Emral Abus Masuk, Djanur Kehilangan Posisi
Rabu, 07 Januari 2015 - 16:08 WIB
Emral Abus Masuk, Djanur Kehilangan Posisi
A
A
A
BANDUNG - Masuknya Emral Abus yang diposisikan sebagai pelatih Persib Bandung di babak play off Asian Champions League (ACL) 2015, membuat Djadjang Nurdjaman atau yang akrab disapa Djanur kehilangan posisi. Sampai saat ini manajemen Persib sendiri masih bingung tempat yang akan diisi Djanur di kompetisi Asia itu.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Zaenuri Hasyim mengatakan pihaknya belum memberikan putusan apa-apa soal posisi Djanur. Masih perlu beberapa kajian mengingat aturan AFC yang terbilang cukup ketat.
Menurut aturan yang diberlakukan dalam menghadapi ACL, pelatih kepala diharuskan mengantongi lisensi kepelatihan A AFC sedangkan untuk asisten pelatih berlisensi B AFC.
Tentu saja dengan kondisi tersebut posisi Djanur di Persib Bandung semakin sulit. Meski sudah menjalani kursus kepelatihan untuk mendapatkan lisensi B AFC, namun hingga kini sertifikat lisensi B AFC tersebut belum didapatkan.
"Sampai saat ini belum kita bicarakan posisi Djadjang, teknisnya seperti apa nantinya. Karena kita juga mau tidak mau harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan AFC," ujar Zaenuri, Rabu (7/1/2015).
Rencananya, posisi kepelatihan tim Maung Bandung ini akan dibahas pada Jumat (9/1/2015), bersama jajaran manajemen PT PBB lainnya. Sekaligus mendatangkan Emral Abus yang sudah ditunjuk menjadi pelatih kepala Maung Bandung khusus di ACL 2015.
"Kita akan bahas teknisnya seperti apa. Termasuk posisi Emral Abus. Apa mau dia hanya menjadi pendamping saja secara administrasi?. Karena pada dasarnya, kita juga inginnya Djadjang menjadi pelatih. Selain sudah dekat dengan pemain, Djadjang juga otak dari permainan Persib. Secara administrasi kita inginnya seperti itu, kalau di lapangannya, nah itu nanti yang akan kita bahas," jelasnya.
Dengan begitu, dia berharap permasalahan yang terjadi di kubu Maung Bandung terutama dalam susunan kepelatihan dapat menemukan titik terang. Sehingga tidak mempengaruhi juga permainan skuat Maung Bandung.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Zaenuri Hasyim mengatakan pihaknya belum memberikan putusan apa-apa soal posisi Djanur. Masih perlu beberapa kajian mengingat aturan AFC yang terbilang cukup ketat.
Menurut aturan yang diberlakukan dalam menghadapi ACL, pelatih kepala diharuskan mengantongi lisensi kepelatihan A AFC sedangkan untuk asisten pelatih berlisensi B AFC.
Tentu saja dengan kondisi tersebut posisi Djanur di Persib Bandung semakin sulit. Meski sudah menjalani kursus kepelatihan untuk mendapatkan lisensi B AFC, namun hingga kini sertifikat lisensi B AFC tersebut belum didapatkan.
"Sampai saat ini belum kita bicarakan posisi Djadjang, teknisnya seperti apa nantinya. Karena kita juga mau tidak mau harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan AFC," ujar Zaenuri, Rabu (7/1/2015).
Rencananya, posisi kepelatihan tim Maung Bandung ini akan dibahas pada Jumat (9/1/2015), bersama jajaran manajemen PT PBB lainnya. Sekaligus mendatangkan Emral Abus yang sudah ditunjuk menjadi pelatih kepala Maung Bandung khusus di ACL 2015.
"Kita akan bahas teknisnya seperti apa. Termasuk posisi Emral Abus. Apa mau dia hanya menjadi pendamping saja secara administrasi?. Karena pada dasarnya, kita juga inginnya Djadjang menjadi pelatih. Selain sudah dekat dengan pemain, Djadjang juga otak dari permainan Persib. Secara administrasi kita inginnya seperti itu, kalau di lapangannya, nah itu nanti yang akan kita bahas," jelasnya.
Dengan begitu, dia berharap permasalahan yang terjadi di kubu Maung Bandung terutama dalam susunan kepelatihan dapat menemukan titik terang. Sehingga tidak mempengaruhi juga permainan skuat Maung Bandung.
(bbk)