Hukuman Harus Junjung Asas Keadilan

Rabu, 03 Desember 2014 - 00:16 WIB
Hukuman Harus Junjung...
Hukuman Harus Junjung Asas Keadilan
A A A
SEMARANG - Tim kuasa hukum yang akan melayangkan upaya banding ke Komisi Banding (Komding) menyatakan masih melihat pasal demi pasal yang dikenakan oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI untuk menghukum para pemain, tim pelatih dan manajemen yang terlibat dalam sepak bola gajah.

Ketua tim kuasa hukum PSIS, Kairul Anwar mengaku akan melihat lebih dulu pasal demi pasal salinan putusan dari Komdis dalam memberikan hukuman kepada tim. Setelah itu pihaknya baru mematangkan memori banding.

“Penerapan hukumannya, apakah itu memenuhi aspek keadilan?. Dari sisi itu, yang mengatur tentang itu apa, nanti ada alasan-alasan hukum yang akan disiapkan,” ungkap Kairul Anwar, kemarin

Kairul mengaku sejauh ini belum mendapatkan aturan Statuta FIFA, yang dijadikan dasar tertinggi untuk menghukum pemain PSIS, tim pelatih dan manajemen yang terlibat dalam sepak bola gajah. “Ini sedang kami cari, mudah-mudahan dapat. Karena ruhnya ada di situ,” terangnya.

Komdis PSSI menggunakan Statuta FIFA dan pasal- pasal di Kode Disiplin PSSI untuk menghukum para pelaku yang terlibat dalam sepak bola gajah. Tim kuasa hukum PSIS baru mendapatkan salinan Kode Disiplin PSSI.

“Soal materinya belum bisa saya sampaikan, karena ini bukan untuk konsumsi publik, dan segera kita layangkan kepada Komisi Banding. Kami nanti juga akan sampaikan fakta-fakta baru lagi,” terangnya.

Seperti diketahui, manajemen PSIS membentuk tim kuasa hukum yang diketuai Kairul Anwar untuk mengurus upaya banding.

Langkah ini ditempuh untuk memperingan hukuman para pemain PSIS, tim pelatih dan manajemen yang dihukum bervariasi. Ada yang larangan bermain bola seumur hidup, selama 5 tahun dan satu tahun dengan percobaan 5 tahun, sebagai buntut dari sepak bola gajah saat Mahesa Jenar dijamu PSS Sleman di Stadion AAU, Berbah, Sleman, 26 Oktober lalu.

Larangan seumur hidup diterima oleh empat pemain, di antaranya Fadly Manna, Komaedi, Catur Adi Nugroho, dan Saptono. Adapun pemain yang ikut bertanding dalam laga tersebut dikenai hukuman larangan bermain bola 5 tahun, yang dibangku cadangan larangan 1 tahun. Manajer Tim Wahyu Winarto juga mendapat sanksi seumur hidup, sama dengan Pelatih Kepala PSIS Eko Riyadi.

Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang, perusahaan pengelola PSIS Semarang Yoyok Sukawi mengaku siap tidak menggunakan jasa Eko Riyadi lagi jika yang bersangkutan masih disanksi PSSI.

“Kalau di-sanksi, musim depan tentu tidak digunakan lagi,” kata pemilik nama asli Alamsyah Satyanegara Sukawijaya ini.

Sementara, juru bicara Komisi Banding PSSI Alfred Simanjuntak mengaku masih akan melihat memori banding yang akan disampaikan kepada PSIS. “Tentu akan kami nilai dan kaji, dalam Statuta FIFA dan Kode Disiplin boleh banding atau tidak dulu, sebelum kami sidangkan,” ucap Alfred.
(wbs)
Berita Terkait
Liga 2 Tercoreng, Kalteng...
Liga 2 Tercoreng, Kalteng Putra vs PSBS Biak Dihiasi Baku Pukul
Perwakilan Klub dan...
Perwakilan Klub dan Asosiasi Pemain Temui Menpora Minta Liga 2 Kembali Bergulir
Pemain Gresik United...
Pemain Gresik United Pilih Pulang Kampung Menjadi Petani
Persib Vs Persija :...
Persib Vs Persija : Kemenangan Jadi Harga Mati Kedua Tim
Usai Jalani Uji Coba...
Usai Jalani Uji Coba Terakhir, VAR Sudah Siap Digunakan di Liga 1
Kesalahan Wasit Masih...
Kesalahan Wasit Masih Terulang, Liga 1 Bakal Ada VAR di Musim Depan?
Berita Terkini
Heboh Email AFA Diretas...
Heboh Email AFA Diretas Sebut Argentina Diuntungkan Wasit
41 menit yang lalu
Alarm Bahaya untuk Argentina...
Alarm Bahaya untuk Argentina Jelang Perempat Final Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Blunder Senne Lammens...
Blunder Senne Lammens dan Pelukan Courtois
3 jam yang lalu
Argentina vs Swiss:...
Argentina vs Swiss: La Albiceleste Dibayangi Tembok Kokoh La Nati
4 jam yang lalu
Profil Joao Pinheiro,...
Profil Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
5 jam yang lalu
Norwegia vs Inggris:...
Norwegia vs Inggris: Duel Panas Menuju Empat Besar
7 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved