Saatnya Kita Bersatu!

Kamis, 23 Juli 2020 - 21:37 WIB
Indonesia adalah negara Asia pertama yang memiliki kompetisi non-amatir bernama Galatama (Liga Sepakbola Utama). Kompetisi itu juga dilahirkan oleh para wartawan senior: Ardi Syarif (Pos Kota), Tabrin Tahar (Majalah Olympic), Valens Doy, Sumohadi Marsis, Kadir Yusuf (Kompas), Zuhri Husein (Merdeka), Herry Komar (Tempo).

Selain Galatama, kita juga punya Perserikatan dan Galakarya. Jepang dan Korsel mengkombinasi dua unsur itu menjadi Liga J dan Liga Korsel.

Posisinya menggunakan Galatama dan pendanaannya meniru Galakarya.

Sekedar mengingatkan, Galakarya ada liga yang seluruh biayanya didukung oleh BUMN-BUMN dan BUMD-BUMD. Galakarya sendiri dibentuk untuk memberi penghormatan pada para pemain yang usianya sudah di atas 32. Tidak mungkin bersaing secara fisik dengan anak-anak muda, tapi potensinta masih ada.

Jepang dan Korsel

Nah, di kedua negara itu sistem pendanaan memakai cara galakarya dan usianya mengacu ke galatama. Maka lahirlah klub-klub Matsushita, klub Hyundai dan sejenisnya.

Saat itu, menurut salah satu tokoh sepakbola nasional, Nabon Noor, seluruh lapisan bersatu: "Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, dan pers. Mereka duduk bersama dan berikrar untuk kemajuan sepakbola. Bahkan partai-partai politik juga berkomitmen untuk mendukung. Hasilnya jangan ditanya, J League dan K League saat ini sudah berada jauh di atas Liga kita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!