Persib Terancam tanpa Pelatih di LCA 2015
Kamis, 13 November 2014 - 09:50 WIB
Persib Terancam tanpa Pelatih di LCA 2015
A
A
A
BANDUNG - Pelatih Persib Bandung Djadjang ''Djanur'' Nurdjaman menghadapi kendala lisensi kepelatihan di Liga Champions Asia (LCA) atau Piala AFC 2015. Pasalnya, Djanur hanya mengantongi lisensi C AFC.
Padahal, menurut aturan di LCA, setiap pelatih kepala harus memiliki lisensi A AFC dan asisten pelatih memegang sertifikat B AFC. Sedangkan di Piala AFC, pelatih kepala wajib memiliki lisensi B AFC dan asisten pelatih C AFC.
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar pun menyadari saat ini timnya tengah dirundung masalah khususnya yang terjadi pada pelatih kepala. Umuh hanya berharap, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan bantuan dengan mengupayakan agar Djanur dapat segera memiliki lisensi yang lebih tinggi dari yang dimiliki saat ini.
"Seharusnya dari PSSI mengupayakan karena Djadjang pelatih yang luar biasa karena mengalahkan para pelatih asing hingga membawa Persib juara. Pelatih asing itu tidak mampu, tapi Djadjang bisa membuktikan. Sebagai putra daerah, pelatih lokal asal Bandung, mantan pemain dan pernah membawa juara baik menjadi pemain atau pelatih. Mudah-mudahan dari PSSI membantu bagaimana caranya," ujar Umuh, kemarin.
Hal itu pula, lanjut Umuh yang menjadi alasan pihaknya memperpanjang kontrak pelatih yang akrab disapa Djanur itu, untuk tetap menukangi Maung Bandung pada kompetisi ISL 2015 mendatang.
"Saya takut kalau mendatangkan pelatih baru yang punya lisensi tinggi tidak cocok. Untuk itu, mudah-mudahan ada pertimbangan yang matang dari PSSI," harapnya.
Sementara itu, Djanur enggan berkomentar lebih banyak. Namun dia berharap permintaan Umuh Muchtar dapat segera diterima PSSI.
"Saya tahu, ini yang menjadi kendala saya. Dan saya terimakasih kalau ada perjuangan dan solusinya. Yang jelas saya siap kalau harus memenuhi persyaratan untuk mendapatkan lisensi tersebut," singkat Djanur.
Padahal, menurut aturan di LCA, setiap pelatih kepala harus memiliki lisensi A AFC dan asisten pelatih memegang sertifikat B AFC. Sedangkan di Piala AFC, pelatih kepala wajib memiliki lisensi B AFC dan asisten pelatih C AFC.
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar pun menyadari saat ini timnya tengah dirundung masalah khususnya yang terjadi pada pelatih kepala. Umuh hanya berharap, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan bantuan dengan mengupayakan agar Djanur dapat segera memiliki lisensi yang lebih tinggi dari yang dimiliki saat ini.
"Seharusnya dari PSSI mengupayakan karena Djadjang pelatih yang luar biasa karena mengalahkan para pelatih asing hingga membawa Persib juara. Pelatih asing itu tidak mampu, tapi Djadjang bisa membuktikan. Sebagai putra daerah, pelatih lokal asal Bandung, mantan pemain dan pernah membawa juara baik menjadi pemain atau pelatih. Mudah-mudahan dari PSSI membantu bagaimana caranya," ujar Umuh, kemarin.
Hal itu pula, lanjut Umuh yang menjadi alasan pihaknya memperpanjang kontrak pelatih yang akrab disapa Djanur itu, untuk tetap menukangi Maung Bandung pada kompetisi ISL 2015 mendatang.
"Saya takut kalau mendatangkan pelatih baru yang punya lisensi tinggi tidak cocok. Untuk itu, mudah-mudahan ada pertimbangan yang matang dari PSSI," harapnya.
Sementara itu, Djanur enggan berkomentar lebih banyak. Namun dia berharap permintaan Umuh Muchtar dapat segera diterima PSSI.
"Saya tahu, ini yang menjadi kendala saya. Dan saya terimakasih kalau ada perjuangan dan solusinya. Yang jelas saya siap kalau harus memenuhi persyaratan untuk mendapatkan lisensi tersebut," singkat Djanur.
(aww)