Arema Akui Ada Tunggakan Gaji

Rabu, 25 Februari 2015 - 10:19 WIB
Arema Akui Ada Tunggakan...
Arema Akui Ada Tunggakan Gaji
A A A
MALANG - Arema Cronus akhirnya menempuh langkah sangat positif, yakni terbuka mengenai tunggakan gaji pemain.

Jika sebelumnya manajemen sempat “emosional” menanggapi keluhan Munhar, salah satu pemain yang masih belum terlunasi gajinya, kini Arema lebih gentle. CEO Iwan Budianto mengakui secara terbuka Arema masih tahap mengangsur tunggakan gaji beberapa pemain yang sudah tidak berada di Stadion Kanjuruhan.

Mereka adalah Munhar, Agung Suprayogi, Khusnul Yuli, serta Asisten Pelatih Wolfgang Pikal. Mereka adalah pemain dan asisten pelatih yang bekerja untuk Arema pada musim 2012 atau sebelum peralihan ke era Cronus. Dari tiga pemain itu hanya Munhar yang masa kerjanya berlanjut hingga musim 2014 atau sebelum memutuskan bergabung Persebaya Surabaya. Walau pengakuan manajemen mengejutkan sebagian Aremania karena mengira timnya bersih dari tunggakan gaji, keterbukaan manajemen tim berjuluk Singo Edan tetap patut diapresiasi.

Tak banyak klub yang bersikap transparan soal utang gaji, apalagi menyebut nama secara spesifik. “Saya akui Arema masih memiliki utang kepada beberapa pemain, yakni Munhar, Agung Suprayogi, Khusnul Yuli, serta mantan Asisten Pelatih Wolfgang Pikal. Kami akan terus berupaya melunasinya sesuai dengan kondisi keuangan Arema,” sebut Iwan, yang menjadi orang nomor satu di Arema.

Iwan juga dengan jujur mengatakan manajemen hanya bisa melunasi dengan cara mengangsur alias dicicil. Sebab, untuk melunasi secara kontan terlalu berat mengingat Arema juga membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk memodali musim ini. “Yang pasti akan dilunasi, bagaimana pun sistemnya. Semua disesuaikan dengan cash flowArema. Prioritasnya jelas pemain yang sudah tidak lagi memperkuat Arema. Arema punya iktikad baik dalam hal ini,” ujar Iwan.

Informasi yang diterima, tunggakan gaji terbesar yang ditanggung Arema adalah pada musim 2012. Saat itu Arema mengalami krisis finansial hebat dan nyaris terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL). Macetnya gaji pemain tak terhindarkan. Nyatanya hingga kini sisa-sisa tunggakan musim tersebut masih ada, seperti nama yang disebutkan Iwan.

Pemain yang masih belum terlunasi gajinya sebagian besar sudah meninggalkan Malang atau bergabung dengan tim lain. Tunggakan tersebut baru terkuak gamblang setelah Munhar berkicau di media sosial soal nominal haknya yang masih nyantoldi bekas klubnya. Arema pun terlihat tak lagi sensitif terhadap sikap Munhar yang blakblakan.

Kukuh setyawan
(ars)
Berita Terkait
Sebanyak 12 Klub Liga...
Sebanyak 12 Klub Liga 1 Ramaikan Persaingan di Nusapay Indonesian Football e-League
INAF Gelar Audiensi...
INAF Gelar Audiensi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga
Indonesia Juara Piala...
Indonesia Juara Piala Dunia Football Manager 2024 usai Bekuk Jerman di Final
Mini Football Bangkit:...
Mini Football Bangkit: Indonesia Siap Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Presiden Jokowi Luncurkan...
Presiden Jokowi Luncurkan Papua Football Academy
Messi Tops The World’s...
Messi Tops The World’s Richest Football Player List
Berita Terkini
Leg Kedua Final Four...
Leg Kedua Final Four Pro Futsal League 2026, Satu Langkah Menuju Partai Pamungkas
26 menit yang lalu
MotoGP 2026 Berlanjut...
MotoGP 2026 Berlanjut ke Hungaria, Simak Jadwal Lengkap dan Link Nonton di VISION+
40 menit yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Putri Kusuma Wardani Takluk dari Chen Yu Fei
1 jam yang lalu
Premier Padel Italia...
Premier Padel Italia 2026 Masuk Babak Penentuan, Nonton Perempat Final hingga Final di VISION+
1 jam yang lalu
Formula 1 Monako 2026...
Formula 1 Monako 2026 Digelar, Panaskan Akhir Pekan! Nonton Streaming di VISION+
1 jam yang lalu
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved