Sebuah Ulasan Titian Panjang Menuju Juara ISL 2014

Minggu, 08 Maret 2015 - 07:06 WIB
Sebuah Ulasan Titian...
Sebuah Ulasan Titian Panjang Menuju Juara ISL 2014
A A A
BANDUNG - Tak dapat disangkal lagi, Persib Bandung merupakan magnet bagi perhatian masyarakat Jawa Barat, khususnya. Mayoritas masyarakat tatar pasundan mendukung penuh tim yang musim 2014 lalu menjuarai Indonesia Super League. Dari mulai anak-anak hingga dewasa menjadi fans Pangeran Biru, julukan Persib atau diistilahkan bobotoh. Momen juara seperti hujan di tengah padang tandus bagi bobotoh, penawar dahaga, pengobat luka selama 19 tahun puasa gelar.

Rekam jejak penuntasan misi 19 tahun coba diabadikan dalam sebuah buku berjudul “Musim Sang Juara”. Dikemas sedemikian rupa dengan mayoritasnya merupakan kumpulan tulisan jurnalistik oleh Arif Budi Kristanto, tak lain adalah pewarta Persib di harian umum di Jawa Barat. Buku ini bukan satu-satunya yang terbit setelah Persib ditahbiskan sebagai tim juara pada November 2014 lalu.

“Beberapa buku kemudian diterbitkan berbarengan dengan momentum perayaan juara Persib. Namun, kebanyakan berisi sejarah di masa lalu dan hanya sedikit mengulas keberhasilan Persib menjuarai LSI 2014,” ungkap Arif di sela-sela peluncuran bukunya yang berlangsung di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Sabtu (7/3/2015).

Atas dasar itulah ia mengumpulkan kembali dan melengkapi tuisan-tulisannya sepanjang mengikuti perjalanan Persib Bandung menjadi juara musim 2014. Tidak hanya ulasan-ulasan pertandingan, namun juga jatuh bangun Persib melalui musim yang tak mudah ia tuangkan dalam buku yang pertama kali dicetak sebanyak 2.000 eksemplar.

“Tidak masing-masing pertandingan diulas. Ada juga bahasan yang sebelumnya tidak terekspos ke media diulas dalam buku ini. Seperti alasan pelatih Djadjang menerapkan formasi 3-5-2 dan akhirnya kalah 1-3 melawan Semen Padang. Eksperimen ini sendiri boleh jadi dilakukan Djadjang yang memang menggandrungi strategi dan formasi racikan master taktik Belanda Louis van Gaal sepanjang Piala Dunia 2014,” tuturnya.

Selain itu, momen lainnya adalah ketika terjadi kericuhan sawer uang Rp10 juta di ruang ganti pemain. Dia menulis, lolosnya Persib ke final diwarnai aksi “kericuhan” di kamar ganti seusai laga. Saking bahagia, Manajer Persib Umuh Muchtar melakukan aksi “nyawer” dengan gepokan uang kertas pecahan Rp100.000 dari kantung yang dititipkan pada Asisten Pelatih Asep Sumantri.

Umuh lantas melemparkannya ke udara sambil tertawa bahagia merayakan kemenangan penting atas Arema. Uang pun berhamburan seperti hujan. Para pemain sontak berebut tak terkendali. Suasana ruang ganti menjadi riuh. Tidak hanya itu, setela uang dari tas habis dihamburkan, Umuh kemudian merogoh gepokan uang dari saku celananya dan kembali melemparkannya secara acak ke udara. Aksi saling tindih berebut uang pun berlanjut tak terhindarkan. Para pemain berburu saweran uang sambil tertawa kegirangan.

“Belakangan diketahui, jumlah uang yang dirogoh dari tas dan dipakai Umuh untuk menyawer itu tidak kurang dari Rp10 juta, belum lagi uang dari saku celananya. Saweran itu murni merupakan buah kegembiraan Umuh yang memang terkenal royal. Bonus kemenangan tentu saja di luar uang saweran itu,” tulisnya.

Disinggung mengenai momen paling menarik selain prosesi pemberian trofi juara, Arif mengakui, adalah saat derby Bandung yang mempertemukan Persib dengan PBR (Pelita Bandung Raya) pada pertandingan terakhir di delapan besar. Kala itu, Persib yang sudah dipastikan lolos ke semifinal turun dengan kekuatan penuh namun tetap saja kalah 1-2.

“Bahkan pada musim pertama Djadjang menangani Persib, ia mengaku gelisah sekali, lemas sebadan-badan, tegang sebelum pertandingan melawan PBR. Ditambah lagi saat itu santer terdengar isu yang akan memberhentikan dirinya apalagi kalau kalah saat itu,” terang Arif.

Buku memang menjadi buah karya yang bisa sedikit memperpanjang usia cerita yang terjadi. Cerita Persib juara LSI 2014 harus diselamatkan, buku menjadi salah satu caranya. Penuntasan misi 19 tahun tanpa gelar bukanlah perkara mudah. Banyak cerita menarik di baliknya yang perlu disebarluaskan ke khalayak. Semoga buku “Musim Sang Juara” jadi referensi sejarah yang memperlihatkan betapa Persib memang pantas juara.
(bbk)
Berita Terkait
Dua Klub Inggris Tempati...
Dua Klub Inggris Tempati Tahta Klub Sepakbola Terkaya Dunia, Ini Analisa Pengamat
Kapan Persisnya Liverpool...
Kapan Persisnya Liverpool Akan Menjuarai Liga Primer Tahun Ini, Simak Analisa Berikut
Dipepet Lazio, Apakah...
Dipepet Lazio, Apakah Juventus Akan Kembali Juara Liga Italia Tahun Ini, Simak Analisa Berikut
Bintang Muda MU Ini...
Bintang Muda MU Ini Bagikan Paket Sembako dan Puluhan Miliar untuk Korban Covid-19
Diikuti 1.633 Siswa,...
Diikuti 1.633 Siswa, Milklife Soccer Challenge Surabaya Seri I Lahirkan Bintang Baru
Lanjutan Story of Kale,...
Lanjutan Story of Kale, Ini 5 Alasan Story of Dinda Bukan Film Cinta Biasa
Berita Terkini
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Maxi Araujo Selamatkan Uruguay dari Kejutan Arab Saudi
1 jam yang lalu
FIFA Putar Balik Aturan...
FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Pahlawan Cape Verde...
Pahlawan Cape Verde di Piala Dunia 2026 Menangis, Ibunya Ditolak Masuk Amerika Serikat
1 jam yang lalu
Mengapa Pemain Spanyol...
Mengapa Pemain Spanyol Tidak Menyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia 2026?
1 jam yang lalu
Bek Arab Saudi Abdulelah...
Bek Arab Saudi Abdulelah al-Amri Koyak Gawang Uruguay di Babak Pertama
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Piala Afrika...
Daftar Juara Piala Afrika Sepanjang Sejarah, Mesir Terbanyak!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved