Ogah kena cedera, PSIS hilangkan uji coba
Jum'at, 11 April 2014 - 13:42 WIB
Ogah kena cedera, PSIS hilangkan uji coba
A
A
A
Sindonews.com – PSIS Semarang mengurungkan niatnya untuk menggelar uji coba satu kali lagi, menjelang pertandingan perdana menghadapi Persipur Purwodadi, pada Selasa (15/4) mendatang. Tim pelatih tidak mau mengambil risiko untuk memaksakan Ronald Fagundez dkk bermain, karena hal itu rawan menimbulkan pemain cedera.
Sebab, jika terjadi cedera, penyembuhannya butuh proses. Hal ini justru akan merugikan tim karena tidak bisa tampil penuh saat pertandingan resmi. Sebagai alternatifnya, akan dilakukan session game dengan lawan bermain pemain dalam satu tim.
Sebenarnya Direktur Utama PT Mahes Jenar Semarang, Pengelola PSIS Semarang, Yoyok Sukawi sudah menginstruksikan untuk menggelar uji coba dua kali. Latih tanding tersebut dilaksanakan di tandang dan terakhir di kandang.
Rencana uji coba tandang dengan Persiba Bantul beberapa waktu lalu juga gagal, lantaran tidak mendapat izin dari kepolisian. Kemudian, uji coba di kandang dengan tim lokal sekalipun, akhirnya juga ditiadakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kita latihan saja, belum ada rencana uji coba lagi. Risikonya cedera, karena Selasa sudah bertanding, kondisi pemain akan terus kami pantau,” tandas Pelatih PSIS Semarang Eko Riyadi, kemarin.
Menurut Eko, secara teknis bermain anak asuhnya tidak ada masalah. Beberapa kekurangan dalam tim akan diperbaiki sambil jalan. Hanya, sampai dengan sejauh ini, skuad anak asuhnya belum komplit 100 % lantaran masih ada yang sakit.
“Cedera engkel Abdul latif belum pulih, kemarin (Kamis, 10/4) belum bisa latihan. Entah kalau nanti sore,” jelasnya.
Jika kondisi mantan pemain PSIR Rembang itu belum benar-benar pulih, posisinya tetap akan diisi oleh Taufik Hidayat di bek kanan. Dalam dua laga uji coba terakhir, pelatih lebih mempercayakan kepada Taufik, mantan pemain Persib U-21 tersebut.
Lebih jauh pelatih asli Semarang itu menjelaskan, yang terus dilakukan dalam latihan ke depan adalah meningkatkan kekompakan tim. Peningkatan kerjasama ini sangat penting, sebelum anak asuhnya menghadapi pertandingan yang sesungguhnya.
“Latihan kita untuk memantapkan kerjasama tim. Terkait dengan mental anak-anak, tidak ada masalah meski dilihat oleh banyak penonton nantinya, karena sudah pernah merasakan atmosfer itu kala menghadapi tim nasional (Timnas) U-19 maupun tekanan dari suporter Persibat Batang, ” paparnya.
Asisten Manajer PSIS Didik Septiyono berpendapat pemain PSIS sebaiknya tidak terlalu diforsir dengan uji coba maupun latihan berat, karena bisa berakibat fatal.
“Untuk saat-saat ini, fokusnya sudah mulai persiapan pertandingan resmi,” kata Didik.
Sebab, jika terjadi cedera, penyembuhannya butuh proses. Hal ini justru akan merugikan tim karena tidak bisa tampil penuh saat pertandingan resmi. Sebagai alternatifnya, akan dilakukan session game dengan lawan bermain pemain dalam satu tim.
Sebenarnya Direktur Utama PT Mahes Jenar Semarang, Pengelola PSIS Semarang, Yoyok Sukawi sudah menginstruksikan untuk menggelar uji coba dua kali. Latih tanding tersebut dilaksanakan di tandang dan terakhir di kandang.
Rencana uji coba tandang dengan Persiba Bantul beberapa waktu lalu juga gagal, lantaran tidak mendapat izin dari kepolisian. Kemudian, uji coba di kandang dengan tim lokal sekalipun, akhirnya juga ditiadakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kita latihan saja, belum ada rencana uji coba lagi. Risikonya cedera, karena Selasa sudah bertanding, kondisi pemain akan terus kami pantau,” tandas Pelatih PSIS Semarang Eko Riyadi, kemarin.
Menurut Eko, secara teknis bermain anak asuhnya tidak ada masalah. Beberapa kekurangan dalam tim akan diperbaiki sambil jalan. Hanya, sampai dengan sejauh ini, skuad anak asuhnya belum komplit 100 % lantaran masih ada yang sakit.
“Cedera engkel Abdul latif belum pulih, kemarin (Kamis, 10/4) belum bisa latihan. Entah kalau nanti sore,” jelasnya.
Jika kondisi mantan pemain PSIR Rembang itu belum benar-benar pulih, posisinya tetap akan diisi oleh Taufik Hidayat di bek kanan. Dalam dua laga uji coba terakhir, pelatih lebih mempercayakan kepada Taufik, mantan pemain Persib U-21 tersebut.
Lebih jauh pelatih asli Semarang itu menjelaskan, yang terus dilakukan dalam latihan ke depan adalah meningkatkan kekompakan tim. Peningkatan kerjasama ini sangat penting, sebelum anak asuhnya menghadapi pertandingan yang sesungguhnya.
“Latihan kita untuk memantapkan kerjasama tim. Terkait dengan mental anak-anak, tidak ada masalah meski dilihat oleh banyak penonton nantinya, karena sudah pernah merasakan atmosfer itu kala menghadapi tim nasional (Timnas) U-19 maupun tekanan dari suporter Persibat Batang, ” paparnya.
Asisten Manajer PSIS Didik Septiyono berpendapat pemain PSIS sebaiknya tidak terlalu diforsir dengan uji coba maupun latihan berat, karena bisa berakibat fatal.
“Untuk saat-saat ini, fokusnya sudah mulai persiapan pertandingan resmi,” kata Didik.
(wbs)