Hayom cs absen, Jateng hati-hati kirim pemain
Selasa, 08 April 2014 - 16:32 WIB
Hayom cs absen, Jateng hati-hati kirim pemain
A
A
A
Sindonews.com - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jateng belum berencana melakukan penjaringan atlet proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat. Penentuan atlet baru akan dilakukan setahun sebelum dilangsungkannya even olahraga terbesar di Indonesia tersebut. Saat ini para atlet masih berkonsentrasi mengikuti training center (TC).
''Baru nanti tahun 2015, kami akan tentukan atlet-atletnya. Kalau tahun ini, nanti tahun depan prestasinya merosot bagaimana?,''kata Sekretaris Umum PBSI Jateng Binarto Gani, Selasa (8/4).
PBSI menyadari, prestasi bulu tangkis saat ini dalam kondisi naik turun. Sehingga, mau tidak mau, penentuan atlet harus dilakukan secara selektif dan hati-hati. Dalam Indonesia Open tahun lalu, juga gagal mempersembahkan emas. Atas dasar itu, PBSI tidak mau gegabah dalam memutuskan atlet yang akan diturunkan.
Menurut dia, Jateng masih memiliki banyak stok atlet dari klub PT. Djarum yang berprestasi. Para atlet tersebut sebelumnya mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas), dan mereka juga diproyeksikan memperkuat tim PON Jateng mendatang.
''Di tunggal putra ada Thomi Azizan Mahbub, dan tunggal putri ada Arimbi dari Djarum. Stok kita di tim putri lebih banyak, daripada tim putra,''jelasnya.
Binarto mengatakan, PBSI juga akan melakukan pengamatan terhadap para atlet yang akan mengikuti kejuaraan sampai dengan 2015. Mana saja prestasi atlet yang terus mengalami peningkatan, atlet tersebut yang akan diproyeksikan menjadi tim bulu tangkis.''Prestasi atlet ini naik turun. Maka harus dipastikan prestasinya pada 2015 mendatang tetap stabil sejak saat ini,''paparnya.
Beberapa atlet yang bakal absen di antaranya Ahsan-Tontowi (ganda putra) dan Hayom Rumbaka (tunggal putra) karena usia keduanya melebihi 25 tahun. Kendati ada sejumlah atlet nasional yang dipastikan akan absen karena tidak memenuhi persyaratan batasan umur, pihaknya mengaku masih memiliki atlet potensial lainnya yang bisa diandalkan untuk menyabet medali.''Masih ada yang muda-muda, jika Ahsan tidak bisa tampil,''ucap Binarto.
''Baru nanti tahun 2015, kami akan tentukan atlet-atletnya. Kalau tahun ini, nanti tahun depan prestasinya merosot bagaimana?,''kata Sekretaris Umum PBSI Jateng Binarto Gani, Selasa (8/4).
PBSI menyadari, prestasi bulu tangkis saat ini dalam kondisi naik turun. Sehingga, mau tidak mau, penentuan atlet harus dilakukan secara selektif dan hati-hati. Dalam Indonesia Open tahun lalu, juga gagal mempersembahkan emas. Atas dasar itu, PBSI tidak mau gegabah dalam memutuskan atlet yang akan diturunkan.
Menurut dia, Jateng masih memiliki banyak stok atlet dari klub PT. Djarum yang berprestasi. Para atlet tersebut sebelumnya mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas), dan mereka juga diproyeksikan memperkuat tim PON Jateng mendatang.
''Di tunggal putra ada Thomi Azizan Mahbub, dan tunggal putri ada Arimbi dari Djarum. Stok kita di tim putri lebih banyak, daripada tim putra,''jelasnya.
Binarto mengatakan, PBSI juga akan melakukan pengamatan terhadap para atlet yang akan mengikuti kejuaraan sampai dengan 2015. Mana saja prestasi atlet yang terus mengalami peningkatan, atlet tersebut yang akan diproyeksikan menjadi tim bulu tangkis.''Prestasi atlet ini naik turun. Maka harus dipastikan prestasinya pada 2015 mendatang tetap stabil sejak saat ini,''paparnya.
Beberapa atlet yang bakal absen di antaranya Ahsan-Tontowi (ganda putra) dan Hayom Rumbaka (tunggal putra) karena usia keduanya melebihi 25 tahun. Kendati ada sejumlah atlet nasional yang dipastikan akan absen karena tidak memenuhi persyaratan batasan umur, pihaknya mengaku masih memiliki atlet potensial lainnya yang bisa diandalkan untuk menyabet medali.''Masih ada yang muda-muda, jika Ahsan tidak bisa tampil,''ucap Binarto.
(aww)