Ginjiro Shigeoka Pukul Jatuh Cuarto 3 Kali, Rebut Juara Interim IBF
Senin, 17 April 2023 - 07:27 WIB
Shigeoka mencoba mengejar ketertinggalan pada ronde kedua. Serangannya yang terlalu bersemangat menghasilkan sebuah benturan kepala yang menjatuhkan Cuarto ke atas kanvas. Wasit dengan tepat menghentikan ronde tersebut dan memberi peringatan keras atas pelanggaran yang dilakukan petinju favorit tuan rumah yang tak terkalahkan itu. Aksi pun berlanjut, walau Cuarto terpaksa bertahan dengan luka di bawah mata kirinya. Shigeoka kembali tenang dan mendaratkan pukulan straight kiri ke arah tubuh.
Laga ini secara bertahap beralih ke arah Shigeoka saat ronde-ronde berlanjut. Cuarto berusaha memanfaatkan keunggulan tinggi badan dan jangkauannya melawan lawannya yang berpostur 152 centimeter, namun sering kali dipaksa untuk menggunakan gerakan menyamping untuk menciptakan jarak yang diinginkannya.
Kedua petinju menikmati kesuksesan dengan pukulan straight ke arah atas. Shigeoka mampu bertahan dan melancarkan jab-nya untuk mempersiapkan pukulan straight kiri ke arah tengah. Ia juga memadukan serangan ke arah tubuh, sementara Cuarto mengincar kepala, yang merugikan sudut ringnya yang mendesak untuk mengincar bagian tengah tubuh Shigeoka untuk memperlambat serangannya.
Shigeoka menjatuhkan Cuarto ke atas kanvas pada akhir ronde keenam dan mencetak sebuah knockdown dalam waktu kurang lebih 30 detik. Waktu dihentikan setelah Cuarto menjawab delapan hitungan yang diwajibkan, wasit menerima instruksi dari komisi wasit di sisi ring - setelah tayangan ulang - untuk menyatakan bahwa ia terpeleset. Ini adalah sebuah penyelamat kecil bagi Cuarto, karena Shigeoka dapat saja memenangkan ronde tersebut dengan mudah.
Tak ada yang meragukan keputusan juri pada ronde ketujuh. Shigeoka mendaratkan pukulan straight kiri beruntun ke arah atas sebelum menyambungkan sebuah serangan ke arah tubuh yang memaksa Cuarto berlutut. Cuarto berhasil mengalahkan hitungan, namun tiba-tiba dipaksa untuk mengejar ketertinggalan setelah awal yang brilian.
Cuarto mencoba menyarangkan jab-nya pada ronde kedelapan dan kesembilan, dimana ia sesekali meraih kesuksesan. Shigeoka terus menyerang tubuh lawannya dan juga memadukan kombinasi serangan cepat ke arah atas. Waktu berhenti pada pertengahan ronde kesembilan saat sebuah benturan kepala yang tidak disengaja terjadi dan membuat Cuarto harus puas dengan kemenangan kompromi.
Laga ini secara bertahap beralih ke arah Shigeoka saat ronde-ronde berlanjut. Cuarto berusaha memanfaatkan keunggulan tinggi badan dan jangkauannya melawan lawannya yang berpostur 152 centimeter, namun sering kali dipaksa untuk menggunakan gerakan menyamping untuk menciptakan jarak yang diinginkannya.
Kedua petinju menikmati kesuksesan dengan pukulan straight ke arah atas. Shigeoka mampu bertahan dan melancarkan jab-nya untuk mempersiapkan pukulan straight kiri ke arah tengah. Ia juga memadukan serangan ke arah tubuh, sementara Cuarto mengincar kepala, yang merugikan sudut ringnya yang mendesak untuk mengincar bagian tengah tubuh Shigeoka untuk memperlambat serangannya.
Shigeoka menjatuhkan Cuarto ke atas kanvas pada akhir ronde keenam dan mencetak sebuah knockdown dalam waktu kurang lebih 30 detik. Waktu dihentikan setelah Cuarto menjawab delapan hitungan yang diwajibkan, wasit menerima instruksi dari komisi wasit di sisi ring - setelah tayangan ulang - untuk menyatakan bahwa ia terpeleset. Ini adalah sebuah penyelamat kecil bagi Cuarto, karena Shigeoka dapat saja memenangkan ronde tersebut dengan mudah.
Tak ada yang meragukan keputusan juri pada ronde ketujuh. Shigeoka mendaratkan pukulan straight kiri beruntun ke arah atas sebelum menyambungkan sebuah serangan ke arah tubuh yang memaksa Cuarto berlutut. Cuarto berhasil mengalahkan hitungan, namun tiba-tiba dipaksa untuk mengejar ketertinggalan setelah awal yang brilian.
Cuarto mencoba menyarangkan jab-nya pada ronde kedelapan dan kesembilan, dimana ia sesekali meraih kesuksesan. Shigeoka terus menyerang tubuh lawannya dan juga memadukan kombinasi serangan cepat ke arah atas. Waktu berhenti pada pertengahan ronde kesembilan saat sebuah benturan kepala yang tidak disengaja terjadi dan membuat Cuarto harus puas dengan kemenangan kompromi.
Lihat Juga :