Kisah Sukarelawati Indonesia di Piala Dunia 2014

Sabtu, 05 Juli 2014 - 09:09 WIB
Kisah Sukarelawati Indonesia...
Kisah Sukarelawati Indonesia di Piala Dunia 2014
A A A
PORTO ALEGRE - Vidyah Payapo tidak mau menyaksikan final Piala Dunia 2014 di Brazil. Dia memilih menyaksikan pertandingan paling ditunggu itu di tanah kelahiran. Alasannya sederhana. Satu-satunya sukarelawan asal Indonesia tersebut cemas Selecao tersingkir cepat atau bahkan kalah di final. Menurutnya, keadaan tersebut akan membuat Negeri Samba kacau balau dan tidak enak untuk ditinggali.

"Apalagi jika Brazil takluk dari Argentina di partai puncak. Masyarakat Brasil bakal marah. Karena itu saya memutuskan pulang tanggal 9 Juli," kata Vidyah.

Kekhawatiran Vidyah berlawanan dengan prediksi salah satu jurnalis lokal yang saya temui. Reporter Revista Veja (nama korannya) Sergio Rodrigues Pereira menyatakan Brazil akan tetap damai walau Neymar dkk gagal merebut gelar keenam sepanjang sejarah.

Terlepas perbedaan ini, Vidyah tetap mensyukuri pengalamannya ambil bagian di pesta sepak bola termegah sejagad. Bertugas di Porto Alegre, dia memiliki sejumlah momen tidak terlupakan. Yang paling berkesan terjadi pada pertandingan pertamanya, melibatkan Prancis dan Honduras di Grup E, 15 Juni silam.

Garasi Estadio Beira-Rio ternyata tidak cukup menampung bus pemain. Sarana transportasi itu tidak bisa masuk dan berhenti di luar. Alhasil pemain harus berjalan cukup jauh sebelum bertanding. "(Karim) Benzema sampai tersenyum dan geleng-geleng kepala," tuturnya.

Bertugas sebagai sukarelawan memudahkan Vidyah menyaksikan dari dekat pertandingan berkelas dan pemain-pemain bintang. Total ada lima laga yang ditontonnya langsung, terakhir duel Jerman-Aljazair di perdelapan final pada 30 Juni.

Namun, akses eksklusif ini ternyata tetap tidak membuat geraknya sepenuhnya bebas. Vidyah dilarang berfoto bersama pemain. Jika melanggar, akreditasinya bakal dicabut dan dia langsung dipulangkan. Vidyah enggan ambil risiko. Sebab, dia mengantongi kesempatan langka ini setelah menyisihkan ratusan ribu pelamar. "Bangga mewakili Indonesia, apalagi satu-satunya. Terlebih saya menunggu cukup lama menunggu konfirmasi FIFA," terangnya
(aww)
Berita Terkait
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
EKSKLUSIF! Istri ADP...
EKSKLUSIF! Istri ADP Ungkap Sisi Lain Kematian Suaminya: Janggal!
Sisi Lain Amien Rais...
Sisi Lain Amien Rais yang Jarang Diketahui Publik
Kisah Khabib Nurmagomedov...
Kisah Khabib Nurmagomedov Mengungkap Sisi Lain Kehidupan Khabib
Arkeolog Ungkap Sisi...
Arkeolog Ungkap Sisi Lain Camazotz, Batman Suku Maya
Ustad Milenial Coba...
Ustad Milenial Coba Hadirkan Sisi Lain Dinamika Kehidupan Milenial
Berita Terkini
Celuk Open 2026, Turnamen...
Celuk Open 2026, Turnamen Tenis yang Gaungkan Wellness
6 jam yang lalu
Indonesia Lampaui Target...
Indonesia Lampaui Target di Kejuaraan Tinju Asia U-19 & U-23 2026, Raih 7 Medali
8 jam yang lalu
Resmi Kolaborasi dengan...
Resmi Kolaborasi dengan MNC Group untuk Piala AFF 2026, Reza Arap: Saya Merasa Sangat Terhormat
8 jam yang lalu
Timnas Spanyol Harus...
Timnas Spanyol Harus Lihat! Botol Minum Pickford Bikin Messi dan Pemain Argentina Geleng-geleng Kepala
10 jam yang lalu
PB POBSI Tegaskan Penguatan...
PB POBSI Tegaskan Penguatan Organisasi Daerah Kunci Prestasi Biliar Nasional Menuju PON 2028
10 jam yang lalu
Link Nonton F1 Belgian...
Link Nonton F1 Belgian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
11 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved