Kalah di IIC 2014, Tak Lunturkan Mental Persib
Senin, 02 Februari 2015 - 16:26 WIB
Kalah di IIC 2014, Tak Lunturkan Mental Persib
A
A
A
BANDUNG - Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman memastikan mental anak asuhnya tidak akan luntur hanya karena kalah di final Inter Island Cup (IIC) 2014. Djanur, sapaan akrab sang pelatih, tetap menaruh kepercayaan diri Atep Cs akan bangkit kala tampil di babak play off Asian Champions League (ACL) 2015.
Pada partai final IIC 2014 yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Minggu (1/2/2015), Persib harus menerima kemenangan Arema 1-2. Namun Djanur menilai wajar kekalahan tersebut mengingat mereka hanya bermain dengan sembilan pemain.
"Secara keseluruhan, kami tampil cukup bagus kemarin. Terutama ketika pemain dalam jumlah yang sama. Artinya, sebelum ada yang kartu merah (Hariono) dan cederanya Firman Utina," ujar Djanur saat ditemui di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Senin (2/2/2015).
Jika saja, selama pertandingan pasukannya berhadapan dengan 11 lawan 11, maka hasil pun akan berkata lain. "Tapi dari sekian banyak peluang masih terbuang dan itu menjadi PR (pekerjaan rumah) kami untuk diperbaiki terus dalam latihan," katanya.
Dengan begitu, ia berharap pada saat menjalani babak play off ACL 2015 melawan Ha Noi T&T, Vietnam, 10 Februari 2015 mendatang, segala kekurangan dapat teratasi, sehingga memastikan Persib melaju ke babak selanjutnya. Menghadapi Ha Noi T&T sendiri, Djanur tidak menutup kemungkinan akan menjadikan Tantan sebagai striker murni. Wajar saja, Persib Bandung hingga kini belum mendapatkan striker asing yang sesuai dengan tipikal yang diinginkan.
"Sudah pasti, kita pergi ke Hanoi tanpa penyerang asing. Jadi stok pemain depan yang ada hanya Atep, Tantan, Yandi Sofyan dan Ridwan. Itu juga kalau Ridwan sudah siap. Itu artinya, sangat mungkin kalau Tantan kita dorong menjadi striker," tuturnya.
Pemilihan Tantan sebagai striker murni memang sudah direncanakan cukup lama. Hal itu dilihatnya saat menjalani beberapa laga uji coba termasuk menghadapi Arema Cronus di babak final IIC kemarin.
"Kalau kita memasang pemain cepat seperti Tantan, itu memang sedikit berbeda. Tapi sebetulnya kalau kita memang punya striker yang kuat dan mumpuni saya pikir tidak akan jauh berbeda. Itu karena kita belum mendapatkan striker yang pas saja," jelasnya.
Terkait mengenai dua striker asing berstatus seleksi yakni Maycon Calijuri dan Koh Traore. Djanur memastikan hanya akan mencoret Koh Traore saja. Sebab kata dia, striker asing asal Burkina Faso itu, tidak termasuk karakter yang diinginkan.
Cukup bagi Djadjang untuk melihat kualitas Traore. Meski pada babak final IIC 2014 hanya dimainkan sekitar 25 menit saja. "Kalau untuk Koh Traore saya pikir cukup dengan 25 menit. Melihat permainan dia di lapangan. Bahwa dia tidak terlihat dan bukan striker yang kita cari," tegasnya.
Sementara untuk salah satu pemain seleksi lainnya, yakni Maycon Calijuri, pelatih yang akrab disapa Djanur ini masih mempertimbangkannya. "Maycon masih dipertimbangkan, masih memungkinkan dan masih ikut latihan karena memang kita masih menunggu regulasi dari PT Liga. Kita tunggu suratnya," katanya.
Dengan begitu, lanjut dia, pihaknya akan kembali membuka pendaftaran bagi striker asing yang ingin menjalani seleksi bersama Persib Bandung. "Mungkin besok atau lusa kita akan kedatangan lagi striker asing yang berstatus sebagai pelamar. Kita lihat nanti," pungkasnya.
Pada partai final IIC 2014 yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Minggu (1/2/2015), Persib harus menerima kemenangan Arema 1-2. Namun Djanur menilai wajar kekalahan tersebut mengingat mereka hanya bermain dengan sembilan pemain.
"Secara keseluruhan, kami tampil cukup bagus kemarin. Terutama ketika pemain dalam jumlah yang sama. Artinya, sebelum ada yang kartu merah (Hariono) dan cederanya Firman Utina," ujar Djanur saat ditemui di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Senin (2/2/2015).
Jika saja, selama pertandingan pasukannya berhadapan dengan 11 lawan 11, maka hasil pun akan berkata lain. "Tapi dari sekian banyak peluang masih terbuang dan itu menjadi PR (pekerjaan rumah) kami untuk diperbaiki terus dalam latihan," katanya.
Dengan begitu, ia berharap pada saat menjalani babak play off ACL 2015 melawan Ha Noi T&T, Vietnam, 10 Februari 2015 mendatang, segala kekurangan dapat teratasi, sehingga memastikan Persib melaju ke babak selanjutnya. Menghadapi Ha Noi T&T sendiri, Djanur tidak menutup kemungkinan akan menjadikan Tantan sebagai striker murni. Wajar saja, Persib Bandung hingga kini belum mendapatkan striker asing yang sesuai dengan tipikal yang diinginkan.
"Sudah pasti, kita pergi ke Hanoi tanpa penyerang asing. Jadi stok pemain depan yang ada hanya Atep, Tantan, Yandi Sofyan dan Ridwan. Itu juga kalau Ridwan sudah siap. Itu artinya, sangat mungkin kalau Tantan kita dorong menjadi striker," tuturnya.
Pemilihan Tantan sebagai striker murni memang sudah direncanakan cukup lama. Hal itu dilihatnya saat menjalani beberapa laga uji coba termasuk menghadapi Arema Cronus di babak final IIC kemarin.
"Kalau kita memasang pemain cepat seperti Tantan, itu memang sedikit berbeda. Tapi sebetulnya kalau kita memang punya striker yang kuat dan mumpuni saya pikir tidak akan jauh berbeda. Itu karena kita belum mendapatkan striker yang pas saja," jelasnya.
Terkait mengenai dua striker asing berstatus seleksi yakni Maycon Calijuri dan Koh Traore. Djanur memastikan hanya akan mencoret Koh Traore saja. Sebab kata dia, striker asing asal Burkina Faso itu, tidak termasuk karakter yang diinginkan.
Cukup bagi Djadjang untuk melihat kualitas Traore. Meski pada babak final IIC 2014 hanya dimainkan sekitar 25 menit saja. "Kalau untuk Koh Traore saya pikir cukup dengan 25 menit. Melihat permainan dia di lapangan. Bahwa dia tidak terlihat dan bukan striker yang kita cari," tegasnya.
Sementara untuk salah satu pemain seleksi lainnya, yakni Maycon Calijuri, pelatih yang akrab disapa Djanur ini masih mempertimbangkannya. "Maycon masih dipertimbangkan, masih memungkinkan dan masih ikut latihan karena memang kita masih menunggu regulasi dari PT Liga. Kita tunggu suratnya," katanya.
Dengan begitu, lanjut dia, pihaknya akan kembali membuka pendaftaran bagi striker asing yang ingin menjalani seleksi bersama Persib Bandung. "Mungkin besok atau lusa kita akan kedatangan lagi striker asing yang berstatus sebagai pelamar. Kita lihat nanti," pungkasnya.
(bbk)