Dana Cekak, PSIS Ogah Bidik Pemain Bintang
Sabtu, 24 Januari 2015 - 17:00 WIB
Dana Cekak, PSIS Ogah Bidik Pemain Bintang
A
A
A
SEMARANG - PSIS Semarang hanya bisa menunggu kedatangan penyerang yang mumpuni. Tim tidak bisa membidik pemain bintang, atau pun juru gedor yang pernah bermain di klub Indonesia Super League (ISL), lantaran dana cekak atau minim. Pemain gaek, atau pun top di Liga Indonesia, tentu dibanderol dengan harga yang relatif melambung.
Atas dasar itu, setidaknya Mahesa Jenar kini mau tidak mau terpaksa hanya bisa menanti pemain yang musim ini gagal bergabung dengan tim ISL. Setidaknya masih ada peluang, untuk menyortir pemain-pemain yang gagal bergabung dengan tim di kasta tertinggi sepak bola di Tanah Air itu.
Karena pendaftaran pemain ISL baru akan ditutup pada 8 Februari mendatang. Apalagi, masih ada peluang terbuka dapat limpahan dari dua tim sudah dinyatakan tidak lolos verifikasi keuangan yakni Persiwa Wamena dan Persik Kediri. PSIS tentu saja sangat berharap ada bomber di lini depan ISL yang bisa rela bermain di kasta kedua.
Tidak hanya dari tim ISL, untuk mendapatkan pemain berpengalaman dari tim Divisi Utama juga sangat terbuka. Sebab, pendaftaran pemain tim Divisi Utama baru akan ditutup pada 28 Februari, sehingga waktunya masih sangat longgar.
Mahesa Jenar masih membutuhkan satu slot striker lagi, setelah Saptono, penyerang musim lalu dikenai sanksi oleh Komisi Disiplin (Komdis) seumur hidup. Kemudian, legiun asal Argentina Julio Alcorse, juga dikenai sanksi, apalagi PT Liga Indonesia juga melarang tim Divisi Utama 2015 dihuni pemain asing.
Praktis, tim harus mencari pelapis Hari Nur, satu-satunya striker murni yang dimiliki tim Kota Atlas saat ini. “Ini kompetisi yang panjang. Kami harus ada alternatif dan plan A dan B, siapa tahu nanti ada pemain cedera dan terkena akumulasi,” kata Pelatih PSIS M Dofir.
Namun, sepertinya untuk mendapatkan penyerang yang haus gol, tidak akan mudah, karena Mahesa Jenar juga tidak memiliki modal kuat, seperti tim ISL. Buktinya, Johan Yoga Utama, juga gagal dilabuhkan ke Stadion Jatidiri karena negosiasi nilai kontrak yang tidak ada titik temu. “Kemampuan (keuangan) manajemen terbatas. Kami tidak menyalahkan Johan, ini sepak bola profesional, pemain bisa memilih klub,” ujar Direktur Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho.
Manajer PSIS Adi Saputro mengaku belum memiliki pemain bidikan, untuk mengisi satu slot di lini depan. Pihaknya juga belum mendapat konfirmasi pemain lagi yang ingin ikut seleksi, setelah Noor Hadi, penyerang Barito Putra musim lalu yang musim ini ingin membela PSIS. “Kami belum punya alternatif pemain bidikan di barisan depan. Ya sampai sekarang masih menunggu saja, “ kata dia.
Atas dasar itu, setidaknya Mahesa Jenar kini mau tidak mau terpaksa hanya bisa menanti pemain yang musim ini gagal bergabung dengan tim ISL. Setidaknya masih ada peluang, untuk menyortir pemain-pemain yang gagal bergabung dengan tim di kasta tertinggi sepak bola di Tanah Air itu.
Karena pendaftaran pemain ISL baru akan ditutup pada 8 Februari mendatang. Apalagi, masih ada peluang terbuka dapat limpahan dari dua tim sudah dinyatakan tidak lolos verifikasi keuangan yakni Persiwa Wamena dan Persik Kediri. PSIS tentu saja sangat berharap ada bomber di lini depan ISL yang bisa rela bermain di kasta kedua.
Tidak hanya dari tim ISL, untuk mendapatkan pemain berpengalaman dari tim Divisi Utama juga sangat terbuka. Sebab, pendaftaran pemain tim Divisi Utama baru akan ditutup pada 28 Februari, sehingga waktunya masih sangat longgar.
Mahesa Jenar masih membutuhkan satu slot striker lagi, setelah Saptono, penyerang musim lalu dikenai sanksi oleh Komisi Disiplin (Komdis) seumur hidup. Kemudian, legiun asal Argentina Julio Alcorse, juga dikenai sanksi, apalagi PT Liga Indonesia juga melarang tim Divisi Utama 2015 dihuni pemain asing.
Praktis, tim harus mencari pelapis Hari Nur, satu-satunya striker murni yang dimiliki tim Kota Atlas saat ini. “Ini kompetisi yang panjang. Kami harus ada alternatif dan plan A dan B, siapa tahu nanti ada pemain cedera dan terkena akumulasi,” kata Pelatih PSIS M Dofir.
Namun, sepertinya untuk mendapatkan penyerang yang haus gol, tidak akan mudah, karena Mahesa Jenar juga tidak memiliki modal kuat, seperti tim ISL. Buktinya, Johan Yoga Utama, juga gagal dilabuhkan ke Stadion Jatidiri karena negosiasi nilai kontrak yang tidak ada titik temu. “Kemampuan (keuangan) manajemen terbatas. Kami tidak menyalahkan Johan, ini sepak bola profesional, pemain bisa memilih klub,” ujar Direktur Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho.
Manajer PSIS Adi Saputro mengaku belum memiliki pemain bidikan, untuk mengisi satu slot di lini depan. Pihaknya juga belum mendapat konfirmasi pemain lagi yang ingin ikut seleksi, setelah Noor Hadi, penyerang Barito Putra musim lalu yang musim ini ingin membela PSIS. “Kami belum punya alternatif pemain bidikan di barisan depan. Ya sampai sekarang masih menunggu saja, “ kata dia.
(bbk)