Laudrup Kapok Tangani Tim Gurem
Rabu, 04 Juni 2014 - 07:13 WIB
Laudrup Kapok Tangani Tim Gurem
A
A
A
BRONDBY - Michael Laudrup dalam beberapa tahun belakangan cukup dikenal sebagai pelatih yang menangani tim-tim kecil. Namun, kini pelatih berkebangsaan Denmark itu menegaskan bahwa dirinya sudah emoh untuk mengarsiteki tim-tim gurem di liga-liga top Eropa.
Pria 49 tahun tersebut, terakhir bertugas memimpin tim Liga Premier Inggris, Swansea City. Sayangnya, Laudrup harus didepak dari Liberty Stadium, Februari lalu, kendati telah mempersembahkan gelar Piala Liga di musim sebelumnya.
Laudrup mengaku bahwa sekarang ini, dia tengah melakukan negosiasi untuk kembali menangani sebuah tim, dan dia tidak yakin akan mendapatkan keuntungan untuk menangani tim mediocre.
"Saya sudah melakukan pembicaraan dengan klub di Inggris dan Spanyol, san saya sekarang akan mencoba sangat hati-hati agar tidak terdengar atau terlihat arogan, karena saya tidak ingin seperti itu, tetapi mereka klub dengan tingkat yang pernah saya lalui," terang mantan pelatih Brondby itu kepada surat kabar terbitan Denmark, Politiken.
"Saya sudah mencoba klub yang lebih kecil dalam dua liga utama, Getafe dan Mallorca di Spanyol dan Swansea di Liga Premier, jadi saya tidak melihat alasan untuk mengulanginya."
"Itu membuat saya dengan dua pilihan, menunggu tawaran dari klub yang lebih besar atau mengatakan ya untuk salah satu penawaran yang datang dari klub-klub di luar Eropa."
Mantan pemain internasional Denmark itu menambahkan bahwa dirinya juga mengesampingkan kemungkinan hijrah ke Prancis, yang seperti diketahui salah satu tim kaya Ligue 1 Prancis, Monaco, tengah memburu pelatih anyar. Dia enggan terbang ke Prancis, karena faktor bahasa. "Saya telah mendapatkan tawaran dari klub Prancis, baru-baru ini juga, tapi saya secara baik-baik mengatakan tidak, terima kasih," ungkap Laudrup.
"Saya tidak bisa berbicara bahasa Prancis cukup baik dan saya tidak akan tergantung pada penafsir dan kesalahpahaman risiko dalam pekerjaan sehari-hari, yang pernah saya alami di Moskow (saat melatih Spartak)."
Pria 49 tahun tersebut, terakhir bertugas memimpin tim Liga Premier Inggris, Swansea City. Sayangnya, Laudrup harus didepak dari Liberty Stadium, Februari lalu, kendati telah mempersembahkan gelar Piala Liga di musim sebelumnya.
Laudrup mengaku bahwa sekarang ini, dia tengah melakukan negosiasi untuk kembali menangani sebuah tim, dan dia tidak yakin akan mendapatkan keuntungan untuk menangani tim mediocre.
"Saya sudah melakukan pembicaraan dengan klub di Inggris dan Spanyol, san saya sekarang akan mencoba sangat hati-hati agar tidak terdengar atau terlihat arogan, karena saya tidak ingin seperti itu, tetapi mereka klub dengan tingkat yang pernah saya lalui," terang mantan pelatih Brondby itu kepada surat kabar terbitan Denmark, Politiken.
"Saya sudah mencoba klub yang lebih kecil dalam dua liga utama, Getafe dan Mallorca di Spanyol dan Swansea di Liga Premier, jadi saya tidak melihat alasan untuk mengulanginya."
"Itu membuat saya dengan dua pilihan, menunggu tawaran dari klub yang lebih besar atau mengatakan ya untuk salah satu penawaran yang datang dari klub-klub di luar Eropa."
Mantan pemain internasional Denmark itu menambahkan bahwa dirinya juga mengesampingkan kemungkinan hijrah ke Prancis, yang seperti diketahui salah satu tim kaya Ligue 1 Prancis, Monaco, tengah memburu pelatih anyar. Dia enggan terbang ke Prancis, karena faktor bahasa. "Saya telah mendapatkan tawaran dari klub Prancis, baru-baru ini juga, tapi saya secara baik-baik mengatakan tidak, terima kasih," ungkap Laudrup.
"Saya tidak bisa berbicara bahasa Prancis cukup baik dan saya tidak akan tergantung pada penafsir dan kesalahpahaman risiko dalam pekerjaan sehari-hari, yang pernah saya alami di Moskow (saat melatih Spartak)."
(nug)