Sriwijaya FC Tak Sembarangan Ikut Liga Independen
Sabtu, 09 Mei 2015 - 03:30 WIB
Sriwijaya FC Tak Sembarangan Ikut Liga Independen
A
A
A
PALEMBANG - Ide PT. Liga Indonesia (Liga) menggeber turnamen atau Liga Independen untuk mengisi kekosongan kompetisi pasca dihentikannya QNB League tidak disambut baik Sriwijaya FC. Manajemen Laskar Wong Kito ingin mempelajari level turnamen sebelum memberikan titah.
"Kami ingin pelajari dulu turnamen itu. Kalau kelasnya liga tarkam (antarkampung) kami tak mau ikut,"tegas Manajer Sriwijaya FC (SFC) Robert Heri, Jumat, (8/5).
Lebel tim juara dengan diisi pemain bertabur bintang tidak akan dikotori SFC. Itu menjadi arahan manajemen agar Laskar Wong Kito tidak sembarangan mengikuti sebuah kompetisi. "Meskipun kami butuh kompetisi juga karena waktu kosong seperti ini. Kita juga harus cermat. Makanya perlu kami pilh-pilih apakah layak SFC ikut kompetisi tersebut,"tuturnya.
Suara lantang yang dilontarkan manajer sebagai bentuk menjaga pamor Laskar Wong Kito di mata sponsor. Selain itu, kejelasan atau kelanjutan usai turnamen apa yang akan didapatkan tim.
"Kelanjutannya seperti apa atau bisa mewakili ikut AFC misalnya. Dan seluruh peserta QNB League lainnya ikut apa tidak. Kami tidak ingin mengecewakan sponsor. Sebab, mereka tahu SFC akan mengikuti kompetisi kasta tertinggi bukan turnamen,"ucapnya.
Kendati demikian manajemen tidak menuturkan menolak kompetisi produk LI tersebut. Robert hanya ingin mempelajari terlebih dahulu. "Kita pelajari kalau layak dan diikuti perserta QNB-League mungkin kita ikut. Tentunya akan kita bicarakan juga dengan sponsor,"pungkasnya.
Sebelumnya LI melakukan beragam upaya mencermati kekosongan kompetisi. Pada pertemuan 18 klub dan LI di Jakarta Rabu,(06/05) tawaran turnamen mencuat namun, 18 klub masih memikirkan opsi hingga kembali digodok pada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pada 12 Mei mendatang.
"Kami ingin pelajari dulu turnamen itu. Kalau kelasnya liga tarkam (antarkampung) kami tak mau ikut,"tegas Manajer Sriwijaya FC (SFC) Robert Heri, Jumat, (8/5).
Lebel tim juara dengan diisi pemain bertabur bintang tidak akan dikotori SFC. Itu menjadi arahan manajemen agar Laskar Wong Kito tidak sembarangan mengikuti sebuah kompetisi. "Meskipun kami butuh kompetisi juga karena waktu kosong seperti ini. Kita juga harus cermat. Makanya perlu kami pilh-pilih apakah layak SFC ikut kompetisi tersebut,"tuturnya.
Suara lantang yang dilontarkan manajer sebagai bentuk menjaga pamor Laskar Wong Kito di mata sponsor. Selain itu, kejelasan atau kelanjutan usai turnamen apa yang akan didapatkan tim.
"Kelanjutannya seperti apa atau bisa mewakili ikut AFC misalnya. Dan seluruh peserta QNB League lainnya ikut apa tidak. Kami tidak ingin mengecewakan sponsor. Sebab, mereka tahu SFC akan mengikuti kompetisi kasta tertinggi bukan turnamen,"ucapnya.
Kendati demikian manajemen tidak menuturkan menolak kompetisi produk LI tersebut. Robert hanya ingin mempelajari terlebih dahulu. "Kita pelajari kalau layak dan diikuti perserta QNB-League mungkin kita ikut. Tentunya akan kita bicarakan juga dengan sponsor,"pungkasnya.
Sebelumnya LI melakukan beragam upaya mencermati kekosongan kompetisi. Pada pertemuan 18 klub dan LI di Jakarta Rabu,(06/05) tawaran turnamen mencuat namun, 18 klub masih memikirkan opsi hingga kembali digodok pada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pada 12 Mei mendatang.
(aww)