Eksekusi penalti, Coulibaly kontraksi
Selasa, 25 Maret 2014 - 14:52 WIB
Eksekusi penalti, Coulibaly kontraksi
A
A
A
Sindonews.com - Bomber Persib Bandung asal Mali, Dibril Coulibaly, kembali mengeluh nyeri. Pemain pemilik nomor punggung 21 ini mengalami cedera di paha kanan bagian dalam.
Pada dua latihan terakhir, mantan penyerang Barito Putera ini tidak bisa mengikuti latihan dengan penuh. Beberapa materi yang diberikan pelatih tidak bisa dijalani. ''Coulibaly cedera dari kemarin ada beberapa latihan yang dia enggak ikut,” kata pelatih Persib Djadjang Nurjaman, Selasa (25/3).
Coulibaly didiagnosa mengalami cedera spasme otot atau kontraksi pada otot tidak sadar yang lebih dikenal dengan kejang. Menurut dokter tim Persib dr Rafi Ghani terjadi pengerasan otot pada pemain 27 tahun.Awal cedera ini, kata Rafi dirasakan Coulibaly sejak Jumat minggu lalu. ''Awalnya dia mau nendang penalti tenaga yang dikeluarkan Coilibaly terlalu besar sehingga otot bekerja terlalu berat,” kata.
Saat pertama merasakan sakit tidak ada masalah karena dia masih bisa mengikuti. Satu hari berlanjut cedera tak kunjung sembuh sehingga memerlukan penanganan medis.''Mulai Senin kemarin sudah kita beri tindakan obat dan terapi. Sekarang juga saya beri dia obat dan difisioterapi. Mudah-mudahan bukan cedera yang serius,''kata Rafi.
Disinggung mengenai kesiapannya untuk tampil pada lanjutan kompetisi menghadapi Arema Cronus nanti, Rafi mengatakan Coulibaly bisa tampil.''Itu kan masih lama, saya pikir dia masih punya waktu untuk penyembuhan,''lanjut Rafi.
Sejak bergabung dengan tim, Coulibaly merupakan pemain yang sering mengalami cedera. Pencetak 21 gol di musim lalu ini harus diparkir saat Persib menggelar pemusatan latihan di Ciamis. Coulibaly kala itu menderita sakit demam berdarah dan harus menjalani pemulihan beberapa pekan.
Selepas pulih, cedera kembali menghinggapi yang mengakibatkan dia terlempar dari skuad Pangeran Biru. Beruntung Coulibaly sembuh lebih cepat dan kembali bergabung bersama tim. Pada cedera keduanya ini diharapkan Coulibaly kembali bisa sembuh lebih cepat.
Pada dua latihan terakhir, mantan penyerang Barito Putera ini tidak bisa mengikuti latihan dengan penuh. Beberapa materi yang diberikan pelatih tidak bisa dijalani. ''Coulibaly cedera dari kemarin ada beberapa latihan yang dia enggak ikut,” kata pelatih Persib Djadjang Nurjaman, Selasa (25/3).
Coulibaly didiagnosa mengalami cedera spasme otot atau kontraksi pada otot tidak sadar yang lebih dikenal dengan kejang. Menurut dokter tim Persib dr Rafi Ghani terjadi pengerasan otot pada pemain 27 tahun.Awal cedera ini, kata Rafi dirasakan Coulibaly sejak Jumat minggu lalu. ''Awalnya dia mau nendang penalti tenaga yang dikeluarkan Coilibaly terlalu besar sehingga otot bekerja terlalu berat,” kata.
Saat pertama merasakan sakit tidak ada masalah karena dia masih bisa mengikuti. Satu hari berlanjut cedera tak kunjung sembuh sehingga memerlukan penanganan medis.''Mulai Senin kemarin sudah kita beri tindakan obat dan terapi. Sekarang juga saya beri dia obat dan difisioterapi. Mudah-mudahan bukan cedera yang serius,''kata Rafi.
Disinggung mengenai kesiapannya untuk tampil pada lanjutan kompetisi menghadapi Arema Cronus nanti, Rafi mengatakan Coulibaly bisa tampil.''Itu kan masih lama, saya pikir dia masih punya waktu untuk penyembuhan,''lanjut Rafi.
Sejak bergabung dengan tim, Coulibaly merupakan pemain yang sering mengalami cedera. Pencetak 21 gol di musim lalu ini harus diparkir saat Persib menggelar pemusatan latihan di Ciamis. Coulibaly kala itu menderita sakit demam berdarah dan harus menjalani pemulihan beberapa pekan.
Selepas pulih, cedera kembali menghinggapi yang mengakibatkan dia terlempar dari skuad Pangeran Biru. Beruntung Coulibaly sembuh lebih cepat dan kembali bergabung bersama tim. Pada cedera keduanya ini diharapkan Coulibaly kembali bisa sembuh lebih cepat.
(aww)