Penyesalan Lampard, Puas Diri Membunuh Chelsea
Minggu, 02 Agustus 2020 - 07:33 WIB
Pelatih Chelsea Frank Lampard mengatakan timnya hanya bisa menyalahkan diri sendiri setelah membiarkan keunggulan menit awal menguap/Foto/Twitter/Chelsea
LONDON - Pelatih Chelsea Frank Lampard mengatakan timnya hanya bisa menyalahkan diri sendiri setelah membiarkan keunggulan menit awal menguap. Arsenal berhasil membalas dua gol untuk membawa trofi Piala FA 2019/2020 ke Satdion Emirates.
Chelsea kalah 1-2 pada final Piala FA 2019/2020 di Stadion Wembley, Sabtu (1/8/2020). Striker Christian Pulisic mencetak gol pembuka menit kelima. Namun, Arsenal membalas lewat dua gol Pierre-Emerick Aubameyang dari titik penalti menit ke-28 dan babak kedua (menit ke-67). The Gunners pun meraih trofi tersebut yang ke-14 kali. (Baca juga: Gulingkan 10 Pemain Chelsea, Arsenal Juara Piala FA 2019/2020 ).
Lampard mengakui bahwa Chelsea terlalu puas diri dan mereka tidak bermain cukup baik untuk memenangkannya. "Kami memulai dengan baik selama 10-15 menit dan kami hanya bisa menyalahkan diri sendiri sejak saat itu," kata Lampard dilansir BBC.
"Kami merasa puas diri, memanfaatkan bola seperti berjalan. Final tidak akan pernah jalan-jalan dan kami membiarkan mereka masuk ke dalam permainan. Sulit untuk kembali ke permainan itu." (Baca juga: Ketika Mikel Arteta Memenangkan Pertempuran Pelatih Muda ).
Chelsea kalah 1-2 pada final Piala FA 2019/2020 di Stadion Wembley, Sabtu (1/8/2020). Striker Christian Pulisic mencetak gol pembuka menit kelima. Namun, Arsenal membalas lewat dua gol Pierre-Emerick Aubameyang dari titik penalti menit ke-28 dan babak kedua (menit ke-67). The Gunners pun meraih trofi tersebut yang ke-14 kali. (Baca juga: Gulingkan 10 Pemain Chelsea, Arsenal Juara Piala FA 2019/2020 ).
Lampard mengakui bahwa Chelsea terlalu puas diri dan mereka tidak bermain cukup baik untuk memenangkannya. "Kami memulai dengan baik selama 10-15 menit dan kami hanya bisa menyalahkan diri sendiri sejak saat itu," kata Lampard dilansir BBC.
"Kami merasa puas diri, memanfaatkan bola seperti berjalan. Final tidak akan pernah jalan-jalan dan kami membiarkan mereka masuk ke dalam permainan. Sulit untuk kembali ke permainan itu." (Baca juga: Ketika Mikel Arteta Memenangkan Pertempuran Pelatih Muda ).
Lihat Juga :