Kasus Vaquero, Sriwijaya FC Hati-hati dengan Agen Nakal
Jum'at, 16 Januari 2015 - 10:59 WIB
Kasus Vaquero, Sriwijaya FC Hati-hati dengan Agen Nakal
A
A
A
PALEMBANG - Pencoretan Christian Vaquero karena tidak lolos verifikasi oleh PT. Liga Indonesia direspons manajemen Sriwijaya FC (SFC). Belajar dari kasus ini, manajemen PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) lebih berhati-hati lagi menjalin hubungan dengan para agen pemain yang nakal.
Kejadian serupa pernah dialami oleh manajemen selama berkali-kali di masa kepelatihan Ivan Kolev musim 2010/ 2011. Pertama pemain asing asal Brazil, Julio Cesar Mendes Moriera dan Milorad Simonovic dari Australia. Kemudian pihak agen harus mengembalikan semua pembayaran telah di berikan seperti, uang down payment (DP) sebesar 25 persen.
Tidak hanya itu saja, di masa perekrutan besar-besaran Ivan Kolev tercatat telah memulangkan beberapa pemain asing dari tawaran para agen nakal dengan alasan tidak berkualitas. Yakni, Luis Alejandro Pena (Chile), Ebrahimi Pejan (Iran) Dusan Bogdanovic (Serbia), Leonardo Felicia (Argentina), Lim Hyun Ho (Korea Selatan), Josh Meguire (Australia), Wang Weilong (China), Han Ji Ho (Korea Selatan), Ebrahimi Pejam (Iran), dan Luis Alejandro Pena (Chile).
Di masa kepelatihan Rahmad Darmawan 2007-2010, manajemen pun ditipu agen pemain asing asal Liberia, Oliver Makor harus dipulangkan lagi ke negara asalnya. Lantaran PT. Liga Indonesia mengumumkan pemain tersebut tidak layak merumput di Indonesia karena hanya bermain di Divisi III klub asal Yunani.
''Tidak apa-apa memang semuanya risiko. Tetapi tentunya ini menjadi pelajaran kami untuk lebih hati-hati lagi. Sebab kita masih butuh satu pemain kuota pemain asing lagi,''kata Manajer PT.SOM Robert Heri.
Robert mengaku, pihaknya akan lebih berhati-hati lagi dan selalu melakukan koordinas kepada pelatih agar tidak terjadi seperti perekrutan Vaquero. Dilanjutkannya, pihaknya tengah melakukan komunikasi dengan dua agen ternama untuk mendapatkan pemain anyar.
''Kami melakukan pendekatan dengan dua agen, pak Eko (Subekti) dan (Francis) Younga. Kita juga memiliki hubungan baik dengan mereka. Ada dua pemain yang kita dekati melalui mereka berdua,''pungkasnya.
Sementara itu pelatih SFC Benny “Bendol” Dollo mengaku tetap ingin mencari pemain asing dari liga domestic. Dia sengaja ingin mencari talenta baru pemain asing dari liga domestik negara lain.
''Saya mau cari pemain asing dari luar agar kekuatan dia tidak bisa diukur oleh lawan kita di ISL. Ada dua atau tiga pemain akan saya seleksi nanti, semua di antara mereka sesuai dengan harapan kita untuk mengganti Vaquero,''ucapnya.
Kejadian serupa pernah dialami oleh manajemen selama berkali-kali di masa kepelatihan Ivan Kolev musim 2010/ 2011. Pertama pemain asing asal Brazil, Julio Cesar Mendes Moriera dan Milorad Simonovic dari Australia. Kemudian pihak agen harus mengembalikan semua pembayaran telah di berikan seperti, uang down payment (DP) sebesar 25 persen.
Tidak hanya itu saja, di masa perekrutan besar-besaran Ivan Kolev tercatat telah memulangkan beberapa pemain asing dari tawaran para agen nakal dengan alasan tidak berkualitas. Yakni, Luis Alejandro Pena (Chile), Ebrahimi Pejan (Iran) Dusan Bogdanovic (Serbia), Leonardo Felicia (Argentina), Lim Hyun Ho (Korea Selatan), Josh Meguire (Australia), Wang Weilong (China), Han Ji Ho (Korea Selatan), Ebrahimi Pejam (Iran), dan Luis Alejandro Pena (Chile).
Di masa kepelatihan Rahmad Darmawan 2007-2010, manajemen pun ditipu agen pemain asing asal Liberia, Oliver Makor harus dipulangkan lagi ke negara asalnya. Lantaran PT. Liga Indonesia mengumumkan pemain tersebut tidak layak merumput di Indonesia karena hanya bermain di Divisi III klub asal Yunani.
''Tidak apa-apa memang semuanya risiko. Tetapi tentunya ini menjadi pelajaran kami untuk lebih hati-hati lagi. Sebab kita masih butuh satu pemain kuota pemain asing lagi,''kata Manajer PT.SOM Robert Heri.
Robert mengaku, pihaknya akan lebih berhati-hati lagi dan selalu melakukan koordinas kepada pelatih agar tidak terjadi seperti perekrutan Vaquero. Dilanjutkannya, pihaknya tengah melakukan komunikasi dengan dua agen ternama untuk mendapatkan pemain anyar.
''Kami melakukan pendekatan dengan dua agen, pak Eko (Subekti) dan (Francis) Younga. Kita juga memiliki hubungan baik dengan mereka. Ada dua pemain yang kita dekati melalui mereka berdua,''pungkasnya.
Sementara itu pelatih SFC Benny “Bendol” Dollo mengaku tetap ingin mencari pemain asing dari liga domestic. Dia sengaja ingin mencari talenta baru pemain asing dari liga domestik negara lain.
''Saya mau cari pemain asing dari luar agar kekuatan dia tidak bisa diukur oleh lawan kita di ISL. Ada dua atau tiga pemain akan saya seleksi nanti, semua di antara mereka sesuai dengan harapan kita untuk mengganti Vaquero,''ucapnya.
(aww)