Menunggu magis Arcan Iurie
Sabtu, 29 Maret 2014 - 08:08 WIB
Menunggu magis Arcan Iurie
A
A
A
Sindonews.com -- Persepam Madura United menyongsong era baru dengan kedatangan pelatih anyar Arcan Iurie. Kehadiran pelatih asal Moldova tersebut langsung melambungkan harapan publik bola Madura melihat Persepam kembali bersaing di Indonesia Super League (ISL).
Harapan utamanya jelas, ingin melihat Persepam meninggalkan zona degradasi. Arcan Iurie sendiri disambut situasi kurang menguntungkan karena tim berjuluk Sape Kerap masih terjebak di posisi 10 klasemen sementara ISL wilayah timur dengan hanya mengoleksi lima angka.
Bagaimana kans Arcan Iurie memgangkat performa Persepam? Pastinya sosok berambut putih ini membutuhkan daya magis. Setidaknya dia perlu membuktikan bahwa pelatih pengganti bisa memberikan perubahan besar di tim yang terpuruk.
Pengalaman yang dirasakan tim-tim ISL Jawa Timur, pergantian pelatih tak memberikan perubahan secara drastis. Tengok saja Persela Lamongan musim lalu yang mencopot Gomes de Oliviera dan dilanjutkan Didik Ludiyanto. Mereka gagal finish di 10 besar klasemen akhir.
Persegres Gresik United merasakan fenomena serupa. Menggusur Suharno kemudian menunjuk Widodo C Putro tak membuat tim langsung melambung tinggi. Nyatanya Laskar Joko Samudro gagal menembus papan atas sesuai target di awal musim.
Perubahan yang memberikan hasil nyata mungkin hanya Arema Cronus yang menunjuk Suharno di putaran dua ISL 2011-2012. Paling tidak saat itu keberadaan Suharno di Kanjuruhan menyelamatkan Singo Edan dari ancaman degradasi yang sudah di depan mata.
Jadi pantas ditunggu bagaimana respons Sape Kerap dengan kedatangan pelatih anyar Arcan Iurie. Persepam sendiri tidak ingin hanya mentas dari papan bawah, melainkan bermimpi langsung mendapatkan posisi bergengsi dengan perubahan pelatih tersebut.
"Kami harus optimistis bisa membalikkan situasi karena semua bisa terjadi di sepak bola. Pertama-tama tentu semua elemen harus mendukung pelatih dengan segala keputusannya. Saya sendiri yakin Arcan Iurie bisa berbuat banyak walau statusnya pelatih pengganti," tutur Manajer Persepam Achsanul Qosasi.
Walau menebar optimisme, manajemen menyadari eks pelatih Persija Jakarta dan Persib Bandung itu butuh waktu untuk menginventarisir aset yang dimiliki. Arcan Iurie memang baru bertemu dengan skuad Persepam untuk menjelaskan konsep kepelatihannya.
"Pasti butuh adaptasi, terutama dalam menjelaskan visi kepelatihannya di Persepam. Namun saya rasa pelatih baru ini tidak menemui masalah soal itu," sambung Achsanul. Ekspektasi supporter Persepam bakal menjadi tantangan bagi pelatih bertipikal kalem itu.
Pastinya penonton di Gelora Bangkalan ingin timnya sudah menunjukkan hasil positif di laga berikutnya. Kebetulan tim berkostum loreng menjalani tiga laga home beruntun, yakni kontra Persiba Bantul (13 April), Persiram Raja Ampat (18 April) dan Mitra Kukar (26 April).
Kapten Persepam Zaenal Arif mengungkapkan, tim harus bisa secepatnya beradaptasi dengan gaya pelatih baru. Dia juga optimistis Arcan membawa efek positif di Sape Kerap. "Arcan Iurie pelatih bagus dan semoga gaya kepelatihannya memberikan perubahan besar pada Persepam," harap sang kapten.
Harapan utamanya jelas, ingin melihat Persepam meninggalkan zona degradasi. Arcan Iurie sendiri disambut situasi kurang menguntungkan karena tim berjuluk Sape Kerap masih terjebak di posisi 10 klasemen sementara ISL wilayah timur dengan hanya mengoleksi lima angka.
Bagaimana kans Arcan Iurie memgangkat performa Persepam? Pastinya sosok berambut putih ini membutuhkan daya magis. Setidaknya dia perlu membuktikan bahwa pelatih pengganti bisa memberikan perubahan besar di tim yang terpuruk.
Pengalaman yang dirasakan tim-tim ISL Jawa Timur, pergantian pelatih tak memberikan perubahan secara drastis. Tengok saja Persela Lamongan musim lalu yang mencopot Gomes de Oliviera dan dilanjutkan Didik Ludiyanto. Mereka gagal finish di 10 besar klasemen akhir.
Persegres Gresik United merasakan fenomena serupa. Menggusur Suharno kemudian menunjuk Widodo C Putro tak membuat tim langsung melambung tinggi. Nyatanya Laskar Joko Samudro gagal menembus papan atas sesuai target di awal musim.
Perubahan yang memberikan hasil nyata mungkin hanya Arema Cronus yang menunjuk Suharno di putaran dua ISL 2011-2012. Paling tidak saat itu keberadaan Suharno di Kanjuruhan menyelamatkan Singo Edan dari ancaman degradasi yang sudah di depan mata.
Jadi pantas ditunggu bagaimana respons Sape Kerap dengan kedatangan pelatih anyar Arcan Iurie. Persepam sendiri tidak ingin hanya mentas dari papan bawah, melainkan bermimpi langsung mendapatkan posisi bergengsi dengan perubahan pelatih tersebut.
"Kami harus optimistis bisa membalikkan situasi karena semua bisa terjadi di sepak bola. Pertama-tama tentu semua elemen harus mendukung pelatih dengan segala keputusannya. Saya sendiri yakin Arcan Iurie bisa berbuat banyak walau statusnya pelatih pengganti," tutur Manajer Persepam Achsanul Qosasi.
Walau menebar optimisme, manajemen menyadari eks pelatih Persija Jakarta dan Persib Bandung itu butuh waktu untuk menginventarisir aset yang dimiliki. Arcan Iurie memang baru bertemu dengan skuad Persepam untuk menjelaskan konsep kepelatihannya.
"Pasti butuh adaptasi, terutama dalam menjelaskan visi kepelatihannya di Persepam. Namun saya rasa pelatih baru ini tidak menemui masalah soal itu," sambung Achsanul. Ekspektasi supporter Persepam bakal menjadi tantangan bagi pelatih bertipikal kalem itu.
Pastinya penonton di Gelora Bangkalan ingin timnya sudah menunjukkan hasil positif di laga berikutnya. Kebetulan tim berkostum loreng menjalani tiga laga home beruntun, yakni kontra Persiba Bantul (13 April), Persiram Raja Ampat (18 April) dan Mitra Kukar (26 April).
Kapten Persepam Zaenal Arif mengungkapkan, tim harus bisa secepatnya beradaptasi dengan gaya pelatih baru. Dia juga optimistis Arcan membawa efek positif di Sape Kerap. "Arcan Iurie pelatih bagus dan semoga gaya kepelatihannya memberikan perubahan besar pada Persepam," harap sang kapten.
(wbs)