IPW: Belum jaminan sepak bola berjalan damai
Sabtu, 12 April 2014 - 16:35 WIB
IPW: Belum jaminan sepak bola berjalan damai
A
A
A
Sindonews.com - Banyak kalangan yang mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat, untuk mendamaikan dua kubu musuh bebuyutan, suporter Persib dan Persija. Tapi, tidak bagi Neta S Pane.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) itu menilai bahwa upaya perdamaian itu tidak akan membawa manfaat, jika masih ada sekelumit permasalahan lainnya yang belum terselesaikan dengan baik. Sebagai contoh, ketika Polri tidak mengikutsertakan para pengurus klub, wasit, dan PSSI dalam menyelesaikan perseteruan tersebut.
Hal itu yang disesalkan Neta. Dia beranggapan bahwa pangkal permusuhan suporter, tidak hanya menyudutkan Viking (Persib) dan The Jackmania (Persija) saja. Komitmen klub, wasit, dan PSSI dalam membenahi olahraga ini juga patut menjadi tolok ukur.
"Jika memang ingin memperbaiki suasana pertandingan sepakbola, Polri tidak cukup hanya mendamaikan Viking dan The Jackmania. Tapi juga harus meminta komitmen dari klub-klub, wasit, dan PSSI. Yang tak kalah penting Polri harus mengusut tuntas mafia judi dan mafia pengaturan skor pertandingan yang sudah mencengkram dunia sepakbola nasional. Polri harus segera menurunkan tim intelijennya, untuk mengusut dan menangkap mafia judi dan mafia pengatur skor di sepakbola nasional, untuk kemudian di bawa ke pengadilan," tutur Neta dalam rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (12/4).
"Tanpa itu jangan harap even-even sepakbola akan berjalan damai tanpa tawuran. Upaya mendamaikan Viking dan The Jackmania adalah satu langkah positif. Tapi langkah ini belum menjamin bahwa even sepakbola akan berjalan damai. Untuk itu, meski Viking dan The Jackmania sudah berdamai, IPW mengimbau Polri jangan dulu memberikan ijin pertandingan sepakbola, terutama bagi Persib vs Persija," tukasnya.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) itu menilai bahwa upaya perdamaian itu tidak akan membawa manfaat, jika masih ada sekelumit permasalahan lainnya yang belum terselesaikan dengan baik. Sebagai contoh, ketika Polri tidak mengikutsertakan para pengurus klub, wasit, dan PSSI dalam menyelesaikan perseteruan tersebut.
Hal itu yang disesalkan Neta. Dia beranggapan bahwa pangkal permusuhan suporter, tidak hanya menyudutkan Viking (Persib) dan The Jackmania (Persija) saja. Komitmen klub, wasit, dan PSSI dalam membenahi olahraga ini juga patut menjadi tolok ukur.
"Jika memang ingin memperbaiki suasana pertandingan sepakbola, Polri tidak cukup hanya mendamaikan Viking dan The Jackmania. Tapi juga harus meminta komitmen dari klub-klub, wasit, dan PSSI. Yang tak kalah penting Polri harus mengusut tuntas mafia judi dan mafia pengaturan skor pertandingan yang sudah mencengkram dunia sepakbola nasional. Polri harus segera menurunkan tim intelijennya, untuk mengusut dan menangkap mafia judi dan mafia pengatur skor di sepakbola nasional, untuk kemudian di bawa ke pengadilan," tutur Neta dalam rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (12/4).
"Tanpa itu jangan harap even-even sepakbola akan berjalan damai tanpa tawuran. Upaya mendamaikan Viking dan The Jackmania adalah satu langkah positif. Tapi langkah ini belum menjamin bahwa even sepakbola akan berjalan damai. Untuk itu, meski Viking dan The Jackmania sudah berdamai, IPW mengimbau Polri jangan dulu memberikan ijin pertandingan sepakbola, terutama bagi Persib vs Persija," tukasnya.
(wbs)