Jadwal Padat Jadi Biang Keladi Kegagalan Klub Inggris
Kamis, 19 Maret 2015 - 12:03 WIB
Jadwal Padat Jadi Biang Keladi Kegagalan Klub Inggris
A
A
A
BARCELONA - Liga Champions musim ini tak bersahabat bagi klub-klub Inggris. Dari empat tim yang berlaga tak ada satu pun yang mampu lolos ke babak perempat final.
Seperti diketahui, Inggris mengirim empat wakilnya, yakni Chelsea, Liverpool, Arsenal dan Manchester City. Tapi langkah keempatnya telah terhenti sebelum fase 8 besar.
Diawali Liverpool yang gagal lolos dari babak penyisihan grup. Di laga terakhir melawan Basel, Rabu (10/12/2014) Liverpool hanya bisa imbang 1-1. Pada klasemen akhir Liverpool kalah saing dengan Basel dan Real Madrid.
Setelah itu giliran Chelsea yang terhempas di babak 16 besar. Mereka tersingkir usai kalah produktivitas gol dari Paris Saint Germain (PSG). Pada leg pertama The Blues imbang 1-1. Lalu saat menggelar leg kedua di kandangnya sendiri, Chelsea ditahan 2-2 oleh 10 pemain PSG.
Nasib buruk Chelsea ikut dialami Arsenal. Tim Meriam London kalah soal produktivitas gol tandang. Menyerah 1-3 dari AS Monaco di leg pertama, Arsenal hanya mampu membalas 2-0 saat pertemuan kedua.
Sementara City, mereka kalah total dari Barcelona. Bermain dalam dua leg, The Citizens selalu gagal menaklukkan pasukan Los Blaugrana.
Kegagalan klub-klub Inggris berkiprah di ajang Liga Champions musim ini mendapat perhatian dari manajer City, Manuel Pellegrni. Menurutnya salah satu faktor yang membuat klub Inggris gagal total karena padatnya jadwal hingga menguras fisik serta memecah fokus para pemain. (Baca juga: Gol Spesial Rakitic Hantar Barca ke Perempat Final)
Ajang Liga Inggris memang dikenal sebagai kompetisi yang super ketat. Setiap minggunya mereka harus bekerja keras melakoni satu atau dua pertandingan. Hal itulah yang dianggap Pellegrini sebagai biang keladi dari kegagalan klub Inggris di kancah Eropa.
"Sulit untuk menjelaskan mengapa klub-klub Inggris tersingkir dari Liga Champions. Saya rasa karena jadwal di liga domestik sangat padat. Liga Inggris adalah liga yang sangat kuat dengan banyak tim bagus. Sedangkan kami berada di sini setelah menjalani jadwal yang ketat selama dua bulan, sehingga bisa sangat melelahkan bagi tim-tim Inggris," keluh Pellegrini, dilansir Goal, Kamis (19/3/2015).
Dengan gugurnya klub asal Inggris, maka Spanyol menjadi negara yang paling banyak mengirimkan wakilnya ke babak perempat final. Ada tiga tim Spanyol yang lolos yaitu Real Madrid, Atletico Madrid dan Barcelona.
Selain tiga tim tersebut, perempat final Liga Champions juga diikuti dua tim asal Prancis yakni PSG dan AS Monaco. Kelimanya tergabung dengan Bayern Muenchen, FC Porto dan juga Juventus.
Seperti diketahui, Inggris mengirim empat wakilnya, yakni Chelsea, Liverpool, Arsenal dan Manchester City. Tapi langkah keempatnya telah terhenti sebelum fase 8 besar.
Diawali Liverpool yang gagal lolos dari babak penyisihan grup. Di laga terakhir melawan Basel, Rabu (10/12/2014) Liverpool hanya bisa imbang 1-1. Pada klasemen akhir Liverpool kalah saing dengan Basel dan Real Madrid.
Setelah itu giliran Chelsea yang terhempas di babak 16 besar. Mereka tersingkir usai kalah produktivitas gol dari Paris Saint Germain (PSG). Pada leg pertama The Blues imbang 1-1. Lalu saat menggelar leg kedua di kandangnya sendiri, Chelsea ditahan 2-2 oleh 10 pemain PSG.
Nasib buruk Chelsea ikut dialami Arsenal. Tim Meriam London kalah soal produktivitas gol tandang. Menyerah 1-3 dari AS Monaco di leg pertama, Arsenal hanya mampu membalas 2-0 saat pertemuan kedua.
Sementara City, mereka kalah total dari Barcelona. Bermain dalam dua leg, The Citizens selalu gagal menaklukkan pasukan Los Blaugrana.
Kegagalan klub-klub Inggris berkiprah di ajang Liga Champions musim ini mendapat perhatian dari manajer City, Manuel Pellegrni. Menurutnya salah satu faktor yang membuat klub Inggris gagal total karena padatnya jadwal hingga menguras fisik serta memecah fokus para pemain. (Baca juga: Gol Spesial Rakitic Hantar Barca ke Perempat Final)
Ajang Liga Inggris memang dikenal sebagai kompetisi yang super ketat. Setiap minggunya mereka harus bekerja keras melakoni satu atau dua pertandingan. Hal itulah yang dianggap Pellegrini sebagai biang keladi dari kegagalan klub Inggris di kancah Eropa.
"Sulit untuk menjelaskan mengapa klub-klub Inggris tersingkir dari Liga Champions. Saya rasa karena jadwal di liga domestik sangat padat. Liga Inggris adalah liga yang sangat kuat dengan banyak tim bagus. Sedangkan kami berada di sini setelah menjalani jadwal yang ketat selama dua bulan, sehingga bisa sangat melelahkan bagi tim-tim Inggris," keluh Pellegrini, dilansir Goal, Kamis (19/3/2015).
Dengan gugurnya klub asal Inggris, maka Spanyol menjadi negara yang paling banyak mengirimkan wakilnya ke babak perempat final. Ada tiga tim Spanyol yang lolos yaitu Real Madrid, Atletico Madrid dan Barcelona.
Selain tiga tim tersebut, perempat final Liga Champions juga diikuti dua tim asal Prancis yakni PSG dan AS Monaco. Kelimanya tergabung dengan Bayern Muenchen, FC Porto dan juga Juventus.
(bep)