Persib jajal PBR U-21 tanpa penonton
Senin, 24 Maret 2014 - 12:48 WIB
Persib jajal PBR U-21 tanpa penonton
A
A
A
Sindonews.com - Persib Bandung akan menjajal saudara mudanya, Pelita Bandung Raya (PBR) U-21, dalam uji coba pekan ini. Maung Bandung membutuhkan lawan bertarung untuk mempertahankan atmosfer pertandingan.
Seperti diketahui setelah menghadapi Barito Putera dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL), 9 Maret 2014 lalu, Persib tidak memiliki jadwal bertanding. Atep dkk. harus menunggu hingga satu bulan sebelum menghadapi Arema Cronus di Bandung, 13 April mendatang.
''Lawan kita PBR U-21. Ini pertandingan uji coba pertama pekan ini rencananya masih ada dua sampai tiga uji coba untuk menjelang libur kompetisi,''kata pelatih Persib Bandung Djajang Nurdjaman di Mes Persib Jalan Ahmad Yani, Senin (24/3).
Pemilihan tim seteru mudanya ini karena dinilai memiliki tujuan uji coba yang sama. PBR U-21 membutuhkan lawan uji coba sebelum berlaga di ISL U-21, April mendatang. Sementara Persib untuk mengisi kosongnya jadwal.
''Mereka tim yang ada di Bandung. Mereka akan berkompetisi sebentar lagi. Jadi, saya pikir kita memiliki tujuan yang sama. Tidak bertanding bukan memenuhi undangan kita, tapi juga untuk kesiapan mereka,''ucapnya.
Pada minggu yang sama rencananya Persib kembali akan melakoni uji coba kedua. Namun siapa yang menjadi lawannya masih tanda tanya. Djanur, begitu Djajang disapa, masih mencari tim yang cocok menjadi lawannya. Diharapkan tim tersebut memiliki kualitas yang tidak jauh dengan Rudiyana cs. Serta lebih penting lagi mereka memiliki pola permainan yang mirip dengan calon lawan Persib berikutnya, Arema Cronus.
Sementara itu, telah muncul tawaran dari Persikabo Kabupaten Bogor untuk menjajal kekuatan Pangeran Biru. Tim yang kini dibesut pelatih Kashartadi itu tengah dalam kondisi percaya diri yang tinggi untuk menyambut Divisi Utama.
Utamanya mereka ingin mencoba dua striker anyarnya yakni mantan striker timnas dan juga Persib, Budi Sudarsono dan ujung tombak asal Paraguay, Aldo Barreto. Mengenai kabar tersebut Djanur mengaku belum mengetahuinya.
Mantan pemain Persib era 80-an ini belum menerima konfirmasi baik itu surat maupun hubungan langsung dengan pelatih lawan. ''Belum, belum ada kabar. Dia (Kashartadi) juga belum menghubungi saya soal rencana itu,''tutur Djanur.
Namun demikian Djanur akan senantiasa menjawab tawaran dari Persikabo jika memang benar. Hanya saja kapan laga itu akan digelar, perlu diperhatikan.''Asalkan tidak mepet ke pertandingan melawan Arema kita siap,''kata dia.
Tanpa Penonton, Bobotoh diharapkan tidak hadir dalam pertandingan uji coba yang digelar Persib. Bukan tidak mau diberi dukungan melainkan untuk menghargai kebijakan dari pihak keamanan.
Sejak kampanye terbuka dilaksanakan pekan lalu, pihak kepolisian tidak merekomendasikan adanya kegiatan yang memancing konsentrasi massa. Artinya tidak boleh ada acara yang menyedot animo masyarakat banyak. Seluruh pertandingan baik itu ISL maupun laga uji coba resmi tidak diperkenankan terjadi. Risiko adanya bentrok antarsuporter dengan massa partai politik menjadi hal utama yang dihindari.
Termasuk laga uji coba yang tengah diagendakan Persib. Djanur berharap agar suporter bisa memaklumi hal tersebut.''Kita tidak bisa memberitahu kapan dan di mana pertandingan akan digelar. Ini hanya bersifat uji tanding biasa,''kata dia. ''Bukan maksud merahasiakannya, namun jangan sampai mengundang massa. Jangan sampai bermasalah dengan kepolisian,''lanjutnya.
