Pembekuan Liga Spanyol Beraroma Dendam

Minggu, 10 Mei 2015 - 19:39 WIB
Pembekuan Liga Spanyol...
Pembekuan Liga Spanyol Beraroma Dendam
A A A
MADRID - Presiden Liga Spanyol (LFP), Javier Tebas selaku pihak yang mempunyai tugas menggelar kompetisi bersikeras Federasi Sepak bola Spanyol (RFEF) tidak punya wewenang untuk merubah jadwal kompetisi. Pernyataan ini adalah buntut dari kebijakan yang dikeluarkan RFEF untuk menghentikan semua pertandingan Liga Spanyol terhitung mulai 16 Mei 2015, mendatang karena masalah pembagian hak siar televisi dengan pemerintah.

Selain mengancam 600.000 pemain yang merumput di Liga Spanyol dan 30 ribu pertandingan yang kena pengaruhnya, Tebas beranggapan apa yang dilakukan RFEF dalam hal pembekuan Liga Spanyol adalah tindakan gila. Sementara itu RFEF beranggapan kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah terkait pembagian hak siar TV secara kolektif tidak akan menyelesaikan masalah pada sepak bola Spanyol.

(Baca Juga: Pembekuan Liga, Ini Beda di Spanyol dan Indonesia)

RFEF juga menuduh pemerintah bersikap arogan karena tidak mengajak mereka dalam perumusan undang-undang sekaligus kecewa karena hanya menerima bagian 4,55persen dari peraturan baru hak siar televisi. Sementara itu Tebas mengklaim ada aroma dendam terkait keputusan RFEF menghentikan kompetisi Liga Spanyol. Ia menambahkan ada dendam pribadi antara Presiden RFEF, Angel Maria Villar yang kabarnya sudah lama terlibat konflik dengan Presiden Dewan Olahraga Tertinggi Spanyol, Miguel Cardenal.

"Ini adalah tindakan yang gila, berani dan tidak bertanggung jawab, yang dilakukan oleh Angel Maria Villar bersama lembaganya. Ia (Angel Maria) tidak bersikap profesional dan ini adalah sebuah tantangan ke Liga yang berkaitan dengan agenda pribadi. Kami tidak akan tunduk kepada pemerasan yang dilakukan Federasi (RFEF)," tegas Tebas dilansir Washingtonpost, Minggu (10/5/2015).

Presiden LFP, Javier Tebas juga berencana membawa RFEF dan AFE (Asosiasi Pemain Profesional Spanyol) ke pengadilan. Menurutnta aksi pemogokan itu ilegal karena tidak berhubungan dengan urusan bisnis yang berkepentingan. Pada 2011 AFE sempat mogok karena banyaknya pemain yang belum mendapat gaji. Tebas menyatakan aksi pemogokan membuat investor, terutama dari luar negeri, khawatir.
(akr)
Berita Terkait
Real Madrid Kembali...
Real Madrid Kembali ke Santiago Bernabeu saat Menjamu Celta Vigo Pekan Ini
Griezmann Pilih Nomor...
Griezmann Pilih Nomor 8 Karena Kobe Bryant
Benzema Cedera, Luka...
Benzema Cedera, Luka Jovic Tebar Pesona di Laga Real Madrid vs Real Sociedad
Peta Aneh Klasemen Liga...
Peta Aneh Klasemen Liga Spanyol dan Liga Italia
Presiden LaLiga Spanyol...
Presiden LaLiga Spanyol Ngotot Fans Bisa Datang ke Stadion
Liga Spanyol Bergulir,...
Liga Spanyol Bergulir, Tebas Tetap Libatkan Penggemar Lewat Tepuk Tangan Virtual
Berita Terkini
Pesan Menyentuh dan...
Pesan Menyentuh dan Akhir Perjalanan Jordan Henderson di Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
IRRA 2026 Usung Semangat...
IRRA 2026 Usung Semangat Rally Dakar, Targetkan 100 Kendaraan
5 jam yang lalu
Aksi Sengit MotoGP Jerman...
Aksi Sengit MotoGP Jerman 2026 Siap Dimulai, Simak Jadwal Balapannya di VISION+
5 jam yang lalu
WorldSBK Inggris Siap...
WorldSBK Inggris Siap Digelar, Cek Jadwal dan Link Nontonnya di VISION+
5 jam yang lalu
AS dan Portugal Tersingkir,...
AS dan Portugal Tersingkir, Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026 Ambruk
6 jam yang lalu
Jurnalis Argentina Dituding...
Jurnalis Argentina Dituding Jadi Pelakor, Istri Messi: Abaikan Omong Kosong Itu!
7 jam yang lalu
Infografis
Final Liga Champions...
Final Liga Champions 2026: Head to Head Arsenal vs PSG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved