Pelatih Timnas Thailand U-23 Angkat Topi untuk Kualitas Bermain Garuda Muda
Jum'at, 25 Agustus 2023 - 00:19 WIB
Kualitas bermain tim nasional Indonesia U-23 mendapat pengakuan dari pelatih timnas Thailand U-23, . / Foto: Instagram @changsuek
RAYONG - Pelatih tim nasional Thailand U-23, Issara Sritaro akhirnya angkat topi untuk kualitas bermain timnas Indonesia U-23. Dalam laga semifinal Piala AFF U-23 2023 di Rayong Province Stadium, Thailand, Kamis (24/8/2023) malam, Thailand U-23 dipermalukan Garuda Muda dengan skor 1-3.
Menurut Sritaro, timnya tampil tidak sesuai harapannya. Jadi, mau tidak mau dia harus mengakui kualitas bermain tim asuhan Shin Tae-yong tersebut.
"Kami harus mengakui bahwa tidak bermain dengan baik. Sementara itu, timnas Indonesia U-23 bermain cukup baik," ujar Issara Sritaro seperti dilansir dari laman Federasi Sepak Bola Thailand, Changcuek, Kamis (24/8/2023).
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Lolos Final Piala AFF U-23, Hancurkan Thailand 3-1
Pelatih 43 tahun itu menyebutkan jika timnya begitu buruk harus tertinggal 1-3 pada babak pertama. Timnya berusaha membalikkan keadaan di babak kedua, tetapi tidak mampu.
"Di babak kedua, kami mencoba mengubah permainan, tetapi kami tidak bisa bangkit lagi. Itu membuat banyak pemain tertekan. Kami harus mengakui," akunya.
Menurut Sritaro, timnya tampil tidak sesuai harapannya. Jadi, mau tidak mau dia harus mengakui kualitas bermain tim asuhan Shin Tae-yong tersebut.
"Kami harus mengakui bahwa tidak bermain dengan baik. Sementara itu, timnas Indonesia U-23 bermain cukup baik," ujar Issara Sritaro seperti dilansir dari laman Federasi Sepak Bola Thailand, Changcuek, Kamis (24/8/2023).
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Lolos Final Piala AFF U-23, Hancurkan Thailand 3-1
Pelatih 43 tahun itu menyebutkan jika timnya begitu buruk harus tertinggal 1-3 pada babak pertama. Timnya berusaha membalikkan keadaan di babak kedua, tetapi tidak mampu.
"Di babak kedua, kami mencoba mengubah permainan, tetapi kami tidak bisa bangkit lagi. Itu membuat banyak pemain tertekan. Kami harus mengakui," akunya.
Lihat Juga :