Kesal ISL Batal, Pemain Sriwijaya FC Ini Gantung Sepatu
Jum'at, 20 Februari 2015 - 19:55 WIB
Kesal ISL Batal, Pemain Sriwijaya FC Ini Gantung Sepatu
A
A
A
PALEMBANG - Kesal dengan kompetisi Indonesia Super League (ISL) tidak kunjung jelas membuat pemain belakang Sriwijaya FC Fatur Rahman putus asa. Benteng Laskar Wong Kito itu bersiap gantung sepatu alias tidak lagi bermain bola.
"Kalau saya tidak mau pusing mas. Kalau kompetisi ISL tidak jadi dan kita juga tak main ke Liga Singapura, saya siap gantung sepatu,"kata Fatur saat ditemui di Mes Pertiwi.
Fatur mengaku kesal, karena persiapan tim dirasanya sudah maksimal. Diundurnya kompetisi hingga akhirnya berujung gagal ia akan memilih profesi lain. "Kerja apa saja, tidak harus bermain bola. Karena memang seperti itu, saya harus siap apabila memang kemungkinannya harus seperti itu,"ujarnya kesal.
Menurut mantan pemain Barito Putra ini, profesi yang dilakoninya pun tidak abadi. Sebelum jauh-jauh hari kisruh PT.Liga Indonesia versus BOPI berlangsung ia juga menyadari hal tersebut. "Namanya juga main bola ini bukan pekerjaan abadi mas. Saya sudah sadar sejak dulu, makanya saat ada konflik seperti ini. Saya sih santai, paling berhenti dan cari pekerjaan lain,"jelasnya.
Fatur sendiri mengaku telah menikah selama satu tahun. Sedangkan istrinya sendiri berada di Makassar bersama orang tuanya. Karena jarak Makasar dan Palembang cukup jauh terkadang Fatur lebih senang tinggal di mes dari pada jauh-jauh untuk pulang.
"Saya sudah kerasan di Palembang, mau pulang juga jarak sangat jauh. Saya ini orangnya tidak mau pusing mas. Penting tenang dan nyaman. Makanya saya juga tidak mau memikirkan komplik kompetisi ini. Kalau batal ya, saya tidak main bola lagi,"pungkasnya.
"Kalau saya tidak mau pusing mas. Kalau kompetisi ISL tidak jadi dan kita juga tak main ke Liga Singapura, saya siap gantung sepatu,"kata Fatur saat ditemui di Mes Pertiwi.
Fatur mengaku kesal, karena persiapan tim dirasanya sudah maksimal. Diundurnya kompetisi hingga akhirnya berujung gagal ia akan memilih profesi lain. "Kerja apa saja, tidak harus bermain bola. Karena memang seperti itu, saya harus siap apabila memang kemungkinannya harus seperti itu,"ujarnya kesal.
Menurut mantan pemain Barito Putra ini, profesi yang dilakoninya pun tidak abadi. Sebelum jauh-jauh hari kisruh PT.Liga Indonesia versus BOPI berlangsung ia juga menyadari hal tersebut. "Namanya juga main bola ini bukan pekerjaan abadi mas. Saya sudah sadar sejak dulu, makanya saat ada konflik seperti ini. Saya sih santai, paling berhenti dan cari pekerjaan lain,"jelasnya.
Fatur sendiri mengaku telah menikah selama satu tahun. Sedangkan istrinya sendiri berada di Makassar bersama orang tuanya. Karena jarak Makasar dan Palembang cukup jauh terkadang Fatur lebih senang tinggal di mes dari pada jauh-jauh untuk pulang.
"Saya sudah kerasan di Palembang, mau pulang juga jarak sangat jauh. Saya ini orangnya tidak mau pusing mas. Penting tenang dan nyaman. Makanya saya juga tidak mau memikirkan komplik kompetisi ini. Kalau batal ya, saya tidak main bola lagi,"pungkasnya.
(aww)