Transfer Neymar Seret Presiden Barca ke Pengadilan
Jum'at, 13 Februari 2015 - 22:10 WIB
Transfer Neymar Seret Presiden Barca ke Pengadilan
A
A
A
BARCELONA - Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu dijadwalkan hadir di pengadilan, Jumat (13/2) waktu setempat sebagai saksi dalam kaitannya dengan kontroversi transfer Neymar dari Santos ke Barcelona pada 2013.
Seperti diketahui, transfer Neymar dari Santos diduga disertai dengan hutang pajak oleh Barcelona. El Barca diduga tak membayar pajak senilai 2,8 juta euro atau sekitar Rp40 miliar dari transfer Neymar, yang belakangan diduga bernilai 86,2 juta Euro atau Rp1,25 triliun.
Dikutip dari Football Espana, Jumat (13/2/2015) hakim dalam kasus ini, Pablo Ruz merasa ada cukup bukti untuk menginvestigasi pernyataan yang menyebut Bartomeu gagal untuk menyatakan jumlah yang tersebut sebagai cicilan yang harus dibayar di awal masa jabatannya.
Di sisi lain, Bartmoeu sendiri menolak tuduhan tersebut. Presiden yang menggantikan Sandro Rossell ini berdalih, tuduhan itu hanya kampanye hitam terhadap Barcelona. Bartomeu juga menegaskan, pajak tersebut sesungguhnya telah dibayar dalam pembayaran tambahan senilai 13,5 juta Euro sekitar Rp196 miliar November lalu.
Seperti diketahui, transfer Neymar dari Santos diduga disertai dengan hutang pajak oleh Barcelona. El Barca diduga tak membayar pajak senilai 2,8 juta euro atau sekitar Rp40 miliar dari transfer Neymar, yang belakangan diduga bernilai 86,2 juta Euro atau Rp1,25 triliun.
Dikutip dari Football Espana, Jumat (13/2/2015) hakim dalam kasus ini, Pablo Ruz merasa ada cukup bukti untuk menginvestigasi pernyataan yang menyebut Bartomeu gagal untuk menyatakan jumlah yang tersebut sebagai cicilan yang harus dibayar di awal masa jabatannya.
Di sisi lain, Bartmoeu sendiri menolak tuduhan tersebut. Presiden yang menggantikan Sandro Rossell ini berdalih, tuduhan itu hanya kampanye hitam terhadap Barcelona. Bartomeu juga menegaskan, pajak tersebut sesungguhnya telah dibayar dalam pembayaran tambahan senilai 13,5 juta Euro sekitar Rp196 miliar November lalu.
(akr)