Sriwijaya FC Tentukan Nasib Pemain 20 Mei
Jum'at, 08 Mei 2015 - 17:51 WIB
Sriwijaya FC Tentukan Nasib Pemain 20 Mei
A
A
A
PALEMBANG - Manajemen Sriwijaya FC (SFC) memastikan nasib para pemain akan ditentukan pada 20 Mei mendatang. Pasalnya, terhentinya kompetisi QNB-League 2015 membuat pengeluaran klub membengkak.
"Pada tanggal 20 Mei semua pemain kita suruh merapat ke Palembang. Di sana semua akan kita mencari solusi bagaimana agar tidak merugikan tim dan tentunya juga manajemen,"kata Manajer Sriwijaya FC (SFC) Robert Heri, Jumat, (8/5).
Dijabarkan Robert, pembahasan yang menjadi topik pembicaraan nanti terkait kontrak dan gaji pemain agar tidak menjadi bumerang bagi pihaknya. Hal terburuk manajemen bisa merunut ide dari kontestan lain yakni, Persela Lamongan melakukan pemutusan kontrak kerja kepada pemain yang akan disambung lagi pada musim berikutnya.
"Itu semua yang akan kita bahas bagaimana mencari solusi terbaik bagi kami (manajemen dan tim). Apa gaji pemain dipotong karena tidak ada kompetisi. Tentunya kontrak akan direvisi. Atau kontrak sementara dihentikan. Akan kita bahas di tanggal tersebut,"paparnya.
Dilanjutkannya, kompetisi 2015 sudah ditetapkan berakhir oleh PSSI. Artinya jarak kembali dimulai kompetisi 2016, dikhawatirkan sangat jauh. Sedangkan bujet keuangan harus digelontorkan hampir sama seperti normalnya kompetisi berjalan.
"Sejujurnya kami ingin sekali tetap mempertahankan tim secara utuh. Namun, kita juga harus menemukan solusi terbaik. Sebab kondisi kompetisi kita seperti ini, dengan jangka waktu yang belum jelas,"ungkapnya.
Hal tersebut diharapkan Robert agar para pemain mengerti dan mendapatkan solusi terbaik demi kepentingan bersama. Pertemuan tersebut juga dihadiri Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex, disebabkan semua tanda-tanggan perjanjian kontrak kerja dilakukan secara langsung oleh Presiden."Saya harap para pemain mengerti dengan kondisi sekarang ini,"pungkasnya
"Pada tanggal 20 Mei semua pemain kita suruh merapat ke Palembang. Di sana semua akan kita mencari solusi bagaimana agar tidak merugikan tim dan tentunya juga manajemen,"kata Manajer Sriwijaya FC (SFC) Robert Heri, Jumat, (8/5).
Dijabarkan Robert, pembahasan yang menjadi topik pembicaraan nanti terkait kontrak dan gaji pemain agar tidak menjadi bumerang bagi pihaknya. Hal terburuk manajemen bisa merunut ide dari kontestan lain yakni, Persela Lamongan melakukan pemutusan kontrak kerja kepada pemain yang akan disambung lagi pada musim berikutnya.
"Itu semua yang akan kita bahas bagaimana mencari solusi terbaik bagi kami (manajemen dan tim). Apa gaji pemain dipotong karena tidak ada kompetisi. Tentunya kontrak akan direvisi. Atau kontrak sementara dihentikan. Akan kita bahas di tanggal tersebut,"paparnya.
Dilanjutkannya, kompetisi 2015 sudah ditetapkan berakhir oleh PSSI. Artinya jarak kembali dimulai kompetisi 2016, dikhawatirkan sangat jauh. Sedangkan bujet keuangan harus digelontorkan hampir sama seperti normalnya kompetisi berjalan.
"Sejujurnya kami ingin sekali tetap mempertahankan tim secara utuh. Namun, kita juga harus menemukan solusi terbaik. Sebab kondisi kompetisi kita seperti ini, dengan jangka waktu yang belum jelas,"ungkapnya.
Hal tersebut diharapkan Robert agar para pemain mengerti dan mendapatkan solusi terbaik demi kepentingan bersama. Pertemuan tersebut juga dihadiri Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex, disebabkan semua tanda-tanggan perjanjian kontrak kerja dilakukan secara langsung oleh Presiden."Saya harap para pemain mengerti dengan kondisi sekarang ini,"pungkasnya
(aww)