Murray Kecewa Berat Usai Dikalahkan Petenis ABG
Jum'at, 27 Februari 2015 - 09:58 WIB
Murray Kecewa Berat Usai Dikalahkan Petenis ABG
A
A
A
DUBAI - Petenis peringkat tiga dunia, Andy Murry kecewa berat setelah kalah dari petenis remaja non-unggulan asal Kroasia, Borna Coric, di perempat final Dubai Terbuka 2015. Murray dipaksa menyerah melalui straight sets, 6-2, 6-4.
“Saya membuat banyak sekali kesalahan sejak awal, pertandingan itu sangat jelek dan memalukan, seperti ketika saya bermain melawan (Gilles) Simon di Rotterdam, sangat yang mengecewakan,” ratap Murray dikutip The Nation, Jumat (27/2/2015).
Wajar jika Murray kecewa berat, selain karena dia lebih diunggulkan menang, kekalahan atas petenis remaja itu merupakan kekalahan ketiganya sepanjang Februari ini. Murray kalah dari Novak Djokovic di grand slam Australia Terbuka 2015, dan kemudian menyerah dari Gilles Simon di Rotterdam beberapa hari setelahnya.
Sementara itu, Coric (18 tahun) yang berhasil menumbangkan petenis unggulan merasa sangat bersyukur, menurutnya, Murray adalah petenis yang sangat sulit dikalahkan. “Dia (Murray) adalah petenis yang tidak punya titik lemah, Anda benar-benar mengatakan bahwa saya harus mengembalikan backhand-nya atau forehand,” kata Coric.
Murray gagal mendapatkan break point tunggal melawan Coric, petenis Kroasia menang 88 dan 84 persen poin pada set pertama dan set kedua. Pertandingan itu berlangsung selama sekitar 1 jam 30 menit.
(Baca Juga : Terungkap, 10 Catatan Motivasi Murray)
“Saya membuat banyak sekali kesalahan sejak awal, pertandingan itu sangat jelek dan memalukan, seperti ketika saya bermain melawan (Gilles) Simon di Rotterdam, sangat yang mengecewakan,” ratap Murray dikutip The Nation, Jumat (27/2/2015).
Wajar jika Murray kecewa berat, selain karena dia lebih diunggulkan menang, kekalahan atas petenis remaja itu merupakan kekalahan ketiganya sepanjang Februari ini. Murray kalah dari Novak Djokovic di grand slam Australia Terbuka 2015, dan kemudian menyerah dari Gilles Simon di Rotterdam beberapa hari setelahnya.
Sementara itu, Coric (18 tahun) yang berhasil menumbangkan petenis unggulan merasa sangat bersyukur, menurutnya, Murray adalah petenis yang sangat sulit dikalahkan. “Dia (Murray) adalah petenis yang tidak punya titik lemah, Anda benar-benar mengatakan bahwa saya harus mengembalikan backhand-nya atau forehand,” kata Coric.
Murray gagal mendapatkan break point tunggal melawan Coric, petenis Kroasia menang 88 dan 84 persen poin pada set pertama dan set kedua. Pertandingan itu berlangsung selama sekitar 1 jam 30 menit.
(Baca Juga : Terungkap, 10 Catatan Motivasi Murray)
(bbk)