Sebut Kasus Qatar Berbau Rasis, Blatter di Kecam
Rabu, 11 Juni 2014 - 09:58 WIB
Sebut Kasus Qatar Berbau Rasis, Blatter di Kecam
A
A
A
SAO PAULO - Greg Dyke, Ketua Asosiasi Sepak Bola mengaku merasa sangat terganggu oleh reaksi presiden FIFA, Sepp Blatter yang mengatakan bahwa dugaan suap yang menyelimuti penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dilatar belakangi persoalan rasisme.
Saat menyampaikan pidato di Kongres UEFA di Sao Paulo, Ketua Asosiasi Sepak Bola itu menganggap pernyataan Blatter tersebut memicu kontroversi. Menurut laporan dailymail, Rabu (11/6) Dyke yang mengaku telah membaca artikel di Sunday Times berpendapat bahwa pemberitaan yang dikeluarkan oleh surat kabar Inggris itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan rasisme melainkan pemberitaan yang berkaitan dengan tuduhan korupsi di FIFA.
'"Mr Blatter, banyak dari kami yang sangat terganggu oleh reaksi Anda terhadap tuduhan ini. Sudah waktunya bagi FIFA untuk berhenti menyerang dan sebaiknya untuk menuntaskan masalah ini.” ujar Dyke
Seperti diketahui, sejumlah pejabat FIFA diduga menerima suap dari mantan petinggi asosiasi sepakbola Qatar, Mohamed Bin Hammam terkait penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
Dugaan suap itu mengemuka setelah Sunday Times membocorkan soal Komite Etika FIFA yang mendapatkan jutaan dokumen rahasia-termasuk surel, surat, dan bukti transfer-yang mengindikasi bahwa Bin Hammam membayar USD 5 juta (setars Rp58 miliar) kepada FIFA sebagai imbalan karena terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia.
Baca juga Sports Sindonews: Marquez Kangen Duel Sama Lorenzo
Saat menyampaikan pidato di Kongres UEFA di Sao Paulo, Ketua Asosiasi Sepak Bola itu menganggap pernyataan Blatter tersebut memicu kontroversi. Menurut laporan dailymail, Rabu (11/6) Dyke yang mengaku telah membaca artikel di Sunday Times berpendapat bahwa pemberitaan yang dikeluarkan oleh surat kabar Inggris itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan rasisme melainkan pemberitaan yang berkaitan dengan tuduhan korupsi di FIFA.
'"Mr Blatter, banyak dari kami yang sangat terganggu oleh reaksi Anda terhadap tuduhan ini. Sudah waktunya bagi FIFA untuk berhenti menyerang dan sebaiknya untuk menuntaskan masalah ini.” ujar Dyke
Seperti diketahui, sejumlah pejabat FIFA diduga menerima suap dari mantan petinggi asosiasi sepakbola Qatar, Mohamed Bin Hammam terkait penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
Dugaan suap itu mengemuka setelah Sunday Times membocorkan soal Komite Etika FIFA yang mendapatkan jutaan dokumen rahasia-termasuk surel, surat, dan bukti transfer-yang mengindikasi bahwa Bin Hammam membayar USD 5 juta (setars Rp58 miliar) kepada FIFA sebagai imbalan karena terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia.
Baca juga Sports Sindonews: Marquez Kangen Duel Sama Lorenzo
(nug)