Tak Punya Striker Asing, Persib Tiru Argentina
Sabtu, 21 Maret 2015 - 15:44 WIB
Tak Punya Striker Asing, Persib Tiru Argentina
A
A
A
BANDUNG - Belum adanya striker asing yang berhasil digaet tidak memusingkan Persib Bandung. Bahkan tanpa mesin gol, Maung Bandung bisa menjadi kampiun di Indonesia Super League (ISL 2014) lalu sama halnya yang dibuat Argentina saat menjadi juara dunia 1986.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Marketing dan Promosi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Muhammad Farhan. Menurutnya, Persibtidak terlalu khawatir meski saat ini tim Persib Bandung belum mendapatkan striker asing berkualitas. Padahal kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 dalam waktu dekat akan segera bergulir.
Farhan menyadari, bukan hal yang mudah dalam menentukan siapa striker yang berhak berseragam Persib. Tak ayal, sudah ke-15 kalinya, pelatih Persib Djadjang Nurdjaman mendepak para pemain asingnya yang mencoba mengadu nasib di Persib Bandung.
Justru kata Farhan, pencarian sosok striker asing bukan hal yang terlalu penting untuk dilakukan, sebab selama ini tanpa striker asing, Persib berhasil menjuarai kasta tertinggi tanah air pada musim 2014 lalu.
"Karena yang terpenting adalah menang, bukan siapa strikernya. Jangan terlalu terpaku kepada striker. Karena kalau kita beli 12 striker sekalipun dimainkan dalam satu pertandingan, apakah dia bisa mencetak gol? Belum tentu kan," tegas Farhan, kemarin.
Bisa saja, lanjut dia, pencapaian gol yang dilakukan berasal dari pemain yang berposisi sebagai gelandang. Seperti saat Persib melakoni babak penyisihan Grup H AFC Cup 2015 ini, di mana Atep yang berposisi sebagai gelandang berhasil mengemas tiga gol dalam tiga pertandingan yang telah dilalui.
Tentu saja, kata Farhan peran gelandang yang cukup menumpuk di kubu Persib Bandung saat ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi alternatif dalam urusan mencetak gol. "Kita contohkan Argentina di piala dunia 1986 saat menjadi juara. Bisa kita lihat, tidak ada yang mengenal sosok strikernya tapi siapa yang dikenal? Maradona. Maradona bukan striker, striker hanya bertujuan mengganggu bek," terangnya.
Bukan tidak mungkin, hal itu dapat diterapkan Persib Bandung, sama halnya dengan apa yang dilakukan Argentina pada Piala Dunia 1986 silam. "Bisa saja dengan menciptakan gelandang yang aktif bisa menciptakan gol. Yang masukin Atep lagi juga tidak apa-apa yang penting menang," pungkasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Marketing dan Promosi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Muhammad Farhan. Menurutnya, Persibtidak terlalu khawatir meski saat ini tim Persib Bandung belum mendapatkan striker asing berkualitas. Padahal kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 dalam waktu dekat akan segera bergulir.
Farhan menyadari, bukan hal yang mudah dalam menentukan siapa striker yang berhak berseragam Persib. Tak ayal, sudah ke-15 kalinya, pelatih Persib Djadjang Nurdjaman mendepak para pemain asingnya yang mencoba mengadu nasib di Persib Bandung.
Justru kata Farhan, pencarian sosok striker asing bukan hal yang terlalu penting untuk dilakukan, sebab selama ini tanpa striker asing, Persib berhasil menjuarai kasta tertinggi tanah air pada musim 2014 lalu.
"Karena yang terpenting adalah menang, bukan siapa strikernya. Jangan terlalu terpaku kepada striker. Karena kalau kita beli 12 striker sekalipun dimainkan dalam satu pertandingan, apakah dia bisa mencetak gol? Belum tentu kan," tegas Farhan, kemarin.
Bisa saja, lanjut dia, pencapaian gol yang dilakukan berasal dari pemain yang berposisi sebagai gelandang. Seperti saat Persib melakoni babak penyisihan Grup H AFC Cup 2015 ini, di mana Atep yang berposisi sebagai gelandang berhasil mengemas tiga gol dalam tiga pertandingan yang telah dilalui.
Tentu saja, kata Farhan peran gelandang yang cukup menumpuk di kubu Persib Bandung saat ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi alternatif dalam urusan mencetak gol. "Kita contohkan Argentina di piala dunia 1986 saat menjadi juara. Bisa kita lihat, tidak ada yang mengenal sosok strikernya tapi siapa yang dikenal? Maradona. Maradona bukan striker, striker hanya bertujuan mengganggu bek," terangnya.
Bukan tidak mungkin, hal itu dapat diterapkan Persib Bandung, sama halnya dengan apa yang dilakukan Argentina pada Piala Dunia 1986 silam. "Bisa saja dengan menciptakan gelandang yang aktif bisa menciptakan gol. Yang masukin Atep lagi juga tidak apa-apa yang penting menang," pungkasnya.
(bbk)