Perbaiki Sistem dan Tak Ada Kompromi

Rabu, 18 Juni 2014 - 18:06 WIB
Perbaiki Sistem dan...
Perbaiki Sistem dan Tak Ada Kompromi
A A A
NATAL - Dua tim pesakitan sudah bakal mempertaruhkan nasib di laga kedua, Jumat (20/6) pagi WIB. Yunani yang terjerembab terlalu parah di laga perdana lalu, menghadapi Jepang yang juga kehilangan tiga angka. Siapa yang kembali lemas dipastikan bakal berkemas.

Secara umum dua tim tersebut memiliki problem yang sama, yakni rusaknya skenario yang disusun pada pertandingan pertama. Yunani yang terkenal dengan ultra-defensif nyatanya bolong-bolong di hadapan penyerang Kolombia dan kebocoran tiga gol.

Jepang juga demikian. Berharap bisa lebih kompetitif dibanding Piala Dunia sebelumnya, mengakhiri laga dengan lesu karena kurang konsistennya performa. Reparasi tim menjadi harga mati bagi Yunani maupun Jepang jelang pertemuan nanti.

Yunani hampir tak percaya bisa kalah lawan Kolombia sedemikian mudah. Hanya kebobolan empat gol dari 10 pertandingan pada babak kualifikasi, mereka bahkan sudah kecolongan tiga gol dalam satu pertandingan di Brasil. "Ini belum berakhir," cetus Pelatih Yunani Fernando Santos.

Dia memperingatkan skuadnya agar memberikan reaksi positif di pertandingan kedua menghadapi Jepang. "Kami harus berkembang. Semua kesalahan sudah dipelajari dan tidak ada kompromi untuk pertandingan lawan Jepang nanti," ujarnya kepada Reuters.

Disebutnya Yunani tidak melakukan kesalahan dalam penempatan posisi pemain atau formasi. Problem utama saat dikalahkan Kolombia adalah kacaunya sistem yang dibangun, terutama di pertahanan. Sehingga tak terlihat ciri khas mereka yang hobi membuat lawan frustrasi.

"Kondisi kami sama dengan Jepang karena menghadapi situasi sulit. Reaksi Yunani akan sangat menentukan dalam pertandingan nanti. Saya rasa tim ini masih memiliki potensi dan peluang (menang)," ujar striker flamboyan Yunani Giorgos Samaras.

Sebenarnya bukan hanya pertahanan yang bermasalah. Barisan depan mereka juga layak dipertanyakan karena minimnya ancaman yang diberikan kepada lawan. Diprediksi Yunani akan lebih bermain agresif dibanding gaya khas bertahan selama ini.

Jepang menghadapi problem lain. Tidak konsistennya penampilan tim negeri Matahari Terbit membuat mereka celaka. Bermain lumayan apik di paruh pertama, tidak berlanjut di babak kedua. Ini menjadi beban pikiran Pelatih Jepang Alberto Zaccheroni.

"Kami tidak dalam mental yang bagus (setelah kalah). Tugas menjadi semakin berat karena tidak ada pilihan lain kecuali menang. Tapi saya optimistis tim memiliki kemauan untuk memperbaiki semuanya lawan Yunani. Spirit tim masih positif," ujar gelandang Jepang Keisuke Honda.

Kemampuan Jepang membobol jala Pantai Gading menurutnya menjadi bukti Jepang masih memiliki prospek. Sejauh timnya bisa lebih konsisten sepanjang laga, menurutnya tidak ada persoalan yang layak dikhawatiran di laga kontra Yunani. "Kami harus memperbaiki sistem," imbuhnya.

Honda sendiri dianggap sebagai salah satu pemain yang gagal memberi kontribusi optimal untuk timnya di laga lawan Pantai Gading. Namun justru kapten Makoto Hasebe yang bermain lumayan, ditarik pada babak kedua sehingga keseimbangan Jepang akhirnya hilang.

Legenda sepak bola Jepang Hidetoshi Nakata pun mempertanyakan permainan Jepang. "Mereka harus menunjukkan gaya permainan bagaimana yang perlu dimainkan. Saya tak melihat gaya apa pun yang ditunjukkan tim Jepang dalam bermain sepak bola," kritik Nakata seperti dilansir NHK.(kukuh setyawan)
(wbs)
Berita Terkait
Arab Saudi Imbangi Jepang,...
Arab Saudi Imbangi Jepang, Beri Tekanan Timnas Indonesia
Hasil Pertandingan Kualifikasi...
Hasil Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022, Kamis (1/4/2021)
Statistik Timnas Argentina...
Statistik Timnas Argentina di Final Piala Dunia: Penasaran Kegagalan Edisi 2014
Jelang Laga Lawan Indonesia,...
Jelang Laga Lawan Indonesia, Squad Jepang Lakukan Latihan di Lapangan A SUGBK
Jepang Gulung China...
Jepang Gulung China 3-1, Buka Peluang Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026
Jepang Cetak Sejarah...
Jepang Cetak Sejarah usai Kalahkan Spanyol di Piala Dunia Wanita 2023
Berita Terkini
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
2 jam yang lalu
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik
3 jam yang lalu
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
5 jam yang lalu
Ketum PSOI Pandu Sjahrir...
Ketum PSOI Pandu Sjahrir Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Anggaran Pelatnas Multiyears
6 jam yang lalu
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
7 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved