Reputasi Rousseff Dipertaruhkan
Kamis, 10 Juli 2014 - 13:14 WIB
Reputasi Rousseff Dipertaruhkan
A
A
A
SAO PAULO - Reputasi Dilma Rousseff selaku presiden Brazil sedang dipertaruhkan setelah tuan rumah dipermalukan Jerman di semifinal Piala Dunia 2014 dengan skor telak 1-7. Pasalnya, tak sedikit media menyebut bahwa kekalahan ini akan berdampak pada peluangnya menduduki kursi kekuasaan di mana pemilihan tersebut baru akan dilaksanakan pada Oktober mendatang.
Media Brazil mencerminkan bahwa masyarakat tengah berada dalam suasana shock saat mengetahui wakil mereka tumbang di Piala Dunia. Bahkan tak sedikit media di dunia menyebut kekalahan ini merupakan penghinaan. Pasalnya, itu terjadi di depan pendukungnya sendiri.
Pendukung yang sudah mengeluarkan uang sebesar USD300 hanya untuk membeli tiket pertandingan langsung meninggalkan jalannya pertandingan di babak pertama. Wajar mereka tinggalkan jalannya pertandingan, sebab tuan rumah sudah tertinggal 0-5 atas Jerman di interval pertama tersebut.
"Seperti semua masyarakat Brazil, saya sangat seduh setelah melihat kekalahan ini. Tapi kita tidak akan membiarkan hal itu merusak diri kita terus menerus. Bagi kita semua ini merupakan peristiwa yang buruk baik bagi para penggemar maupun pemain kami," ," kicaunya diakun twitter dikutip BBC, Kamis (10/7).
Beberapa berspekulasi bahwa hasil buruk tim Samba dapat mempengaruhi peluang Rousseff dalam pemilihan presiden pada Oktober mendatang. Itulah yang diberikatakan media setempat de Sao Paulo.
"Ini adalah sebuah penghinaan dalam sejarah di Brazil dan ini telah memicu sinyal peringatan dalam pemerintahan Dilma Rousseff, yang khawatir bahwa kekalahan ini kemungkinan besar dapat mempengaruhi harapan masyarakat terutama pembangunan ekonomi," demikian sepenggal kalimat di surat kabar de Sao Paulo.
Media Brazil mencerminkan bahwa masyarakat tengah berada dalam suasana shock saat mengetahui wakil mereka tumbang di Piala Dunia. Bahkan tak sedikit media di dunia menyebut kekalahan ini merupakan penghinaan. Pasalnya, itu terjadi di depan pendukungnya sendiri.
Pendukung yang sudah mengeluarkan uang sebesar USD300 hanya untuk membeli tiket pertandingan langsung meninggalkan jalannya pertandingan di babak pertama. Wajar mereka tinggalkan jalannya pertandingan, sebab tuan rumah sudah tertinggal 0-5 atas Jerman di interval pertama tersebut.
"Seperti semua masyarakat Brazil, saya sangat seduh setelah melihat kekalahan ini. Tapi kita tidak akan membiarkan hal itu merusak diri kita terus menerus. Bagi kita semua ini merupakan peristiwa yang buruk baik bagi para penggemar maupun pemain kami," ," kicaunya diakun twitter dikutip BBC, Kamis (10/7).
Beberapa berspekulasi bahwa hasil buruk tim Samba dapat mempengaruhi peluang Rousseff dalam pemilihan presiden pada Oktober mendatang. Itulah yang diberikatakan media setempat de Sao Paulo.
"Ini adalah sebuah penghinaan dalam sejarah di Brazil dan ini telah memicu sinyal peringatan dalam pemerintahan Dilma Rousseff, yang khawatir bahwa kekalahan ini kemungkinan besar dapat mempengaruhi harapan masyarakat terutama pembangunan ekonomi," demikian sepenggal kalimat di surat kabar de Sao Paulo.
(nug)