Ibra pernah ditolak masuk QPR
Jum'at, 28 Maret 2014 - 15:42 WIB
Ibra pernah ditolak masuk QPR
A
A
A
Sindonews.com – Tak diragukan lagi kalau striker Paris Saint-Germain (PSG) Zlatan Ibrahimovic merupakan striker kelas dunia. Sejumlah klub seperti Ajax, Barcelona, Inter Milan, Juventus dan AC Milan pernah ia singgahi. Namun siapa sangka Ibra pernah ditolak masuk Queens Park Rangers (QPR).
Kabar tersebut diungkapkan oleh mantan rekan setim Ibra di Rosengard bernama Toni Flygare.Dia mengaku saat itu Ibra yang berusia 16 tahun mendapatkan kesempatan uji coba selama satu pekan di tim cadangan QPR pada tahun 1998.
Sayang performa Ibra tak membuat QPR kepincut. Pasalnya pemain yang akrab disapa Ibracadabra itu bermain terlalu individual. Bahkan di masa percobaan tersebut, Ibra sudah terlibat konflik dengan pelatih di tim cadangan. Alhasil klub Inggris itu memulangkan kembali Ibra ke Swedia.
“Zlatan Ibrahimovic memegang bola terlalu lama dan pelatih melakukan takel kepadanya namun Ibra tak bisa menerima hal tersebut. Ibra lalu mentakelnya kembali dan berkata kepada pelatih ‘**** off. Pelatih itu marah kepada Ibra,” ungkap Flygare seperti dikutip Daily Mail, Jumat (28/3).
“Berada di Inggris sangat berbeda. Saya tak pernah melupakan itu, Kami tak mendengar lagi panggilan dari QPR. Dia yak ingin bermain atau tinggal di Inggris, itu pendapat saya,” pungkasnya.
Kendati sempat gagal di Inggris, namun kini Ibra sudah menjadi striker kelas dunia. Tercatat, 250 gol sudah ia cetak bersama Ajax, Inter, Barcelona, Milan dan PSG.
Kabar tersebut diungkapkan oleh mantan rekan setim Ibra di Rosengard bernama Toni Flygare.Dia mengaku saat itu Ibra yang berusia 16 tahun mendapatkan kesempatan uji coba selama satu pekan di tim cadangan QPR pada tahun 1998.
Sayang performa Ibra tak membuat QPR kepincut. Pasalnya pemain yang akrab disapa Ibracadabra itu bermain terlalu individual. Bahkan di masa percobaan tersebut, Ibra sudah terlibat konflik dengan pelatih di tim cadangan. Alhasil klub Inggris itu memulangkan kembali Ibra ke Swedia.
“Zlatan Ibrahimovic memegang bola terlalu lama dan pelatih melakukan takel kepadanya namun Ibra tak bisa menerima hal tersebut. Ibra lalu mentakelnya kembali dan berkata kepada pelatih ‘**** off. Pelatih itu marah kepada Ibra,” ungkap Flygare seperti dikutip Daily Mail, Jumat (28/3).
“Berada di Inggris sangat berbeda. Saya tak pernah melupakan itu, Kami tak mendengar lagi panggilan dari QPR. Dia yak ingin bermain atau tinggal di Inggris, itu pendapat saya,” pungkasnya.
Kendati sempat gagal di Inggris, namun kini Ibra sudah menjadi striker kelas dunia. Tercatat, 250 gol sudah ia cetak bersama Ajax, Inter, Barcelona, Milan dan PSG.
(dka)