Cari Striker Untuk Persib, Djanur Siap Terbang ke Prancis
Selasa, 03 Maret 2015 - 17:07 WIB
Cari Striker Untuk Persib, Djanur Siap Terbang ke Prancis
A
A
A
BANDUNG - Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman atau yang akrab disapa Djanur menyatakan kesiapannya jika diutus untuk memantau pemain asing yang berlaga di Liga Perancis. Hal itu dilakukan agar Persib Bandung segera mendapatkan striker asing yang diinginkan.
Seperti yang diungkapkan Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Pihaknya akan mengirimkan Djanur itu ke Prancis, salah satunya untuk memantau striker asal Mali, Mamadao Diallo yang berlaga di Liga Perancis.
Tentu saja keputusan Umuh disambut baik Djanur. Sebab hal itu dapat memudahkannya melihat sejauh mana kualitas Diallo sebelum melakukan seleksi bersama Maung Bandung. "Ya, saya siap kalau memang diutus. Bagus juga, jadi saya bisa melihat langsung penampilan dia (Diallo)," ujar Djanur, Selasa (3/3/2015).
Bukan tanpa alasan, selama ini Persib kerap kesulitan mendapatkan striker asing yang diinginkan. Setidaknya hingga saat ini 12 pemain asing telah didepak lantaran tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan.
Kesulitan Persib Bandung mendapatkan striker yang diinginkan rupanya membuat Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glen Sugita turun tangan. Namun, kepergian Djanur ke Kota Mode itu bisa saja batal jika pemain berkebangsaan Georgia yang saat ini tengah menjalani seleksi bersama Maung Bandung memenuhi kriteria yang diinginkan. Pemain asing yang dimaksud adalah Apollon Lemondzhava.
"Saya berharap pemain yang saat ini menjalani seleksi (Apollon) memenuhi kriteria yang diinginkan. Apalagi saat ini usianya masih muda dan yang saya lihat skill dan tekniknya juga cukup menjanjikan. Lihat saja nanti," katanya.
Umuh mengatakan, maksud meminta Djanur ke Prancis itu diharapkan agar pihaknya lebih objektif menilai calon bomber asingnya nanti. Bahkan dia katakan, Diretur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, Glen Sugita pun sudah menyetujui. "Saya sudah instruksikan Pak Djadjang pergi ke Prancis untuk lihat sendiri, dari pada orangnya ke sini terus bermasalah kita juga tidak mau ambil resiko, saya akan kasih transportasi Pak Djadjang, nanti berangkat sendiri, Pak Glen (Sugita) juga sangat antusias dan Pak Glen semangat sekali," kata Umuh.
Persib sendiri dikatakan Umuh, setidaknya sudah ditawari tujuh legiun asing untuk mengisi juru gedor. Tapi untuk menjadi striker Maung Bandung dia berharap pemain yang benar-benar memiliki kualitas mumpuni.
Pihaknya ogah gegabah hanya menilai lewat rekaman video, sebab bisa saja yang ditayangkan, adalah permainan bertahun-tahun lalu. "Sekarang Pak Glen mengatakan sudah ada dua pemain, Insya Allah. Yang kemaren dari Kroasia (Ivan Krstanovic) sebenarnya sudah siap tapi keburu diambil orang. Jadi masalah budged urusan Pak Glen lah, pokoknya pemain bagus seperti yang rata-rata sudah ada di Indonesia," ungkapnya.
Untuk menjadi striker Persib, Umuh tidak akan berpatokan pada usia. Hanya saja, Pemain yang dimaksud masih eksis membela klub. Artinya kata dia, bukan pemain yang sudah lama menganggur. "Umur di 30-32 masih masuk, asal mereka masih main di klubnya, minimal satu bulan berhenti, jika sudah berhenti, tidak ada masalah asal jangan cedera aja," tuturnya.
Umuh tidak ingin kembali kecewa terhadap pemain asing yang datang melamar ke Persib. Beberapa agen pun awalnya meyakinkan menawarkan pemainnya, namun saat menjalani trial tidak sesuai dengan ekspektasi Persib. "Saya sudah larang kepada coach, tidak ada lagi ada seleksi yang sembarangan datang, walaupun ada jangan disitu, seleksi diluar," katanya.
Agar hal itu tidak terulang, pihaknya berencana kedepannya akan membentuk talent scouting, sebagai upaya agar Persib Bandung dapat dengan mudah mengincar para pemain bidikannya.
