Krusial
Sabtu, 25 Oktober 2014 - 12:19 WIB
Krusial
A
A
A
MALANG - Arema Cronus tidak boleh terlena di laga krusial Grup A babak 8 besar Indonesia Super League (ISL) 2014 menjamu Persela Lamongan, malam ini. Walau berstatus tuan rumah di Stadion Kanjuruhan, Singo Edan wajib fokus mewujudkan angka absolut.
Salah satu alasan yang mungkin membuat Arema terlena adalah fakta bahwa Persela sudah pasti tersingkir dari fase ini. Walau lawan tidak lagi punya kepentingan, bisa jadi Persela membuat kesulitan di Kanjuruhan. Ini yang terus ditekankan Pelatih Arema Suharno. Dia mengatakan secara mental anak didiknya tak ada masalah kendati baru saja kalah menyakitkan di Stadion Mandala, kandang Persipura Jayapura. "Mental tak ada persoalan. Kami harus tetap fokus bahwa ini tetap laga babak 8 besar yang butuh performa terbaik," tutur Suharno.
Dari komposisi tim, Arema akan kehilangan Thierry Gathuessi yang terkena akumulasi kartu kuning serta Dendi Santoso yang terjerat skorsing kartu merah. Itu bukan masalah besar karena Benny Wahyudi siap mengganti Thierry, sedangkan Dendi lebih berstatus pemain cadangan. Jadi, kekuatan tuan rumah tetap lebih baik dibandingkan tim tamu Persela. Singo Edan juga diperkirakan sudah diperkuat Ahmad Bustomi, kapten tim yang sempat cedera dan terpaksa absen saat melawan Persipura.
"Kami tanpa Thierry dan Dendi, tapi mungkin Bustomi sudah siap bermain. Pemain lainnya yang sempat cedera juga kondisinya membaik. Arema siap menang karena memang itu yang harus dilakukan," kata Suharno.
Pelatih asal Klaten, Jawa Tengah, itu juga mengingatkan armadanya agar tekanan untuk menang tak membuat tim terburu-buru dan hilang kendali dalam bermain, karena bisa menentukan hasil akhir. Kesabaran dan disiplin tetap harus menjadi dua aspek yang dijalankan timnya di lapangan.
Bicara rekor, idealnya Arema tidak kesulitan memenangkan duel karena dalam dua laga babak 8 besar sebelumnya selalu menang di kandang sendiri. Tim berkostum biru-biru itu bisa memenangkan pertarungan melawan Semen Padang dan Persipura yang kualitasnya di atas Persela.
Keuntungan lain adalah status pertandingan yang akhirnya boleh dihadiri Aremania. Tentu ini menjadi pemantik motivasi karena sebelumnya Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sempat menjatuhkan sanksi laga tanpa penonton karena penyalaan flare. Dari kubu seberang, Persela tetap membawa tekad tidak mau menjadi bulan-bulanan di laga ini. Walau sudah pasti tersingkir dari babak 8 besar, Laskar Joko Tingkir tidak mau menyerah begitu saja di kandang "Singa".
"Saya akan tetap menurunkan tim terbaik. Tidak ada yang namanya laga formalitas atau semacam itu. Kami memiliki harga diri dan profesionalisme di setiap pertandingan, bahkan ketika sudah tersingkir sekalipun," ujar Nakhoda Persela Eduard Tjong.
Berhasil menahan Arema 2-2 saat bertemu di Surajaya menjadi motivasi Persela, meski Eduard meyakini timnya bakal menemui tekanan lebih hebat di Kanjuruhan.
Kukuh setyawan
SABTU 25 OKTOBER 2014
Salah satu alasan yang mungkin membuat Arema terlena adalah fakta bahwa Persela sudah pasti tersingkir dari fase ini. Walau lawan tidak lagi punya kepentingan, bisa jadi Persela membuat kesulitan di Kanjuruhan. Ini yang terus ditekankan Pelatih Arema Suharno. Dia mengatakan secara mental anak didiknya tak ada masalah kendati baru saja kalah menyakitkan di Stadion Mandala, kandang Persipura Jayapura. "Mental tak ada persoalan. Kami harus tetap fokus bahwa ini tetap laga babak 8 besar yang butuh performa terbaik," tutur Suharno.
Dari komposisi tim, Arema akan kehilangan Thierry Gathuessi yang terkena akumulasi kartu kuning serta Dendi Santoso yang terjerat skorsing kartu merah. Itu bukan masalah besar karena Benny Wahyudi siap mengganti Thierry, sedangkan Dendi lebih berstatus pemain cadangan. Jadi, kekuatan tuan rumah tetap lebih baik dibandingkan tim tamu Persela. Singo Edan juga diperkirakan sudah diperkuat Ahmad Bustomi, kapten tim yang sempat cedera dan terpaksa absen saat melawan Persipura.
"Kami tanpa Thierry dan Dendi, tapi mungkin Bustomi sudah siap bermain. Pemain lainnya yang sempat cedera juga kondisinya membaik. Arema siap menang karena memang itu yang harus dilakukan," kata Suharno.
Pelatih asal Klaten, Jawa Tengah, itu juga mengingatkan armadanya agar tekanan untuk menang tak membuat tim terburu-buru dan hilang kendali dalam bermain, karena bisa menentukan hasil akhir. Kesabaran dan disiplin tetap harus menjadi dua aspek yang dijalankan timnya di lapangan.
Bicara rekor, idealnya Arema tidak kesulitan memenangkan duel karena dalam dua laga babak 8 besar sebelumnya selalu menang di kandang sendiri. Tim berkostum biru-biru itu bisa memenangkan pertarungan melawan Semen Padang dan Persipura yang kualitasnya di atas Persela.
Keuntungan lain adalah status pertandingan yang akhirnya boleh dihadiri Aremania. Tentu ini menjadi pemantik motivasi karena sebelumnya Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sempat menjatuhkan sanksi laga tanpa penonton karena penyalaan flare. Dari kubu seberang, Persela tetap membawa tekad tidak mau menjadi bulan-bulanan di laga ini. Walau sudah pasti tersingkir dari babak 8 besar, Laskar Joko Tingkir tidak mau menyerah begitu saja di kandang "Singa".
"Saya akan tetap menurunkan tim terbaik. Tidak ada yang namanya laga formalitas atau semacam itu. Kami memiliki harga diri dan profesionalisme di setiap pertandingan, bahkan ketika sudah tersingkir sekalipun," ujar Nakhoda Persela Eduard Tjong.
Berhasil menahan Arema 2-2 saat bertemu di Surajaya menjadi motivasi Persela, meski Eduard meyakini timnya bakal menemui tekanan lebih hebat di Kanjuruhan.
Kukuh setyawan
SABTU 25 OKTOBER 2014
(bbg)