Klub Lain Mulai Lirik Pemain PSIS
Jum'at, 07 November 2014 - 16:03 WIB
Klub Lain Mulai Lirik Pemain PSIS
A
A
A
SEMARANG - Performa apik PSIS Semarang musim ini yang mampu menembus hingga babak delapan besar membawa berkah bagi para pemainnya. Meski kontrak pemain baru berakhir pada 10 November, tawaran untuk membela klub lain sudah banyak berdatangan.
Namun demikian, para pemain belum berani mengambil sikap untuk tetap akan membela Mahesa Jenar pada kompetisi Divisi Utama 2015, atau memutuskan untuk hijrah ke klub lainnya.
Pasalnya, pemain masih dihantui oleh ancaman sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis). Tidak hanya para pelaku aksi gol bunuh diri, pemain yang ikut turun dalam pertandingan, ataupun hanya sekedar memanaskan bangku cadangan, masih ketar-ketir.
Jika memenuhi tawaran dari klub lain, namun belakangan justru disanksi bermain, tentu ini sebuah kerugian bagi klub karena tidak bisa diturunkan jika sanksinya larangan bertanding hingga berbulan-bulan.
“Meski saya hanya pemain cadangan, kata Ketua Komdis Hinca Panjaitan sanksinya ringan. Akan diputuskan pada 11 November,” kata winger PSIS Ahmad Nufiandani, kemarin.
Nufiandani bersama 13 pemain lainnya pada Kamis (6/10) diperiksa Komdis PSSI terkait aksi sepak bola gajah antara PSS Sleman dan PSIS Semarang di Stadion AAU, Berbah, Sleman, Minggu (16/10).
Dia mengaku sudah dihubungi satu dua klub, tapi dirinya belum memberikan jawaban pasti. Dia masih menunggu kepastian sanksi nanti seperti apa. Pihaknya juga tidak bisa memastikan apakah musim depan tetap membela PSIS. Informasi yang diterimanya, pemain musim ini tetap akan dipertahankan untuk musim depan.
“Ya tergantung, masih dipakai atau tidak. Saya sebenarnya senang di PSIS, di sini pemain kompak, malah terakhir-terakhir apes,” tutur pemain yang sebelumnya membela Persijap Jepara.
Menurut dia, secara finansial PSIS cukup bagus dibandingkan klub yang mengincarnya itu.
“Gaji saya masih ada kekurangan sedikit, ini masih saya tunggu,” jelasnya.
Tawaran untuk membela klub lain juga disampaikan oleh winger kiri andalan Frankey Mahendra. Pemain berpostur mungil ini sudah mendapat ajakan dari klub Divisi Utama Persinga Ngawi dan bekas klubnya Persipur Purwodadi.
“Kalau di Persipur, saya dijanjikan pekerjaan. Dari tim ISL tawaran belum ada,” katanya.
Namun demikian, dia belum bisa memutuskan apakah musim depan akan hijrah, karena masih menunggu pengumuman dari manajemen terkait kepastian kontrak pemain. Kepastian untuk tetap bergabung akan melihat situasi terlebih dulu.
“Saya harus lihat kondisi dulu seperti apa,” paparnya. Jelang berakhirnya kontrak pemain, sejumlah penggawa PSIS sudah berkemas-kemas untuk pulang ke daerahnya. Seperti bek kiri Welly Siagian, sudah bersiap untuk meninggalkan mess.
Dia juga belum memikirkan musim depan akan membela PSIS lagi atau tidak. “Belum tahu, lihat kondisi dulu,” ujarnya.
Namun demikian, para pemain belum berani mengambil sikap untuk tetap akan membela Mahesa Jenar pada kompetisi Divisi Utama 2015, atau memutuskan untuk hijrah ke klub lainnya.
Pasalnya, pemain masih dihantui oleh ancaman sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis). Tidak hanya para pelaku aksi gol bunuh diri, pemain yang ikut turun dalam pertandingan, ataupun hanya sekedar memanaskan bangku cadangan, masih ketar-ketir.
Jika memenuhi tawaran dari klub lain, namun belakangan justru disanksi bermain, tentu ini sebuah kerugian bagi klub karena tidak bisa diturunkan jika sanksinya larangan bertanding hingga berbulan-bulan.
“Meski saya hanya pemain cadangan, kata Ketua Komdis Hinca Panjaitan sanksinya ringan. Akan diputuskan pada 11 November,” kata winger PSIS Ahmad Nufiandani, kemarin.
Nufiandani bersama 13 pemain lainnya pada Kamis (6/10) diperiksa Komdis PSSI terkait aksi sepak bola gajah antara PSS Sleman dan PSIS Semarang di Stadion AAU, Berbah, Sleman, Minggu (16/10).
Dia mengaku sudah dihubungi satu dua klub, tapi dirinya belum memberikan jawaban pasti. Dia masih menunggu kepastian sanksi nanti seperti apa. Pihaknya juga tidak bisa memastikan apakah musim depan tetap membela PSIS. Informasi yang diterimanya, pemain musim ini tetap akan dipertahankan untuk musim depan.
“Ya tergantung, masih dipakai atau tidak. Saya sebenarnya senang di PSIS, di sini pemain kompak, malah terakhir-terakhir apes,” tutur pemain yang sebelumnya membela Persijap Jepara.
Menurut dia, secara finansial PSIS cukup bagus dibandingkan klub yang mengincarnya itu.
“Gaji saya masih ada kekurangan sedikit, ini masih saya tunggu,” jelasnya.
Tawaran untuk membela klub lain juga disampaikan oleh winger kiri andalan Frankey Mahendra. Pemain berpostur mungil ini sudah mendapat ajakan dari klub Divisi Utama Persinga Ngawi dan bekas klubnya Persipur Purwodadi.
“Kalau di Persipur, saya dijanjikan pekerjaan. Dari tim ISL tawaran belum ada,” katanya.
Namun demikian, dia belum bisa memutuskan apakah musim depan akan hijrah, karena masih menunggu pengumuman dari manajemen terkait kepastian kontrak pemain. Kepastian untuk tetap bergabung akan melihat situasi terlebih dulu.
“Saya harus lihat kondisi dulu seperti apa,” paparnya. Jelang berakhirnya kontrak pemain, sejumlah penggawa PSIS sudah berkemas-kemas untuk pulang ke daerahnya. Seperti bek kiri Welly Siagian, sudah bersiap untuk meninggalkan mess.
Dia juga belum memikirkan musim depan akan membela PSIS lagi atau tidak. “Belum tahu, lihat kondisi dulu,” ujarnya.
(wbs)