FIFA berharap skandal bidding tak ganggu persiapan Brazil
Selasa, 22 April 2014 - 18:14 WIB
FIFA berharap skandal bidding tak ganggu persiapan Brazil
A
A
A
Sindonews.com - Piala Dunia 2014 akan bergulir kurang dari dua bulan lagi. Persiapan pun sudah mulai memasuki tahap akhir. Kendati demikian, ada satu hal yang masih mengganjal benak FIFA, yang dikhawatirkan itu bisa menggangu persiapan tuan rumah.
Dugaan kasus suap dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 ditengarai menjadi penyebabnya. Kasus yang terjadi saat pemilihan tuan rumah ajang empat tahunan itu diharapkan tak menggangu persiapan Brazil menggelar turnamen.
Dilaporkan Daily Mail, Selasa (22/4), pengacara FIFA, Michael Garcia, diberi deadline untuk mengungkap kasus tersebut. FIFA memberi target kepada Garcia agar awal Juni kasus tersebut sudah tuntas.
Badan sepak bola tertinggi dunia itu tak mau tercoreng wajahnya saat para pemimpin sepak bola dari seluruh dunia datang ke Brazil untuk menikmati sajian pertandingan.
Sejauh ini, perkembangan penyelidikan hanya sampai keterlibatan para petinggi yang terpilih sebagai anggota pengundi, di antaranya menyeret nama mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Brazil (CBF), Riccardo Texeira, dan mantan presiden klub Barcelona, Sandro Rosell.
Dugaan kasus suap dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 ditengarai menjadi penyebabnya. Kasus yang terjadi saat pemilihan tuan rumah ajang empat tahunan itu diharapkan tak menggangu persiapan Brazil menggelar turnamen.
Dilaporkan Daily Mail, Selasa (22/4), pengacara FIFA, Michael Garcia, diberi deadline untuk mengungkap kasus tersebut. FIFA memberi target kepada Garcia agar awal Juni kasus tersebut sudah tuntas.
Badan sepak bola tertinggi dunia itu tak mau tercoreng wajahnya saat para pemimpin sepak bola dari seluruh dunia datang ke Brazil untuk menikmati sajian pertandingan.
Sejauh ini, perkembangan penyelidikan hanya sampai keterlibatan para petinggi yang terpilih sebagai anggota pengundi, di antaranya menyeret nama mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Brazil (CBF), Riccardo Texeira, dan mantan presiden klub Barcelona, Sandro Rosell.
(nug)