di awal karier.
Ya, sebelum nama Persijatim Solo FC beralih menjadi SFC pada 24 Oktober 2004 lalu, nama Maman Abdulrahman tercatat sebagai salah satu penggawa mereka bersama nama-nama lain seperti Hari Salisbury, Toni Sucipto, Wawan Darmawan, Mardiansyah, dan Ferry Rotinsulu.
Setelah Persijatim di-takeover Pemprov Sumsel dan berubah menjadi SFC, sebagian besar pemainnya memilih untuk pergi. Nah, Maman Abdulrahman sendiri termasuk pemain yang pergi dan memilih PSIS Semarang sebagai pelabuhannya.
Keputusannya tepat, baru semusim bersama Mahesa Jenar-julukan PSIS Semarang, Maman mendapatkan predikat menjadi Pemain Terbaik pada Liga Indonesia tahun 2006. Tiga musim berseragam PSIS Semarang (2005-2008), dia kemudian melanjutkan karirnya di Persib Bandung.
Sayangnya, selama lima musim (2008-2013) menjadi bagian Maung Bandung-julukan Persib, Maman sama sekali belum pernah mengangkat tropi Liga Indonesia. Karena itu lah, pemilik tinggi badan 174cm ini akhirnya memutuskan untuk kembali pada klub yang pernah ditinggalkannya sembilan tahun lalu.
Sudah tentu, ada alasan sendiri mengapa si anak hilang ini akhirnya kembali memilih Laskar Wong Kito untuk melanjutkan karirnya. Padahal, pihak Persib tetap mencantumkan nama Maman sebagai pemain yang dipertahankan.
Namun, Maman kini harus menerima kenyataan pahit setelah manajemen klub mengeluarkan keputusan tegas dengan memutus kontraknya ditengah jalan. Meskupun dirinya sebenarnya sudah berusaha keras menyembuhkan cedera lututnya, dengan melakukan pengobatan melalui medis maupun tradisional.
''Saya selalu setia kepada tim yang saya bela, tapi mau bagaimana lagi. Jika manajemen SFC memutuskan untuk tidak lagi menggunakan jasa saya, maka saya harus menerimanya. Padahal bersama SFC, saya juga berusaha untuk menunjukkan loyalitas,''ujarnya.
Libero yang pintar memotong umpan-umpan lawan dan tangguh saat berduel serta tak kenal kompromi saat menjaga lawan ini mengungkapkan, saat ini dirinya hanya berharap adanya kompensasi dari manajemen klub SFC, terhadap cedera yang dialaminya. Sehingga, setelah sembuh nanti dirinya bisa mencari klub lain sebagai tempat berlabuh.
Sebelumnya, manajemen SFC secara mengejutkan akhirnya mengeluarkan keputusan tegas kepada Maman Abdulrahman, berupa pemutusan kontrak lantaran tak kunjung sembuh dari cedera. Meski berat, namun keputusan ini harus diambil demi kebutuhan tim dalam menghadapi ketatnya persaingan di wilayah Barat, kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014.
Apalagi hingga kini SFC masih tercecer di peringkat enam dengan poin 8 dari 7 laga, sementara putaran pertama akan segera berakhir. Tapi, manajemen klub berjuluk Laskar Wong Kito ini menyatakan siap membayar segala kompensasi atas adanya pemutusan kontrak ini. Keputusan ini diambil setelah jajaran manajemen, pelatih dan dokter tim, duduk satu meja.
Mantan bek tim nasional Indonesia ini memang telah mengalami cedera sejak kompetisi pramusim, Inter Island Cup kala melawan Barito Putera. Sejak itu, kondisinya tak kunjung membaik meski telah mengikuti berbagai pengobatan, mulai dari medis hingga tradisional dan terapi. Tercatat sudah tujuh laga yang dimainkan SFC, belum satu pertandingan pun yang dijalani oleh Maman lantaran masih terus bergelut dengan cedera.
Manajer SFC, Robert Heri tidak membantah maupun mengiyakan, kabar mengenai rencana pemutusan kontrak terhadap Maman. Menurut dia, apabila eks pemain PSIS Semarang itu tidak terlihat pada tim yang akan berangkat mengikuti TC ke Muara Enim nanti. Artinya Maman sudah tidak di SFC lagi.
''Maman saat ini masih berada di Jakarta. Jika dia tidak ada dalam rombongan tim yang berangkat Training Camp (TC) ke di Muara Enim. Maka itu berarti memang dia tidak di sini (SFC) lagi. Dia juga akan dibebaskan dari semua kewajibannya, kondisi yang sama mungkin saja diberlakukan bagi pemain yang lain,”ungkapnya.
