PSIS Menyulap Jadwal Molor Jadi uang
Sabtu, 21 Februari 2015 - 21:33 WIB
PSIS Menyulap Jadwal Molor Jadi uang
A
A
A
SEMARANG - PSIS Semarang akan menggenjot pendapatan dari sektor penjualan tiket, menyusul diundurnya jadwal kompetisi Divisi Utama 2015. Semula kick-off 1 Maret, namun PT Liga Indonesia akhirnya menunda sampai batas waktu yang belum jelas.
Situasi ini akan digunakan PSIS untuk mendongkrak pendapatan dari tiket penonton dalam uji coba dengan tim selevel, maupun dengan yang klub levelnya di atas. Pasalnya, imbas dari molornya kompetisi setiap bulan tim tetap memiliki kewajiban membayar pemain, tim pelatih hingga ratusan juta.
Setelah menggelar uji coba dengan Persija Jakarta dan Persis Solo di Stadion Jatidiri (21/2/2015), Mahesa Jenar menyiapkan uji coba lagi dengan Semen Padang. Manajemen sudah melakukan pembicaraan dengan klub berjuluk Kabau Sirah itu dan sudah ada titik temu.
Jadwal pertandingan belum diputuskan, namun diperkirakan pada Sabtu (28/2/2015) malam. Laga uji coba yang digelar di Jatidiri ternyata tidak sia-sisa. Tingginya animo pencinta bola Kota Semarang terhadap klub kebanggaannya membuat pendapatan melejit.
Saat laga uji coba kontra Macan Kemayoran, julukan Persija Jakarta, panitia pelaksana (panpel) membukukan pendapatan kotor Rp384 juta. Pihak panpel memang memasang tarif penonton sama dengan laga resmi.
Untuk tribun VIP Rp100.000. kemudian pintu B dan C Barat Rp50.000. Adapun untuk tribun Timur Rp30.000, sementara Utara Rp25.000 dan Selatan Rp25.000. Harga tersebut sudah diberlakukan sejak laga kontra Persija.
Namun untuk laga kontra Persis, tiket tribun Timur diturunkan menjadi Rp25.000, adapun Selatan dan Utara masing-masing Rp20.000. Penurunan harga tiket atas masukan dari elemen suporter yang berada di sisi Utara. Untuk uji coba selanjutnya, masih akan dikaji lagi.
“Kami sudah pertemukan para suporter sebelum laga uji coba. Tapi untuk yang Utara tidak hadir,” kata CEO PT Mahesa Jenar Semarang Yoyok Sukawi.
Yoyok mengakui sebenarnya harga tiket sudah dicetak sama dengan saat melawan Persija Jakarta. Karena ada keberatan dan masukan dari elemen suporter, akhirnya direvisi. “Kalau tiket dikurangi, kapan kita bisa nabung. Kompetisi mulur terus, ini kebutuhan yang sangat diutamakan,” ungkapnya.
Pemilik nama lengkap Alamsyah Satyanegara Sukawijaya ini menjelaskan, tim-tim tamu yang beruji coba dengan PSIS di Semarang bukan tanpa fee.
Untuk mendatangkan tim lawan, tuan rumah tetap haru memberikan match fee, tiket pesawat dan menginap di hotel selama tiga hari. Biaya itu semua ditanggung oleh manajemen. Sementara saat menghadapi Persis, tidak ada beban match fee karena tim Kota Atlas juga demikian ketika uji coba di Stadion Manahan, beberapa waktu lalu.
“Laporan harus akuntabel, baik itu secara pajak. Jika sudah fix, akan kami share di laman resmi PSIS.co.id,” terang anggota DPRD Jateng ini.
Putra mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip ini juga banyak mendapat tawaran dari klub ISL. Namun pilihannya jatuh pada Semen Padang. “Dengan Semen Padang sudah oke, tinggal penentuan waktunya,” ucapnya.
Situasi ini akan digunakan PSIS untuk mendongkrak pendapatan dari tiket penonton dalam uji coba dengan tim selevel, maupun dengan yang klub levelnya di atas. Pasalnya, imbas dari molornya kompetisi setiap bulan tim tetap memiliki kewajiban membayar pemain, tim pelatih hingga ratusan juta.
Setelah menggelar uji coba dengan Persija Jakarta dan Persis Solo di Stadion Jatidiri (21/2/2015), Mahesa Jenar menyiapkan uji coba lagi dengan Semen Padang. Manajemen sudah melakukan pembicaraan dengan klub berjuluk Kabau Sirah itu dan sudah ada titik temu.
Jadwal pertandingan belum diputuskan, namun diperkirakan pada Sabtu (28/2/2015) malam. Laga uji coba yang digelar di Jatidiri ternyata tidak sia-sisa. Tingginya animo pencinta bola Kota Semarang terhadap klub kebanggaannya membuat pendapatan melejit.
Saat laga uji coba kontra Macan Kemayoran, julukan Persija Jakarta, panitia pelaksana (panpel) membukukan pendapatan kotor Rp384 juta. Pihak panpel memang memasang tarif penonton sama dengan laga resmi.
Untuk tribun VIP Rp100.000. kemudian pintu B dan C Barat Rp50.000. Adapun untuk tribun Timur Rp30.000, sementara Utara Rp25.000 dan Selatan Rp25.000. Harga tersebut sudah diberlakukan sejak laga kontra Persija.
Namun untuk laga kontra Persis, tiket tribun Timur diturunkan menjadi Rp25.000, adapun Selatan dan Utara masing-masing Rp20.000. Penurunan harga tiket atas masukan dari elemen suporter yang berada di sisi Utara. Untuk uji coba selanjutnya, masih akan dikaji lagi.
“Kami sudah pertemukan para suporter sebelum laga uji coba. Tapi untuk yang Utara tidak hadir,” kata CEO PT Mahesa Jenar Semarang Yoyok Sukawi.
Yoyok mengakui sebenarnya harga tiket sudah dicetak sama dengan saat melawan Persija Jakarta. Karena ada keberatan dan masukan dari elemen suporter, akhirnya direvisi. “Kalau tiket dikurangi, kapan kita bisa nabung. Kompetisi mulur terus, ini kebutuhan yang sangat diutamakan,” ungkapnya.
Pemilik nama lengkap Alamsyah Satyanegara Sukawijaya ini menjelaskan, tim-tim tamu yang beruji coba dengan PSIS di Semarang bukan tanpa fee.
Untuk mendatangkan tim lawan, tuan rumah tetap haru memberikan match fee, tiket pesawat dan menginap di hotel selama tiga hari. Biaya itu semua ditanggung oleh manajemen. Sementara saat menghadapi Persis, tidak ada beban match fee karena tim Kota Atlas juga demikian ketika uji coba di Stadion Manahan, beberapa waktu lalu.
“Laporan harus akuntabel, baik itu secara pajak. Jika sudah fix, akan kami share di laman resmi PSIS.co.id,” terang anggota DPRD Jateng ini.
Putra mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip ini juga banyak mendapat tawaran dari klub ISL. Namun pilihannya jatuh pada Semen Padang. “Dengan Semen Padang sudah oke, tinggal penentuan waktunya,” ucapnya.
(sha)