Damai 2 Tahun, Delije dan Grobari Kembali Bentrok
Senin, 27 April 2015 - 09:17 WIB
Damai 2 Tahun, Delije dan Grobari Kembali Bentrok
A
A
A
Awalnya insiden terjadi di luar stadion. Belum diketahui siapa yang memulai. Namun, ultras (suporter garis keras) kedua kubu (Delije dan Grobari ) terlibat baku hantam dan saling lempar sebelum pertandingan dimulai.
Merasa tidak akan mengganggu, panitia pertandingan memutuskan tetap melangsungkan pertandingan. Sayang, prediksi otoritas laga meleset. Dari luar, kerusuhan merembet ke dalam stadion yang mengharuskan polisi bertindak tegas.
Akibatnya, puluhan pendukung kedua tim terluka akibat hantaman dan lemparan benda keras. Pihak aparat keamanan juga ikut menjadi korban. Setidaknya 35 petugas terluka. “Polisi bereaksi secara profesional dan efisien dalam meredam konflik yang dilakukan pendukung kedua tim,” ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Serbia Nebojsa Stefanovic, dilansir Daily Mail.
Yang terjadi di Rajko Mitic pada akhir pekan itu layaknya perang. Ultras kedua kubu tidak segan-segan mencabut kursi plastik dan melemparkannya ke lawan. Sekelompok pendukung Red Star bahkan nekat menyerang polisi dengan melempar granat suara, mercon, flare, dan tempat duduk plastik. Sejarah mencatat, bentrok antara pendukung Red Star dan Partizan sudah sering terjadi.
Pada 2013 perkelahian antara pendukung mengakibatkan puluhan orang terluka dan sedikitnya 104 ditangkap. Penyebab bentrok sama, yaitu rivalitas antara dua klub terbaik dan bersejarah di bekas ibu kota Yugoslavia tersebut. Tidak hanya 2013, pada 2007 bentrok juga pecah. Saat itu satu petugas keamanan mengalami luka serius lantaran seorang pendukung Red Star melemparkan flare yang menyala ke mulut si petugas.
Sementara pada 1999 seorang remaja pendukung Red Star terbunuh karena oknum suporter Partizan meluncurkan petasan berdaya ledak tinggi. Di Serbia, ultras Red Star dikenal dengan sebutan Delije , sedangkan pendukung Partizan bernama Grobari . Di kompetisi Eropa, kedua kelompok memiliki reputasi yang sangat buruk dalam hal kekerasan dan aksi rasial. Manajemen kedua klub berkali-kali harus membayar denda kepada UEFA terkait ulah tidak terpuji Delije dan Grobari pada pertandingan antarklub Benua Biru.
Hal lain yang menarik dari Delije dan Grobari adalah keterlibatan beberapa anggotanya dalam Perang Balkan pada 1990-an. Salah satu anggota Delije yang terkenal karena dianggap sebagai salah satu pelaku kejahatan perang di Bosnia-Herzegovina adalah Zeljko Raznatovic alias Arkan The Tiger .
M MIRZA
Merasa tidak akan mengganggu, panitia pertandingan memutuskan tetap melangsungkan pertandingan. Sayang, prediksi otoritas laga meleset. Dari luar, kerusuhan merembet ke dalam stadion yang mengharuskan polisi bertindak tegas.
Akibatnya, puluhan pendukung kedua tim terluka akibat hantaman dan lemparan benda keras. Pihak aparat keamanan juga ikut menjadi korban. Setidaknya 35 petugas terluka. “Polisi bereaksi secara profesional dan efisien dalam meredam konflik yang dilakukan pendukung kedua tim,” ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Serbia Nebojsa Stefanovic, dilansir Daily Mail.
Yang terjadi di Rajko Mitic pada akhir pekan itu layaknya perang. Ultras kedua kubu tidak segan-segan mencabut kursi plastik dan melemparkannya ke lawan. Sekelompok pendukung Red Star bahkan nekat menyerang polisi dengan melempar granat suara, mercon, flare, dan tempat duduk plastik. Sejarah mencatat, bentrok antara pendukung Red Star dan Partizan sudah sering terjadi.
Pada 2013 perkelahian antara pendukung mengakibatkan puluhan orang terluka dan sedikitnya 104 ditangkap. Penyebab bentrok sama, yaitu rivalitas antara dua klub terbaik dan bersejarah di bekas ibu kota Yugoslavia tersebut. Tidak hanya 2013, pada 2007 bentrok juga pecah. Saat itu satu petugas keamanan mengalami luka serius lantaran seorang pendukung Red Star melemparkan flare yang menyala ke mulut si petugas.
Sementara pada 1999 seorang remaja pendukung Red Star terbunuh karena oknum suporter Partizan meluncurkan petasan berdaya ledak tinggi. Di Serbia, ultras Red Star dikenal dengan sebutan Delije , sedangkan pendukung Partizan bernama Grobari . Di kompetisi Eropa, kedua kelompok memiliki reputasi yang sangat buruk dalam hal kekerasan dan aksi rasial. Manajemen kedua klub berkali-kali harus membayar denda kepada UEFA terkait ulah tidak terpuji Delije dan Grobari pada pertandingan antarklub Benua Biru.
Hal lain yang menarik dari Delije dan Grobari adalah keterlibatan beberapa anggotanya dalam Perang Balkan pada 1990-an. Salah satu anggota Delije yang terkenal karena dianggap sebagai salah satu pelaku kejahatan perang di Bosnia-Herzegovina adalah Zeljko Raznatovic alias Arkan The Tiger .
M MIRZA
(ars)