Padahal, pemain kelahiran Jakarta 12 Mei 1982 itu telah menyatakan, dia kembali bergabung dengan Laskar Wong Kito dan meninggalkan Persib Bandung, untuk menebus dosa. Karena sebelumnya telah meninggalkan klub yang pernah membesarkan namanya itu di awal karier.
Ya, sebelum nama Persijatim Solo FC beralih menjadi SFC pada 24 Oktober 2004 lalu, nama Maman Abdulrahman tercatat sebagai salah satu penggawa mereka bersama nama-nama lain seperti Hari Salisbury, Toni Sucipto, Wawan Darmawan, Mardiansyah, dan Ferry Rotinsulu.
Setelah Persijatim di-takeover Pemprov Sumsel dan berubah menjadi SFC, sebagian besar pemainnya memilih untuk pergi. Nah, Maman Abdulrahman sendiri termasuk pemain yang pergi dan memilih PSIS Semarang sebagai pelabuhannya.
Keputusannya tepat, baru semusim bersama Mahesa Jenar-julukan PSIS Semarang, Maman mendapatkan predikat menjadi Pemain Terbaik pada Liga Indonesia tahun 2006. Tiga musim berseragam PSIS Semarang (2005-2008), dia kemudian melanjutkan karirnya di Persib Bandung.
Sayangnya, selama lima musim (2008-2013) menjadi bagian Maung Bandung-julukan Persib, Maman sama sekali belum pernah mengangkat tropi Liga Indonesia. Karena itu lah, pemilik tinggi badan 174cm ini akhirnya memutuskan untuk kembali pada klub yang pernah ditinggalkannya sembilan tahun lalu.
Sudah tentu, ada alasan sendiri mengapa si anak hilang ini akhirnya kembali memilih Laskar Wong Kito untuk melanjutkan karirnya. Padahal, pihak Persib tetap mencantumkan nama Maman sebagai pemain yang dipertahankan.
Namun, Maman kini harus menerima kenyataan pahit setelah manajemen klub mengeluarkan keputusan tegas dengan memutus kontraknya ditengah jalan. Meskupun dirinya sebenarnya sudah berusaha keras menyembuhkan cedera lututnya, dengan melakukan pengobatan melalui medis maupun tradisional.
''Saya selalu setia kepada tim yang saya bela, tapi mau bagaimana lagi. Jika manajemen SFC memutuskan untuk tidak lagi menggunakan jasa saya, maka saya harus menerimanya. Padahal bersama SFC, saya juga berusaha untuk menunjukkan loyalitas,''ujarnya.
Libero yang pintar memotong umpan-umpan lawan dan tangguh saat berduel serta tak kenal kompromi saat menjaga lawan ini mengungkapkan, saat ini dirinya hanya berharap adanya kompensasi dari manajemen klub SFC, terhadap cedera yang dialaminya. Sehingga, setelah sembuh nanti dirinya bisa mencari klub lain sebagai tempat berlabuh.
Sebelumnya, manajemen SFC secara mengejutkan akhirnya mengeluarkan keputusan tegas kepada Maman Abdulrahman, berupa pemutusan kontrak lantaran tak kunjung sembuh dari cedera. Meski berat, namun keputusan ini harus diambil demi kebutuhan tim dalam menghadapi ketatnya persaingan di wilayah Barat, kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014.
Apalagi hingga kini SFC masih tercecer di peringkat enam dengan poin 8 dari 7 laga, sementara putaran pertama akan segera berakhir. Tapi, manajemen klub berjuluk Laskar Wong Kito ini menyatakan siap membayar segala kompensasi atas adanya pemutusan kontrak ini. Keputusan ini diambil setelah jajaran manajemen, pelatih dan dokter tim, duduk satu meja.
Mantan bek tim nasional Indonesia ini memang telah mengalami cedera sejak kompetisi pramusim, Inter Island Cup kala melawan Barito Putera. Sejak itu, kondisinya tak kunjung membaik meski telah mengikuti berbagai pengobatan, mulai dari medis hingga tradisional dan terapi. Tercatat sudah tujuh laga yang dimainkan SFC, belum satu pertandingan pun yang dijalani oleh Maman lantaran masih terus bergelut dengan cedera.
Manajer SFC, Robert Heri tidak membantah maupun mengiyakan, kabar mengenai rencana pemutusan kontrak terhadap Maman. Menurut dia, apabila eks pemain PSIS Semarang itu tidak terlihat pada tim yang akan berangkat mengikuti TC ke Muara Enim nanti. Artinya Maman sudah tidak di SFC lagi.
''Maman saat ini masih berada di Jakarta. Jika dia tidak ada dalam rombongan tim yang berangkat Training Camp (TC) ke di Muara Enim. Maka itu berarti memang dia tidak di sini (SFC) lagi. Dia juga akan dibebaskan dari semua kewajibannya, kondisi yang sama mungkin saja diberlakukan bagi pemain yang lain,”ungkapnya.
(aww)