ISL Molor, Sriwijaya FC Puyeng Mikir Kontrak Pemain
Senin, 23 Februari 2015 - 16:38 WIB
ISL Molor, Sriwijaya FC Puyeng Mikir Kontrak Pemain
A
A
A
PALEMBANG - Molornya kompetisi Indonesia Super League (ISL) menyebabkan pembengkakan biaya klub. Manajemen Sriwijaya FC mau tidak mau merogoh dana taktis untuk menutupi kontrak pemain.
Direktur Marketing dan Promosi PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Nirmala Dewi menyatakan, pihaknya harus mencari dana taktis tersebut. Lantaran,kontrak pemain rata-rata berakhir November dan liga sendiri berakhir Desember nanti.
"Demi menjaga kestabilan klub kita harus memiliki dana taktis tersebut. Kalau tidak tentunya akan menjadi masalah untuk tim di kompetisi nanti,"kata Direktur Marketing dan Promosi PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Nirmala Dewi, di temui KONI Sumsel, Senin, (23/2).
Nirmala menyatakan, uang tambahan itu tentunya akan menjadi tugasnya mencari sponsor yang bersedia memberikan suntikan dana. Sedangkan pengunduran jadwal kompetisi juga berdampak kepada sponsor.
"Sponsor juga mengeluh, untungnya tidak semua sponsor. Mereka tidak mempersoalkan karena masalah ini adalah masalah nasional bukan SFC saja yang menjadi korban. Tetapi takutnya menjadi kesulitan untuk mencari dana tambahan nanti,"ujarnya.
Persoalan yang cukup mengakar dalam tim Laskar Wong Kito. Dijelaskan, Nirmala semua pemain hanya dikontrak satu musim karena alasan tertentu dari manajemen. "Semua pemain kontraknya satu musim, karena memang sudah menjadi kesepakatan kami dari awal. Agar kita bisa melakukan evaluasi untuk skuat permusim. Tetapi dengan kondisi seperti menjadi persoalan baru bagi kami,"paparnya.
Di awal kompetisi sendiri jajaran direktur PT.SOM pengelola klub SFC menyatakan, mempersiapkan 35 miliar untuk satu kompetisi. Artinya manajemen harus mempersiapkan anggaran yang tidak jauh berbeda dengan jumlah tersebut.
"Tidak sampai setengah dari 35 miliar, saya juga belum bisa menentukan jumlah biaya yang disiapkan. Karena besok kami akan rapat dengan semua jajaran direksi untuk membahas soal ini di Hotel Swarna Dwipa Selasa, (24/2) sore hari,"pungkasnya.
Ditemui terpisah kapten Sriwijaya FC Ferdinand Sinaga mengatakan, secara pribadi ia cukup mengerti kondisi klub saat ini. Ia menyatakan, tidak akan berhenti bertanding walapun kontraknya akan habis sebelum kompetisi.
"Kami memaklumi. Tidak mungkin saya tidak mau bertanding walapun kontrak habis. Semua pemain pasti juga akan memaklumi sama seperti saya,"kata Ferdinand.
Disinggung soal biaya taktis tersebut, Ferdinand berapa besaran dana yang harus dibayarkan manajemen apabila harus menjalankan laga tambahan diluar kontrak. Ia menjawab, semua bisa dibicarakan secara kekeluargaan.
"Dengan kondisi seperti ini, kami mengerti. Soal biaya tambahan kita bisa bicara secara kekeluarga dengan manajemen. Kami tidak akan mematok harga sendiri atau berkeras. Sekali lagi kami sangat memaklumi kondisi ini,"pungkasnya.
Direktur Marketing dan Promosi PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Nirmala Dewi menyatakan, pihaknya harus mencari dana taktis tersebut. Lantaran,kontrak pemain rata-rata berakhir November dan liga sendiri berakhir Desember nanti.
"Demi menjaga kestabilan klub kita harus memiliki dana taktis tersebut. Kalau tidak tentunya akan menjadi masalah untuk tim di kompetisi nanti,"kata Direktur Marketing dan Promosi PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Nirmala Dewi, di temui KONI Sumsel, Senin, (23/2).
Nirmala menyatakan, uang tambahan itu tentunya akan menjadi tugasnya mencari sponsor yang bersedia memberikan suntikan dana. Sedangkan pengunduran jadwal kompetisi juga berdampak kepada sponsor.
"Sponsor juga mengeluh, untungnya tidak semua sponsor. Mereka tidak mempersoalkan karena masalah ini adalah masalah nasional bukan SFC saja yang menjadi korban. Tetapi takutnya menjadi kesulitan untuk mencari dana tambahan nanti,"ujarnya.
Persoalan yang cukup mengakar dalam tim Laskar Wong Kito. Dijelaskan, Nirmala semua pemain hanya dikontrak satu musim karena alasan tertentu dari manajemen. "Semua pemain kontraknya satu musim, karena memang sudah menjadi kesepakatan kami dari awal. Agar kita bisa melakukan evaluasi untuk skuat permusim. Tetapi dengan kondisi seperti menjadi persoalan baru bagi kami,"paparnya.
Di awal kompetisi sendiri jajaran direktur PT.SOM pengelola klub SFC menyatakan, mempersiapkan 35 miliar untuk satu kompetisi. Artinya manajemen harus mempersiapkan anggaran yang tidak jauh berbeda dengan jumlah tersebut.
"Tidak sampai setengah dari 35 miliar, saya juga belum bisa menentukan jumlah biaya yang disiapkan. Karena besok kami akan rapat dengan semua jajaran direksi untuk membahas soal ini di Hotel Swarna Dwipa Selasa, (24/2) sore hari,"pungkasnya.
Ditemui terpisah kapten Sriwijaya FC Ferdinand Sinaga mengatakan, secara pribadi ia cukup mengerti kondisi klub saat ini. Ia menyatakan, tidak akan berhenti bertanding walapun kontraknya akan habis sebelum kompetisi.
"Kami memaklumi. Tidak mungkin saya tidak mau bertanding walapun kontrak habis. Semua pemain pasti juga akan memaklumi sama seperti saya,"kata Ferdinand.
Disinggung soal biaya taktis tersebut, Ferdinand berapa besaran dana yang harus dibayarkan manajemen apabila harus menjalankan laga tambahan diluar kontrak. Ia menjawab, semua bisa dibicarakan secara kekeluargaan.
"Dengan kondisi seperti ini, kami mengerti. Soal biaya tambahan kita bisa bicara secara kekeluarga dengan manajemen. Kami tidak akan mematok harga sendiri atau berkeras. Sekali lagi kami sangat memaklumi kondisi ini,"pungkasnya.
(aww)