Seperti diketahui setelah menghadapi Barito Putera dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL), 9 Maret 2014 lalu, Persib tidak memiliki jadwal bertanding. Atep dkk. harus menunggu hingga satu bulan sebelum menghadapi Arema Cronus di Bandung, 13 April mendatang.
''Lawan kita PBR U-21. Ini pertandingan uji coba pertama pekan ini rencananya masih ada dua sampai tiga uji coba untuk menjelang libur kompetisi,''kata pelatih Persib Bandung Djajang Nurdjaman di Mes Persib Jalan Ahmad Yani, Senin (24/3).
Pemilihan tim seteru mudanya ini karena dinilai memiliki tujuan uji coba yang sama. PBR U-21 membutuhkan lawan uji coba sebelum berlaga di ISL U-21, April mendatang. Sementara Persib untuk mengisi kosongnya jadwal.
''Mereka tim yang ada di Bandung. Mereka akan berkompetisi sebentar lagi. Jadi, saya pikir kita memiliki tujuan yang sama. Tidak bertanding bukan memenuhi undangan kita, tapi juga untuk kesiapan mereka,''ucapnya.
Pada minggu yang sama rencananya Persib kembali akan melakoni uji coba kedua. Namun siapa yang menjadi lawannya masih tanda tanya. Djanur, begitu Djajang disapa, masih mencari tim yang cocok menjadi lawannya. Diharapkan tim tersebut memiliki kualitas yang tidak jauh dengan Rudiyana cs. Serta lebih penting lagi mereka memiliki pola permainan yang mirip dengan calon lawan Persib berikutnya, Arema Cronus.
Sementara itu, telah muncul tawaran dari Persikabo Kabupaten Bogor untuk menjajal kekuatan Pangeran Biru. Tim yang kini dibesut pelatih Kashartadi itu tengah dalam kondisi percaya diri yang tinggi untuk menyambut Divisi Utama.
Utamanya mereka ingin mencoba dua striker anyarnya yakni mantan striker timnas dan juga Persib, Budi Sudarsono dan ujung tombak asal Paraguay, Aldo Barreto. Mengenai kabar tersebut Djanur mengaku belum mengetahuinya.
Mantan pemain Persib era 80-an ini belum menerima konfirmasi baik itu surat maupun hubungan langsung dengan pelatih lawan. ''Belum, belum ada kabar. Dia (Kashartadi) juga belum menghubungi saya soal rencana itu,''tutur Djanur.
Namun demikian Djanur akan senantiasa menjawab tawaran dari Persikabo jika memang benar. Hanya saja kapan laga itu akan digelar, perlu diperhatikan.''Asalkan tidak mepet ke pertandingan melawan Arema kita siap,''kata dia.
Tanpa Penonton, Bobotoh diharapkan tidak hadir dalam pertandingan uji coba yang digelar Persib. Bukan tidak mau diberi dukungan melainkan untuk menghargai kebijakan dari pihak keamanan.
Sejak kampanye terbuka dilaksanakan pekan lalu, pihak kepolisian tidak merekomendasikan adanya kegiatan yang memancing konsentrasi massa. Artinya tidak boleh ada acara yang menyedot animo masyarakat banyak. Seluruh pertandingan baik itu ISL maupun laga uji coba resmi tidak diperkenankan terjadi. Risiko adanya bentrok antarsuporter dengan massa partai politik menjadi hal utama yang dihindari.
Termasuk laga uji coba yang tengah diagendakan Persib. Djanur berharap agar suporter bisa memaklumi hal tersebut.''Kita tidak bisa memberitahu kapan dan di mana pertandingan akan digelar. Ini hanya bersifat uji tanding biasa,''kata dia. ''Bukan maksud merahasiakannya, namun jangan sampai mengundang massa. Jangan sampai bermasalah dengan kepolisian,''lanjutnya.
(aww)