Filipina Ogah Kejeblos di Duel Awal
Sabtu, 22 November 2014 - 00:58 WIB
Filipina Ogah Kejeblos di Duel Awal
A
A
A
HANOI - Sama seperti Indonesia dan Vietnam yang mematok kemenangan di laga perdana Grup A Piala AFF 2014, Filipina pun ogah kejeblos di duel awal. Laos yang akan dihadapi merupakan salah satu tim yang pernah membuat repot tim dengan julukan The Azkals itu.
Filipina sekarang memang menjadi kekuatan baru di kancah sepak bola Asia Tenggara. Didominasi pemain naturalisasi, anak asuh Thomas Dooley bisa menjadi kuda hitam buat Indonesia dan Vietnam. Meski begitu Laos pun tidak bisa dipandang sebelah mata mengingat bermain tanpa beban bakal mengangkat moril pemain dan bisa membuat kejutan.
Dooley mengakui Laos adalah tim yang sulit dijinakan. Tiga kali pertemuan, Filipina belum pernah sekali pun merasakan kemenangan di kualifikasi Piala AFF. Kemenangan baru diperoleh saat di AFC Challenge Cup dengan skor 2-0 pada Mei silam.
"Pertandingan (Sabtu) besok adalah yang paling penting untuk turnamen ini. Ini adalah laga pertama dan jika kalah, akan sangat sulit mendapatkan poin melawan Indonesia dan Vietnam untuk bisa melaju ke babak berikutnya," kata Dooley, mantan kapten Amerika Serikat yang mengambil alih tampuk kepelatihan The Azkals dari Michael Weiss seperti dilansir laman resmi turnamen, Jumat (21/11).
"Fokus kami adalah 100 persen pada pertandingan besok. Saya tidak ingin menghabiskan waktu memikirkan pertandingan lainnya, walau hanya satu menit pun, " sambung Dooley.
Stadion My Dinh, yang akan menjadi tempat pertandingan, mempunyai kenangan indah buat skuat Filipina. Di stadion yang menjadi kembanggaan masyarakat Vietnam mereka pernah meraih kemenangan penting di gelaran Piala AFF 2010 lalu atas tuan rumah 2-0.
“Para pemain (senior) telah membicarakan tentang hal itu (2010). Para pemain sangat menantikan turnamen ini dan tidak bisa menunggu lagi untuk bermain karena jaraknya sangat dekat (2010 dan 2012). Mereka sangat antusias tentang hal itu. Mereka harus mengatasi tekanan yang mereka berikan dan mengubahnya menjadi kesuksesan.”
Dooley berharap Phil Younghusband bisa menambah catatannya mencetak 40 gol internasionalnya, dengan batu loncatan diraih pekan lalu berkat kemenangan 3-0 atas Kamboja, dan Mark Hartmann bisa menemukan permainan terbaiknya seperti terlihat ketika mencetak empat gol melawan Papua Nugini, Oktober lalu.
Sementara itu, pelatih Laos, David Booth, percaya tim mudanya memiliki kemampuan untuk memberikan masalah kepada rival mereka di grup ini. ‘Kami telah bermain bersama di Asian Games (September) dan kami memiliki pengalaman bagus di sana melawan Korea Selatan, Arab Saudi, dan Malaysia dan kami telah bersama sejak itu,” kata pelatih kaya pengalaman ini.
“Kami lolos dari babak kualifikasi jadi kami ingin memantapkan posisi kami dalam kompetisi ini. Saya pikir tiga tim lainnya akan melihat pertandingan melawan Laos mungkin sebagai laga paling mudah bagi mereka. Kami ingin menyulitkan mereka semua. Kami adalah tim muda dan mereka bisa bermain dengan baik pada setiap pertandingan. Jika mereka diremehkan, mereka bisa menyakiti lawannya."
Filipina sekarang memang menjadi kekuatan baru di kancah sepak bola Asia Tenggara. Didominasi pemain naturalisasi, anak asuh Thomas Dooley bisa menjadi kuda hitam buat Indonesia dan Vietnam. Meski begitu Laos pun tidak bisa dipandang sebelah mata mengingat bermain tanpa beban bakal mengangkat moril pemain dan bisa membuat kejutan.
Dooley mengakui Laos adalah tim yang sulit dijinakan. Tiga kali pertemuan, Filipina belum pernah sekali pun merasakan kemenangan di kualifikasi Piala AFF. Kemenangan baru diperoleh saat di AFC Challenge Cup dengan skor 2-0 pada Mei silam.
"Pertandingan (Sabtu) besok adalah yang paling penting untuk turnamen ini. Ini adalah laga pertama dan jika kalah, akan sangat sulit mendapatkan poin melawan Indonesia dan Vietnam untuk bisa melaju ke babak berikutnya," kata Dooley, mantan kapten Amerika Serikat yang mengambil alih tampuk kepelatihan The Azkals dari Michael Weiss seperti dilansir laman resmi turnamen, Jumat (21/11).
"Fokus kami adalah 100 persen pada pertandingan besok. Saya tidak ingin menghabiskan waktu memikirkan pertandingan lainnya, walau hanya satu menit pun, " sambung Dooley.
Stadion My Dinh, yang akan menjadi tempat pertandingan, mempunyai kenangan indah buat skuat Filipina. Di stadion yang menjadi kembanggaan masyarakat Vietnam mereka pernah meraih kemenangan penting di gelaran Piala AFF 2010 lalu atas tuan rumah 2-0.
“Para pemain (senior) telah membicarakan tentang hal itu (2010). Para pemain sangat menantikan turnamen ini dan tidak bisa menunggu lagi untuk bermain karena jaraknya sangat dekat (2010 dan 2012). Mereka sangat antusias tentang hal itu. Mereka harus mengatasi tekanan yang mereka berikan dan mengubahnya menjadi kesuksesan.”
Dooley berharap Phil Younghusband bisa menambah catatannya mencetak 40 gol internasionalnya, dengan batu loncatan diraih pekan lalu berkat kemenangan 3-0 atas Kamboja, dan Mark Hartmann bisa menemukan permainan terbaiknya seperti terlihat ketika mencetak empat gol melawan Papua Nugini, Oktober lalu.
Sementara itu, pelatih Laos, David Booth, percaya tim mudanya memiliki kemampuan untuk memberikan masalah kepada rival mereka di grup ini. ‘Kami telah bermain bersama di Asian Games (September) dan kami memiliki pengalaman bagus di sana melawan Korea Selatan, Arab Saudi, dan Malaysia dan kami telah bersama sejak itu,” kata pelatih kaya pengalaman ini.
“Kami lolos dari babak kualifikasi jadi kami ingin memantapkan posisi kami dalam kompetisi ini. Saya pikir tiga tim lainnya akan melihat pertandingan melawan Laos mungkin sebagai laga paling mudah bagi mereka. Kami ingin menyulitkan mereka semua. Kami adalah tim muda dan mereka bisa bermain dengan baik pada setiap pertandingan. Jika mereka diremehkan, mereka bisa menyakiti lawannya."
(bbk)