Ujian Berat Venus

Minggu, 25 Januari 2015 - 11:12 WIB
Ujian Berat Venus
Ujian Berat Venus
A A A
MELBOURNE - Perjalanan Venus Williams di Australia Terbuka 2015 mulai mendekati jalan terjal. Setelah memastikan tiket perempat final, petenis asal Amerika Serikat itu sudah ditunggu lawan berat, yakni unggulan keenam Agnieszka Radwanska.

Venus melaju seusai mengandaskan perlawanan Camilia Giorgi (Italia) melalui pertarungan sengit tiga set di Margaret Court, Melbourne, kemarin. Petenis berusia 34 tahun itu sempat dibuat terkejut karena Giorgi tampil memukau dan merebut set pertama dengan skor 6-4. Tapi, Venus yang pernah menjadi finalis Australia Terbuka 2003 bangkit.

Lewat permainan apiknya, petenis kelahiran Lynwood, California, tersebut berhasil mengamankan dua set selanjutnya lewat kemenangan 7-6 dan 6- 1. Keberhasilan Venus melaju ke perempat final melahirkan arti lebih. Sejak didiagnosis mengidap penyakit Sjogen yang berimbas pada gampang terkurasnya energi, performa Venus kerap tidak maksimal. Tahun lalu, tujuh kali juara grand slam itu dipaksa menyerah pada putaran pertama Australia Terbuka.

”Kemenangan ini terasa fantastis, terutama ketika terjadi hal-hal dalam hidup Anda yang berada di luar batas kendali Anda sendiri. Saya sempat berpikir negatif, ketika masalah itu terus terjadi dalam diri saya,” ungkap Venus, dilansir situs resmi. ”Saya merasa seperti sudah menang besar, karena tidak pernah terbayangkan sebelumnya bisa kembali seperti ini. Saya ingin memenangkan gelar, apakah itu dengan cara yang besar atau lebih kecil,” sambungnya.

Sementara itu, Radwanska melaju setelah tanpa kesulitan berarti melewati hadangan Varvara Lepchenko dua set langsung 6-0, 7-5. Petenis cantik asal Polandia itu sejauh ini tidak menemui kesulitan berarti menyingkirkan lawan-lawannya dari putaran pertama sampai putaran ketiga. Selain Lepchenko, Johanna Larsson dipaksa menyerah 0-6, 1-6, sedangkan Kurumi Nara kalah 3-6, 0-6.

”Saya selalu memiliki kesempatan (menang) saat melawan dia (Radwanska). Saya selalu bisa menentukan arah apa yang akan saya lakukan. Saya pikir saya harus tampil berani dan memegang kendali permainan. Akan ada banyak trik yang dia lakukan dan saya harus siap meladeni semua gaya permainannya,” papar Venus.

Di lain pihak, Serena juga melangkah ke perempat final dengan menundukkan Elina Svitolina asal Ukraina lewat pertarungan ketat. Sama seperti yang dialami Venus, Serena yang lebih muda setahun kandas pada set pertama. Svitolina berhasil menutup set pertama dengan kemenangan tipis 6-4. Tapi, pemegang predikat ratu tenis itu kemudian tak memberi ampun Svitolina di dua set selanjutnya.

Serena mengakhiri pertandingan dan memastikan langkah ke babak perempat final dengan keunggulan 6-2, 6-0. Di babak selanjutnya, Serena sudah ditunggu petenis unggulan ke-24 asal Spanyol, Garbine Muguruza. Keberhasilan Serena melaju ke perempat final Australia Open 2015 semakin meningkatkan kepercayaan dirinya untuk merenggut gelar keenam di ajang tersebut setelah sebelumnya sukses tahun 2003, 2005, 2007, 2009, dan 2010.

Keberhasilan melaju ke babak perempat final sudah memperbaiki penampilannya pada tahun lalu yang kandas di babak keempat. S erena mengaku kebangkitannya pada dua set selanjutnya tidak lepas dari motivasi sang kakak, yang sudah memastikan tempat di babak perempat final. ”Saya kemudian melihat ke atas dan ada dia (Venus) yang sudah melaju ke babak selanjutnya. Di situ tertulis, ”Ayo Serena, kamu dapat melakukannya juga. Kami memang selalu memotivasi antara satu sama lain.

Saya yang awalnya sempat marah dengan penampilan saya, kembali termotivasi,” ujarnya. Sementara sang juara bertahan Stan Wawrinka melaju ke babak selanjutnya setelah mengandaskan perlawanan Jarkko Nieminen tiga set langsung 6-4, 6-2, 6-4. Di babak perempat final, Wawrinka sudah ditunggu petenis asal Spanyol Guillermo Garcia-Lopez yang berhasil mengandaskan Fasek Pospisil.

“Dia (Garcia-Lopez) bermain sangat baik. Saya melihat penampilannya sangat bagus tahun ini. Saya pun masih ingat kekalahan saya tahun lalu di Prancis Terbuka pada babak pertama. Kami memiliki beberapa pertandingan yang sulit di masa lalu. Saya pikir saat berhadapan dengannya, saya wajib menampilkan permainan agresif,” tutur Wawrinka.

Wakil Jepang Kei Nishikori juga berhasil menancapkan posisi di babak perempat final. Lewat pertarungan tiga set kontra petenis asal Amerika Serikat, Steve Johnson, Nishikori berhasil unggul lewat kemenangan 6-7, 6-1, 6-2 di tengah dukungan penonton.

Decky irawan jasri
(bbg)
Berita Terkait
Bikin Sulit Bernapas,...
Bikin Sulit Bernapas, Hindari Pemicu Asma dengan Mosehat
Kejutkan Pelanggan,...
Kejutkan Pelanggan, Brand Fashion Lokal Ini Bagikan Pandora Box
Mengandung Ekstrak Daun...
Mengandung Ekstrak Daun Kelor, Mosehat Diyakini Mampu Luruhkan Batu Ginjal
Jaga Kebersihan Lantai...
Jaga Kebersihan Lantai agar Selalu Nyaman Berada di Rumah
Dukung Pemulihan Pariwisata,...
Dukung Pemulihan Pariwisata, Eazy Property Lavaya Bali Gelar Soft Launching
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Berita Terkini
Ghana Lolos ke 32 Besar,...
Ghana Lolos ke 32 Besar, Skotlandia Tersingkir dan Steve Clarke Mundur
53 menit yang lalu
Harry Kane Pecahkan...
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker di Piala Dunia
1 jam yang lalu
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
1 jam yang lalu
Inggris Juara Grup L,...
Inggris Juara Grup L, Kroasia Susah Payah Kalahkan Ghana
2 jam yang lalu
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
4 jam yang lalu
Lineker Semprot FIFA:...
Lineker Semprot FIFA: Hukuman Madibo Tak Masuk Akal
5 jam yang lalu
Infografis
Penuh Tantangan, Beban...
Penuh Tantangan, Beban Kelas Menengah Kian Berat di 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved