Singo Edan Seharusnya Bisa Terkam Tim Medioker
Senin, 02 Juni 2014 - 15:16 WIB
Singo Edan Seharusnya Bisa Terkam Tim Medioker
A
A
A
Kemenangan Arema Cronus atas Pelita Bandung Raya (PBR) akhir pekan lalu, sekilas membuktikan superioritas atas tim-tim di luar empat besar Indonesia Super League (ISL) wilayah Barat. Setelah keteteran menghadapi Semen Padang dan Persib Bandung, tim berjuluk Singo Edan akhirnya kembali ke jalur kemenangan.
Hanya Persija Jakarta yang menjadi tim yang dikalahkan dua kali oleh Arema Cronus musim ini. Sedangkan Semen Padang dan Persib Bandung cukup memusingkan. Di sisa putaran dua, perjalanan Arema relatif lebih mudah karena menghadapi tim-tim medioker di luar empat besar.
Lawan yang tersisa adalah Persegres Gresik United, Barito Putra, Persita Tangerang, Sriwijaya FC, Persik Kediri, serta Persijap Jepara. Dari sederet lawan itu, laga yang paling sulit mungkin lawatan ke markas Barito Putra, tim yang musim lalu mengalahkan Arema di Stadion Demang Lehman.
Walau hanya menyisakan dua pertandingan home, tapi lawan yang dihadapi kelasnya jauh di bawah Ahmad Bustomi dkk. Dari hitung-hitungan teknis, Arema bisa menyelesaikan semua pertandingan dengan poin maksimal. Kalau pun terpeleset, hanya sedikit angka yang hilang.
Menghadapi tim-tim medioker, justru Pelatih Arema Cronus Suharno menginginkan timnya meningkatkan grafik performa. Apalagi setelah menghadapi Persegres Gresik United pada 5 Juni, kompetisi bakal libur panjang dan Arema sendiri terhitung dua bulan tidak menjalani pertandingan ISL.
''Saya tidak melihat tim papan tengah dan bawah mudah dikalahkan. Logikanya, menjelang akhir musim seperti ini mereka memiliki motivasi untuk bertahan di ISL. Tim papan bawah bisa mengejutkan karena mereka menghindari zona bahaya. Ini yang harus diperhatikan dengan serius,''ujar Suharno, dihubungi Senin (2/6).
Justru menurutnya Arema harus terus melakukan pembenahan dan perbaikan performa agar bisa melewati semua laga dengan hasil gemilang. Setelah menang lawan (PBR), Suharno meyakini timnya bakal mampu meningkatkan grafik permainan, termasuk saat menghadapi Persegres nanti.
''Saya senang melihat upaya yang ditunjukkan tim. Tidak mudah menerima kekalahan dan imbang di kandang (lawan Semen Padang dan Persib Bandung) dan tentu saja penuh tekanan. Nyatanya tim tetap bisa fokus dan kembali menang lawan PBR. Ini hal positif yang saya garisbawahi,''beber pelatih asal Klaten, Jawa Tengah.
Semakin lengkapnya komposisi tim juga membuat eks pelatih Persiwa Wamena dan Persegres ini sumringah. Terbatasnya stok di pertahanan misalnya, sudah terjawab dengan kembalinya centre back Purwaka Yudhi. Bahkan dikabarkan Arema bakal menambah pemain lagi di posisi belakang.
Kapten Ahmad Bustomi juga sudah kembali menggelora bersama rekan-rekannya setelah sempat diganggu cedera di awal putaran dua. Suharno sendiri menyebut situasi positif itu sangat penting untuk keseimbangan tim. Seperti diketahui, Arema sempat limbung ketika kehilangan Bustomi dan Gustavo Lopez di lini tengah.
Hanya Persija Jakarta yang menjadi tim yang dikalahkan dua kali oleh Arema Cronus musim ini. Sedangkan Semen Padang dan Persib Bandung cukup memusingkan. Di sisa putaran dua, perjalanan Arema relatif lebih mudah karena menghadapi tim-tim medioker di luar empat besar.
Lawan yang tersisa adalah Persegres Gresik United, Barito Putra, Persita Tangerang, Sriwijaya FC, Persik Kediri, serta Persijap Jepara. Dari sederet lawan itu, laga yang paling sulit mungkin lawatan ke markas Barito Putra, tim yang musim lalu mengalahkan Arema di Stadion Demang Lehman.
Walau hanya menyisakan dua pertandingan home, tapi lawan yang dihadapi kelasnya jauh di bawah Ahmad Bustomi dkk. Dari hitung-hitungan teknis, Arema bisa menyelesaikan semua pertandingan dengan poin maksimal. Kalau pun terpeleset, hanya sedikit angka yang hilang.
Menghadapi tim-tim medioker, justru Pelatih Arema Cronus Suharno menginginkan timnya meningkatkan grafik performa. Apalagi setelah menghadapi Persegres Gresik United pada 5 Juni, kompetisi bakal libur panjang dan Arema sendiri terhitung dua bulan tidak menjalani pertandingan ISL.
''Saya tidak melihat tim papan tengah dan bawah mudah dikalahkan. Logikanya, menjelang akhir musim seperti ini mereka memiliki motivasi untuk bertahan di ISL. Tim papan bawah bisa mengejutkan karena mereka menghindari zona bahaya. Ini yang harus diperhatikan dengan serius,''ujar Suharno, dihubungi Senin (2/6).
Justru menurutnya Arema harus terus melakukan pembenahan dan perbaikan performa agar bisa melewati semua laga dengan hasil gemilang. Setelah menang lawan (PBR), Suharno meyakini timnya bakal mampu meningkatkan grafik permainan, termasuk saat menghadapi Persegres nanti.
''Saya senang melihat upaya yang ditunjukkan tim. Tidak mudah menerima kekalahan dan imbang di kandang (lawan Semen Padang dan Persib Bandung) dan tentu saja penuh tekanan. Nyatanya tim tetap bisa fokus dan kembali menang lawan PBR. Ini hal positif yang saya garisbawahi,''beber pelatih asal Klaten, Jawa Tengah.
Semakin lengkapnya komposisi tim juga membuat eks pelatih Persiwa Wamena dan Persegres ini sumringah. Terbatasnya stok di pertahanan misalnya, sudah terjawab dengan kembalinya centre back Purwaka Yudhi. Bahkan dikabarkan Arema bakal menambah pemain lagi di posisi belakang.
Kapten Ahmad Bustomi juga sudah kembali menggelora bersama rekan-rekannya setelah sempat diganggu cedera di awal putaran dua. Suharno sendiri menyebut situasi positif itu sangat penting untuk keseimbangan tim. Seperti diketahui, Arema sempat limbung ketika kehilangan Bustomi dan Gustavo Lopez di lini tengah.
(aww)