Juara di Level Junior Tidak Dijamin Masuk Tim Senior
Rabu, 15 April 2015 - 09:33 WIB
Juara di Level Junior Tidak Dijamin Masuk Tim Senior
A
A
A
Manajemen Chelsea mendapatkan tamparan keras dari skuad junior The Blues. Di tengah kegemaran rezim Roman Abramovich mendatangkan pemain-pemain bintang berharga mahal di skuad utama, tim muda Chelsea justru menjadi juara Liga Champions Junior 2014/2015.
Anak-anak muda Chelsea sepertinya ingin memberi bukti jika mereka memang pantas diberi kesempatan tampil di tim senior. Ditantang Shakhtar Donetsk U-19 (Ukraina) di Nyon, dini hari kemarin, Chelsea U-19 sukses menjadi juara setelah meraih kemenangan 3-2. Istimewanya, lawan yang dihadapi pada final sama sekali belum mengalami kekalahan sepanjang turnamen.
”Apakah setelah ini mereka akan bermain di tim senior? Seharusnya iya. Saya sangat yakin dengan semua kemungkinan itu. Membela tim utama The Bluesakan bisa didapatkan anakanak muda ini pada masa depan,” ungkap juru latih tim junior Chelsea, Adrian Viveash, dilansir Daily Mail. Fakta sejarah di klub London Barat itu menunjukkan, sejak dipegang Abramovic, wajah Chelsea berubah total.
Banyak bintang sepak bola dunia keluar-masuk Stamford Bridge. Imbasnya, berbagai gelar juara, baik di tingkat domestik maupun internasional, juga bergantian datang mengisi lemari sukses The Blues. Sayang, di balik gemerlapnya prestasi dan bintang-bintang yang berdatangan, sisi negatif dari kebijakan Abramovich tidak bisa ditutupi. Contohnya musim ini.
Dari 25 pemain yang terdaftar, hanya ada dua orang yang berasal dari Inggris, yang tampil reguler membela The Blues, yaitu John Terry dan Gary Cahill. Di skuad utama Chelsea musim ini, sebenarnya ada tiga pemain junior yang dimasukkan, yaitu Isaiah Brown, Ruben Loftus-Cheek, dan Andreas Christensen. Namun, dari ketiga nama tersebut, Loftus-Greek yang sempat diberikan kesempatan bermain.
Sosok kelahiran 23 Januari 1996 itu tampil saat Chelsea melawan Sporting Lisbon di Liga Champions pada 10 Desember 2014. Ketika di Stamford Bridge, dia masuk menggantikan Cesc Fabregas dan hanya tampil selama sekitar 7 menit. ”Ruben (Lotfus-Grekk), Dominic (Solanke), dan Andreas (Christensen) saya rasa akan mendapatkan menit bermain (di tim utama) musim ini.
Namun, saya berharap itu menit bermain yang sesungguhnya. Sebab, mereka harus sampai ke tahapan berikutnya dari kerja keras mereka selama ini (di tim junior),” ungkap Adrian Viveash. Dengan keberhasilan tim muda Chelsea menjadi juara Liga Champions Junior, banyak yang meminta Jose Mourinho untuk tidak terlalu bergantung pada program pembelian pemain bintang.
Pasalnya, kualitas para pemain produk akademi Chelsea ternyata tidak kalah dengan produk La Masia milik Barcelona atau De Toekomst milik Ajax Amsterdam. Catatan kompetisi menunjukkan, Liga Champions Junior pertama kali digelar musim lalu dengan Barcelona yang menjadi juara. Para pemain didikan La Masia itu sukses mengalahkan Benfica pada final. Musim ini Barcelona sudah disingkirkan Anderlecht pada babak 16 besar.
Decky Irawan Jasri
Anak-anak muda Chelsea sepertinya ingin memberi bukti jika mereka memang pantas diberi kesempatan tampil di tim senior. Ditantang Shakhtar Donetsk U-19 (Ukraina) di Nyon, dini hari kemarin, Chelsea U-19 sukses menjadi juara setelah meraih kemenangan 3-2. Istimewanya, lawan yang dihadapi pada final sama sekali belum mengalami kekalahan sepanjang turnamen.
”Apakah setelah ini mereka akan bermain di tim senior? Seharusnya iya. Saya sangat yakin dengan semua kemungkinan itu. Membela tim utama The Bluesakan bisa didapatkan anakanak muda ini pada masa depan,” ungkap juru latih tim junior Chelsea, Adrian Viveash, dilansir Daily Mail. Fakta sejarah di klub London Barat itu menunjukkan, sejak dipegang Abramovic, wajah Chelsea berubah total.
Banyak bintang sepak bola dunia keluar-masuk Stamford Bridge. Imbasnya, berbagai gelar juara, baik di tingkat domestik maupun internasional, juga bergantian datang mengisi lemari sukses The Blues. Sayang, di balik gemerlapnya prestasi dan bintang-bintang yang berdatangan, sisi negatif dari kebijakan Abramovich tidak bisa ditutupi. Contohnya musim ini.
Dari 25 pemain yang terdaftar, hanya ada dua orang yang berasal dari Inggris, yang tampil reguler membela The Blues, yaitu John Terry dan Gary Cahill. Di skuad utama Chelsea musim ini, sebenarnya ada tiga pemain junior yang dimasukkan, yaitu Isaiah Brown, Ruben Loftus-Cheek, dan Andreas Christensen. Namun, dari ketiga nama tersebut, Loftus-Greek yang sempat diberikan kesempatan bermain.
Sosok kelahiran 23 Januari 1996 itu tampil saat Chelsea melawan Sporting Lisbon di Liga Champions pada 10 Desember 2014. Ketika di Stamford Bridge, dia masuk menggantikan Cesc Fabregas dan hanya tampil selama sekitar 7 menit. ”Ruben (Lotfus-Grekk), Dominic (Solanke), dan Andreas (Christensen) saya rasa akan mendapatkan menit bermain (di tim utama) musim ini.
Namun, saya berharap itu menit bermain yang sesungguhnya. Sebab, mereka harus sampai ke tahapan berikutnya dari kerja keras mereka selama ini (di tim junior),” ungkap Adrian Viveash. Dengan keberhasilan tim muda Chelsea menjadi juara Liga Champions Junior, banyak yang meminta Jose Mourinho untuk tidak terlalu bergantung pada program pembelian pemain bintang.
Pasalnya, kualitas para pemain produk akademi Chelsea ternyata tidak kalah dengan produk La Masia milik Barcelona atau De Toekomst milik Ajax Amsterdam. Catatan kompetisi menunjukkan, Liga Champions Junior pertama kali digelar musim lalu dengan Barcelona yang menjadi juara. Para pemain didikan La Masia itu sukses mengalahkan Benfica pada final. Musim ini Barcelona sudah disingkirkan Anderlecht pada babak 16 besar.
Decky Irawan Jasri
(bbg)