Perburuan Scudetto Hanya Harapan Semu buat Rival Juve
Sabtu, 25 Juli 2020 - 11:34 WIB
Memimpin melalui Matthijs de Ligt pada menit ke-42, Juve pulang dengan tangan hampa setelah Udinese membalikkan keadaan berkat gol-gol dari lija Nestorovski (52) dan Seko Fofana (90+2). Sarri menilai pasukannya seperti kehabisan bensin sehingga tidak bisa menampilkan bentuk terbaik, terutama di sektor pertahanan.
Juve kebobolan 38 gol di Seri A musim ini, jauh lebih banyak daripada yang terjadi dalam dekade terakhir. “Itulah yang terjadi akhir-akhir ini. Kami kehilangan organisasi dan bentuk kami. Kami memiliki kinerja yang bagus di babak pertama. Namun, kami kemasukan, sempat menyamakan kedudukan, dan ingin menang dengan segala cara. Namun, permainan kami mulai tidak terorganisasi dan longgar,” sebut Sarri, dilansir football-italia.net.
Tapi, Sarri enggan menjadikan padatnya jadwal sebagai kambing hitam. Mantan pelatih SSC Napoli dan Chelsea tersebut berjanji akan membenahi kelemahan tim sehingga dapat bermain terorganisasi dan lebih baik pada pertandingan selanjutnya, terutama melawan Sampdoria. (Baca juga: Mohon Tidak Panik! Kondisi Pasar Keuangan Sudah Membaik)
“Sulit menemukan keseimbangan saat ini. Karena, semua orang di setiap tim mulai kelelahan. Kami juga tidak seagresif itu. Tapi, saya percaya organisasi lebih penting daripada agresi saat ini. Mental kami lebih lelah daripada fisik. Kami harus belajar dan berusaha menjaga kebugaran,” sebut Sarri.
Berbeda dengan Juve , Lazio justru sedang bergembira. Kemenangan 2-1 atas Cagliari, Jumat (24/7/2020), mengamankan I Biancocelesti di urutan keempat klasemen sementara dengan 72 poin. Itu sekaligus meloloskan Lazio ke Liga Champions musim depan.
Juve kebobolan 38 gol di Seri A musim ini, jauh lebih banyak daripada yang terjadi dalam dekade terakhir. “Itulah yang terjadi akhir-akhir ini. Kami kehilangan organisasi dan bentuk kami. Kami memiliki kinerja yang bagus di babak pertama. Namun, kami kemasukan, sempat menyamakan kedudukan, dan ingin menang dengan segala cara. Namun, permainan kami mulai tidak terorganisasi dan longgar,” sebut Sarri, dilansir football-italia.net.
Tapi, Sarri enggan menjadikan padatnya jadwal sebagai kambing hitam. Mantan pelatih SSC Napoli dan Chelsea tersebut berjanji akan membenahi kelemahan tim sehingga dapat bermain terorganisasi dan lebih baik pada pertandingan selanjutnya, terutama melawan Sampdoria. (Baca juga: Mohon Tidak Panik! Kondisi Pasar Keuangan Sudah Membaik)
“Sulit menemukan keseimbangan saat ini. Karena, semua orang di setiap tim mulai kelelahan. Kami juga tidak seagresif itu. Tapi, saya percaya organisasi lebih penting daripada agresi saat ini. Mental kami lebih lelah daripada fisik. Kami harus belajar dan berusaha menjaga kebugaran,” sebut Sarri.
Berbeda dengan Juve , Lazio justru sedang bergembira. Kemenangan 2-1 atas Cagliari, Jumat (24/7/2020), mengamankan I Biancocelesti di urutan keempat klasemen sementara dengan 72 poin. Itu sekaligus meloloskan Lazio ke Liga Champions musim depan.
Lihat Juga :