"Ini akan jadi pelajaran. Jadi bukan hanya striker asing, pemain lokal juga kita bisa dapatkan. Agar kejadian kemarin seperti Zulham Zamrun dan Syamsul Arif yang sudah dipastikan mau kesini (Persib) tidak tahunya malah batal," tandasnya.
Seperti yang diungkapkan Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Pihaknya akan mengirimkan Djanur itu ke Prancis, salah satunya untuk memantau striker asal Mali, Mamadao Diallo yang berlaga di Liga Perancis.
Tentu saja keputusan Umuh disambut baik Djanur. Sebab hal itu dapat memudahkannya melihat sejauh mana kualitas Diallo sebelum melakukan seleksi bersama Maung Bandung. "Ya, saya siap kalau memang diutus. Bagus juga, jadi saya bisa melihat langsung penampilan dia (Diallo)," ujar Djanur, Selasa (3/3/2015).
Bukan tanpa alasan, selama ini Persib kerap kesulitan mendapatkan striker asing yang diinginkan. Setidaknya hingga saat ini 12 pemain asing telah didepak lantaran tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan.
Kesulitan Persib Bandung mendapatkan striker yang diinginkan rupanya membuat Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glen Sugita turun tangan. Namun, kepergian Djanur ke Kota Mode itu bisa saja batal jika pemain berkebangsaan Georgia yang saat ini tengah menjalani seleksi bersama Maung Bandung memenuhi kriteria yang diinginkan. Pemain asing yang dimaksud adalah Apollon Lemondzhava.
"Saya berharap pemain yang saat ini menjalani seleksi (Apollon) memenuhi kriteria yang diinginkan. Apalagi saat ini usianya masih muda dan yang saya lihat skill dan tekniknya juga cukup menjanjikan. Lihat saja nanti," katanya.
Umuh mengatakan, maksud meminta Djanur ke Prancis itu diharapkan agar pihaknya lebih objektif menilai calon bomber asingnya nanti. Bahkan dia katakan, Diretur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, Glen Sugita pun sudah menyetujui. "Saya sudah instruksikan Pak Djadjang pergi ke Prancis untuk lihat sendiri, dari pada orangnya ke sini terus bermasalah kita juga tidak mau ambil resiko, saya akan kasih transportasi Pak Djadjang, nanti berangkat sendiri, Pak Glen (Sugita) juga sangat antusias dan Pak Glen semangat sekali," kata Umuh.
Persib sendiri dikatakan Umuh, setidaknya sudah ditawari tujuh legiun asing untuk mengisi juru gedor. Tapi untuk menjadi striker Maung Bandung dia berharap pemain yang benar-benar memiliki kualitas mumpuni.
Pihaknya ogah gegabah hanya menilai lewat rekaman video, sebab bisa saja yang ditayangkan, adalah permainan bertahun-tahun lalu. "Sekarang Pak Glen mengatakan sudah ada dua pemain, Insya Allah. Yang kemaren dari Kroasia (Ivan Krstanovic) sebenarnya sudah siap tapi keburu diambil orang. Jadi masalah budged urusan Pak Glen lah, pokoknya pemain bagus seperti yang rata-rata sudah ada di Indonesia," ungkapnya.
Untuk menjadi striker Persib, Umuh tidak akan berpatokan pada usia. Hanya saja, Pemain yang dimaksud masih eksis membela klub. Artinya kata dia, bukan pemain yang sudah lama menganggur. "Umur di 30-32 masih masuk, asal mereka masih main di klubnya, minimal satu bulan berhenti, jika sudah berhenti, tidak ada masalah asal jangan cedera aja," tuturnya.
Umuh tidak ingin kembali kecewa terhadap pemain asing yang datang melamar ke Persib. Beberapa agen pun awalnya meyakinkan menawarkan pemainnya, namun saat menjalani trial tidak sesuai dengan ekspektasi Persib. "Saya sudah larang kepada coach, tidak ada lagi ada seleksi yang sembarangan datang, walaupun ada jangan disitu, seleksi diluar," katanya.
Agar hal itu tidak terulang, pihaknya berencana kedepannya akan membentuk talent scouting, sebagai upaya agar Persib Bandung dapat dengan mudah mengincar para pemain bidikannya.
"Ini akan jadi pelajaran. Jadi bukan hanya striker asing, pemain lokal juga kita bisa dapatkan. Agar kejadian kemarin seperti Zulham Zamrun dan Syamsul Arif yang sudah dipastikan mau kesini (Persib) tidak tahunya malah batal," tandasnya.
(bbk)