Usia Dibatasi, PSTI Seleksi Ulang Atlet Pra PON

Sabtu, 20 September 2014 - 19:24 WIB
Usia Dibatasi, PSTI...
Usia Dibatasi, PSTI Seleksi Ulang Atlet Pra PON
A A A
SEMARANG - Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jateng berencana menggelar seleksi ulang terhadap atlet yang diproyeksikan turun dalam Pra PON. Seleksi diulang diberlakukan lantaran ada pembatasan usia atlet maksimal 27 tahun, saat turun dalam PON 2016 mendatang, yang diputuskan dalam Rakernas PP PSTI, 31 Agustus lalu.

Sebenarnya sudah ada tim Pra PON bayangan yang dibentuk, terdiri dari 12 putra dan 12 putri, yang disaring dari seleksi sebelum ada Rakernas. Karena usianya masih acak, sehingga perlu ada seleksi lagi.

"Sebelumnya seleksi dari umum dan tidak ada batasan usia. Jadi kemungkinan ada seleksi ulang, masih akan kami rapatkan dengan pengurus 27 September mendatang," ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PSTI Jateng Rasiwan, kemarin. Rasiwan menjelaskan, seleksi lagi kemungkinan akan dilakukan antara 3-6 bulan ke depan. Jika ada atlet bagus dari luar, akan tetap dimasukkan menjadi tim bayangan.

"Kami tetap ada promosi dan degradasi. Pemantapan tim dilakukan desentralisasi, paling tidak sebulan sebelum dimulai Pra PON, tim inti harus sudah terbentuk," terangnya.

Dia mengaku heran dengan pembatasan usia tersebut, karena tidak hanya sekali ini saja. Pada PON 2012, usia sudah dibatasi 25 tahun. Tapi dalam PON mendatang, berubah menjadi 27 tahun. Imbas dalam pembatasan usia pada PON 2012, satu
generasi emas Jateng hilang, padahal mereka merupakan kelahiran 1983
dan masih sangat potensial.

Ia menuding ada oknum-oknum dari daerah lain yang berupaya merubah usia, demi kepentingan prestasi di wilayahnya. "Atlet takraw itu sedikit. Mencetaknya juga sulit, " sesalnya.

Menurut dia, mengacu pada Sea Games dan Asean Games, selama ini tidak ada pembatasan usia. Padahal itu jenjang even olahraga di atasPON. Jadi sebenarnya, berapapun usia atlet di PON, tidak menghalangi untuk turun dalam kejuaraan di tingkat Asean dan Asia.

"Ini sudah melanggar HAM, menghalangi prestasi olahraga. Saya rasa keputusan pembatasan usia yang diambil secara voting itu sudah tidak bisa berubah," paparnya.
(wbs)
Berita Terkait
Beragam Kejutan Warnai...
Beragam Kejutan Warnai Pelaksanaan Pra PON Baseball 2023
Panjat Tebing Sulsel...
Panjat Tebing Sulsel Siapkan 16 Atlet Hadapi Pra-PON 2023
Tim Basket Putri Pra...
Tim Basket Putri Pra PON DKI Jakarta Jajal Kekuatan di Turnamen Beavers Cup
5 Fakta Unik PON XX...
5 Fakta Unik PON XX Papua 2021, dari Keamanan hingga Noken
7 Arena PON XX Papua...
7 Arena PON XX Papua 2021 yang Diresmikan Presiden Jokowi
Gelombang Ketujuh Kartu...
Gelombang Ketujuh Kartu Pra Kerja Mulai Dibuka Lho, Begini Cara Daftarnya
Berita Terkini
Formula 1 Hungarian...
Formula 1 Hungarian Grand Prix 2026: Jadwal Lengkap dan Link Streaming di VISION+
1 jam yang lalu
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Polygon Beri Beasiswa...
Polygon Beri Beasiswa Juara BMX Usia Dini
5 jam yang lalu
Ketum dan Bendahara...
Ketum dan Bendahara Federasi Sepak Bola Argentina Ditangkap FBI?
6 jam yang lalu
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Top Sprinter Kalahkan Haaland
8 jam yang lalu
Timnas Putri Indonesia...
Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF 2026 usai Sikat Laos 5-0
15 jam yang lalu
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved